JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan Amerika Serikat (AS) tetap memimpin daftar negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia pada 2026. Nilai utang Negeri Paman Sam bahkan melampaui gabungan utang China, Jepang, Inggris, dan Prancis.
Namun, besarnya nominal utang tidak selalu mencerminkan tingginya tekanan fiskal. Investor juga menilai ukuran ekonomi, kemampuan pemerintah mengelola anggaran, stabilitas politik, serta kapasitas membayar kewajiban sebelum mengambil keputusan.
Di sisi lain, Indonesia masih menjaga posisi yang relatif aman. Meski total utang pemerintah terus bertambah seiring pertumbuhan ekonomi, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) tetap berada pada level yang jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara lain.
Amerika Serikat Masih Memimpin Daftar Utang Nominal
IMF memperkirakan utang pemerintah Amerika Serikat mencapai sekitar US$40,74 triliun pada 2026. Angka tersebut menempatkan AS jauh di atas negara-negara dengan ekonomi terbesar lainnya.
Pemerintah di berbagai negara memanfaatkan utang untuk membiayai program pembangunan, memenuhi kebutuhan belanja negara, dan menutup defisit anggaran. Selain itu, pemerintah juga menerbitkan utang baru untuk mengganti utang yang jatuh tempo sehingga arus pembiayaan tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, banyak negara menjadikan strategi refinancing sebagai bagian dari pengelolaan fiskal jangka panjang. Langkah tersebut membantu pemerintah menjaga likuiditas sekaligus mengatur profil jatuh tempo utang.
Daftar 10 Negara dengan Utang Pemerintah Terbesar pada 2026
1. Amerika Serikat: US$40,74 triliun
2. China: US$22,29 triliun
3. Jepang: US$8,90 triliun
4. Inggris: US$4,40 triliun
5. Prancis: US$4,25 triliun
6. Italia: US$3,79 triliun
7. Jerman: US$3,52 triliun
8. India: US$3,46 triliun
9. Kanada: US$2,70 triliun
10. Brasil: US$2,50 triliun
Sementara itu, Indonesia menempati peringkat ke-19 dunia. IMF memperkirakan total utang pemerintah Indonesia mencapai sekitar US$639 miliar pada 2026.
Rasio Utang terhadap PDB Berubah Drastis
Jika menggunakan rasio utang terhadap PDB, susunan negara dengan beban utang tertinggi berubah secara signifikan. Jepang kembali menempati posisi pertama dengan rasio mencapai 204,4 persen.
Selanjutnya, Singapura, Sudan, Bahrain, Italia, dan Yunani juga mencatat rasio utang yang lebih tinggi daripada Amerika Serikat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa besarnya utang nominal tidak selalu menggambarkan tingkat tekanan fiskal.
Daftar 10 Negara dengan Rasio Utang terhadap PDB Tertinggi
1. Jepang: 204,4%
2. Singapura: 171,9%
3. Sudan: 169,1%
4. Bahrain: 152,4%
5. Italia: 138,4%
6. Yunani: 136,9%
7. Senegal: 132,3%
8. Maladewa: 129,4%
9. Amerika Serikat: 125,8%
10. Ukraina: 122,6%
Investor Tidak Hanya Melihat Nilai Utang
Investor global tidak hanya menghitung besarnya utang pemerintah. Mereka juga menilai ukuran ekonomi, kredibilitas kebijakan fiskal, kondisi politik, hingga kemampuan pemerintah memenuhi kewajiban pembayaran.
Sebagai contoh, Amerika Serikat tetap menikmati kepercayaan tinggi karena dolar AS berperan sebagai mata uang cadangan dunia. Peran tersebut mendorong investor global terus membeli surat utang pemerintah AS.
Sementara itu, Jepang mampu mempertahankan rasio utang yang sangat tinggi karena negara tersebut memiliki basis investor domestik yang kuat dan sistem keuangan yang matang.
Sebaliknya, sejumlah negara berkembang dapat menghadapi tekanan lebih besar ketika akses pembiayaan menyempit atau kepercayaan pasar menurun, meskipun rasio utangnya lebih rendah.
Posisi Indonesia Masih Relatif Aman
Indonesia mencatat rasio utang pemerintah sekitar 40,75 persen terhadap PDB pada 2026. Angka tersebut masih berada jauh di bawah sebagian besar negara yang masuk dalam daftar beban utang tertinggi.
Selain itu, rasio tersebut menunjukkan ruang fiskal Indonesia masih cukup terjaga. Pemerintah pun masih memiliki fleksibilitas untuk mengelola pembiayaan, meskipun nilai nominal utang terus meningkat seiring bertambahnya ukuran ekonomi nasional.
FAQ
Mengapa Amerika Serikat memiliki utang terbesar di dunia?
Amerika Serikat memiliki kebutuhan pembiayaan yang sangat besar untuk mendukung belanja negara, sementara pasar global juga terus menyerap surat utang pemerintah AS.
Apakah utang terbesar berarti negara paling berisiko?
Tidak. Investor juga mempertimbangkan ukuran ekonomi, kemampuan membayar utang, stabilitas politik, dan kredibilitas kebijakan fiskal.
Mengapa Jepang memiliki rasio utang tertinggi?
Jepang memiliki rasio utang sebesar 204,4 persen terhadap PDB, tetapi negara itu tetap mengandalkan investor domestik yang kuat dan sistem keuangan yang stabil.
Berapa posisi Indonesia dalam daftar utang dunia?
Indonesia berada di peringkat ke-19 dunia berdasarkan nilai nominal utang pemerintah dengan total sekitar US$639 miliar.
Apakah kondisi utang Indonesia masih terkendali?
Ya. Rasio utang pemerintah Indonesia sekitar 40,75 persen terhadap PDB, sehingga masih jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara lain.(Tim)









