M. Iskandar Kunaefi Resmi Jadi Dirut Pos Indonesia, Direksi Hadir dengan Struktur Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Pos Indonesia (Persero) memulai babak baru dalam kepemimpinannya. Pemegang saham menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama yang baru sekaligus menyusun ulang struktur direksi untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

Langkah tersebut menandai perubahan penting setelah Daud Joseph mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama pada 30 Juni 2026. Selain menghadirkan pimpinan baru, perusahaan juga memisahkan fungsi keuangan dan manajemen risiko agar setiap direktorat dapat menjalankan tugas secara lebih fokus.

Keputusan yang berlaku sejak 15 Juli 2026 itu menunjukkan komitmen Pos Indonesia dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan di tengah persaingan industri logistik yang semakin dinamis.

M. Iskandar Kunaefi Resmi Memimpin Pos Indonesia

Pemegang saham menetapkan M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia menggantikan Daud Joseph.

Selanjutnya, perusahaan menjalankan restrukturisasi organisasi dengan memisahkan Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi dua direktorat. Dengan langkah tersebut, masing-masing direktorat dapat mengelola tanggung jawab secara lebih optimal.

Di sisi lain, Fathul Anwar kini menjabat sebagai Direktur Keuangan. Sementara itu, Rosmanidar Zulkifli mengemban tugas sebagai Direktur Manajemen Risiko.

Baca Juga :  BPKP Nobatkan Sungai Penuh Daerah dengan Penerapan SPIP Terbaik di Jambi

Restrukturisasi Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Selain menghadirkan jajaran direksi baru, pemegang saham juga menata struktur organisasi untuk meningkatkan efektivitas pengurusan perseroan.

Karena itu, perusahaan mengubah nomenklatur jabatan sekaligus membagi tugas direksi agar setiap fungsi bekerja lebih terarah. Perubahan tersebut juga memperkuat pengawasan terhadap aspek keuangan dan manajemen risiko.

Dengan demikian, perusahaan berharap setiap direktorat mampu mengambil keputusan secara lebih cepat, tepat, dan akuntabel.

Masa Jabatan Direksi Sudah Ditetapkan

Pemegang saham menetapkan masa jabatan direksi hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan kelima sejak tanggal penetapan keputusan.

Namun, RUPS tetap memiliki kewenangan untuk memberhentikan anggota direksi kapan pun sesuai ketentuan yang berlaku.

Keputusan Berlaku Mulai 15 Juli 2026

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna bersama PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham Seri B menandatangani keputusan tersebut pada 15 Juli 2026.

Melalui keputusan itu, susunan direksi PT Pos Indonesia kini terdiri atas:

Baca Juga :  Daftar 8 Figur Publik yang Kini Duduki Jabatan Strategis di BUMN, Ada Giring hingga Ifan Seventeen

1. Direktur Utama: M. Iskandar Kunaefi

2. Direktur Keuangan: Fathul Anwar

3. Direktur Manajemen Risiko: Rosmanidar Zulkifli

Kepemimpinan Baru Dorong Transformasi

Kepemimpinan baru membawa harapan bagi penguatan tata kelola dan percepatan transformasi bisnis Pos Indonesia.

Selain itu, pemisahan fungsi keuangan dan manajemen risiko memberi ruang bagi setiap direktorat untuk meningkatkan pengawasan, mengendalikan risiko, serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

FAQ

Mengapa Pos Indonesia mengganti Direktur Utama?

Pergantian berlangsung setelah Daud Joseph mengundurkan diri efektif pada 30 Juni 2026 sehingga pemegang saham menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai penggantinya.

Apa perubahan terbesar dalam struktur direksi?

Perusahaan memisahkan Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi dua direktorat yang berdiri sendiri.

Siapa Direktur Keuangan PT Pos Indonesia saat ini?

Fathul Anwar menjabat sebagai Direktur Keuangan.

Siapa Direktur Manajemen Risiko yang baru?

Rosmanidar Zulkifli memimpin Direktorat Manajemen Risiko.

Kapan keputusan tersebut mulai berlaku?

Pemegang saham menetapkan keputusan itu pada 15 Juli 2026 dan langsung memberlakukannya sejak tanggal tersebut.(Tim)

Berita Terkait

Tiga Kelompok Tani Dharmasraya Kantongi Alokasi PSR Rp13,4 Miliar, 223 Hektare Kebun Jadi Sasaran
Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala SD-SMP, Ini Nama dan Penempatannya
Wawako Azhar Hamzah Hadiri HUT ke-61 Bungo, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Kabut Asap Solok Selatan Memburuk, Khairunas Perintahkan Masker untuk Pelajar dan Warga
Ranperda Perubahan APBD Sungai Penuh Disepakati, Alfin Langsung Dorong OPD Gaspol Jalankan Program
Alfin Pangkas OPD, Monadi Justru Buka Ruang Penambahan: Dua Arah Birokrasi Sungai Penuh-Kerinci
Mahyeldi Tantang Unand Ubah Riset Jadi Solusi, Momentum Dies Natalis ke-70
Nayu Aldila Putri Jadi Kepala Biro Hukum Bengkulu, Herwan Antoni Soroti 4 Hal Penting
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:10 WIB

Tiga Kelompok Tani Dharmasraya Kantongi Alokasi PSR Rp13,4 Miliar, 223 Hektare Kebun Jadi Sasaran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala SD-SMP, Ini Nama dan Penempatannya

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri HUT ke-61 Bungo, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Kabut Asap Solok Selatan Memburuk, Khairunas Perintahkan Masker untuk Pelajar dan Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Ranperda Perubahan APBD Sungai Penuh Disepakati, Alfin Langsung Dorong OPD Gaspol Jalankan Program

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB