PADANG – riset Unand
Tujuh dekade perjalanan Universitas Andalas (Unand) menjadi momentum bagi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah untuk mendorong kampus memperluas manfaat riset. Ia ingin hasil penelitian tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Menurut Mahyeldi, perubahan teknologi, lingkungan, ekonomi, dan sosial berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi memperkuat inovasi sekaligus membangun kerja sama dengan berbagai pihak.
Karena itu, Mahyeldi mengajak Unand mengarahkan kekuatan akademiknya pada kebutuhan nyata Sumatera Barat. Ia menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-70 atau Lustrum XIV Unand di Auditorium Unand, Limau Manis, Padang, Senin (14/9/2026).
Tujuh Dekade Unand dan Tantangan Zaman
Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Unand yang terus menjaga perjalanan universitas selama 70 tahun. Ia menilai perjalanan panjang tersebut menunjukkan ketekunan, ketangguhan, dan kemampuan Unand mengikuti perubahan zaman.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan masyarakat Sumbar, kami menyampaikan selamat kepada seluruh keluarga besar Unand yang memasuki usia tujuh dekade. Ini perjalanan panjang yang menunjukkan ketekunan, ketangguhan, dan kemampuan untuk terus berkembang,” kata Mahyeldi.
Sejak berdiri pada September 1956, Unand tumbuh sebagai perguruan tinggi negeri pertama di luar Pulau Jawa. Selama tujuh dekade, para alumni, akademisi, dan peneliti Unand ikut mengambil peran dalam berbagai bidang di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Namun, Mahyeldi melihat tantangan masyarakat terus berkembang. Kecerdasan artifisial, transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, kesehatan, dan persoalan sosial membutuhkan respons yang lebih cepat.
“Di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan dan memberi solusi,” ujarnya.
Riset Unand Perlu Menjawab Kebutuhan Daerah
Mahyeldi meminta Unand memperkuat penelitian yang memiliki hubungan langsung dengan agenda pembangunan. Menurutnya, peneliti dapat mengembangkan temuan akademik menjadi inovasi yang membantu pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia juga melihat Sumatera Barat memiliki banyak ruang untuk pengembangan penelitian. Pertanian, perikanan, kesehatan, lingkungan, energi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta adat dan budaya dapat menjadi bidang yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian tidak berhenti di ruang akademik. Sebaliknya, peneliti dapat membawa temuan mereka menuju kebijakan, teknologi, maupun praktik yang memberikan manfaat lebih luas.
KKN Bisa Perkuat Dampak Pengabdian
Selain penelitian, Mahyeldi menyoroti program pengabdian Unand melalui kuliah kerja nyata (KKN). Ia mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, KKN dapat menjadi salah satu jalur bagi kampus untuk memahami persoalan masyarakat secara lebih dekat. Karena itu, ia berharap Unand terus mengembangkan program pengabdian yang mendukung agenda pembangunan, termasuk upaya mengurangi kemiskinan di Sumbar.
Selanjutnya, sinergi antara kegiatan akademik dan pengabdian dapat memperluas manfaat kehadiran kampus. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman lapangan sekaligus belajar memahami kebutuhan masyarakat.
Student Connect Dorong Layanan Kampus Lebih Cepat
Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi turut mengapresiasi peluncuran aplikasi Student Connect. Ia menilai inovasi digital tersebut dapat memperkuat pelayanan Unand kepada sivitas akademika.
Mahyeldi berharap aplikasi itu menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Dengan begitu, mahasiswa dan sivitas akademika dapat mengakses berbagai kebutuhan layanan kampus secara lebih praktis.
Di sisi lain, transformasi digital juga dapat membantu kampus meningkatkan efisiensi pelayanan. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan Unand menghadapi perubahan teknologi yang terus bergerak.
Mahyeldi Soroti Kualitas Lulusan
Memasuki usia ke-70, Mahyeldi juga meminta Unand memperkuat kualitas lulusan. Ia ingin kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik.
Mahyeldi mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, mereka perlu mampu bekerja sama, beradaptasi dengan perubahan, serta menjaga integritas.
Kebutuhan tersebut semakin penting karena dunia kerja dan masyarakat terus mengalami perubahan. Lulusan perguruan tinggi perlu membawa pengetahuan sekaligus kemampuan menyelesaikan persoalan.
Ilmu Pengetahuan Selaras dengan Budaya Minangkabau
Dalam konteks Sumatera Barat, Mahyeldi melihat pengembangan ilmu pengetahuan dapat berjalan bersama nilai adat dan budaya. Ia menilai falsafah Minangkabau alam takambang jadi guru memiliki pesan kuat tentang proses belajar sepanjang kehidupan.
Nilai tersebut mengajak masyarakat belajar melalui pengamatan, pengalaman, dan lingkungan sekitar. Karena itu, Mahyeldi menilai semangat tersebut dapat memperkuat budaya riset dan pengabdian di Sumatera Barat.
Ia juga menempatkan Unand sebagai mitra penting pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi yang semakin kuat.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memandang Universitas Andalas sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar hasil riset semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik,” katanya.
Rektor Unand Siapkan Langkah Berikutnya
Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan Dies Natalis ke-70 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan universitas selama tujuh dekade.
Ia juga menyampaikan bahwa Unand perlu menggunakan momentum tersebut untuk menatap arah pengembangan kampus ke depan. Dengan demikian, peringatan Dies Natalis tidak sekadar mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga mendorong universitas menyusun langkah baru.
Melalui penguatan riset, inovasi, pendidikan, dan pengabdian, Unand memiliki ruang besar untuk memperluas kontribusinya. Terlebih lagi, kebutuhan Sumatera Barat terhadap pengetahuan dan solusi berbasis riset terus meningkat.
FAQ
Apa pesan utama Mahyeldi pada Dies Natalis ke-70 Unand?
Mahyeldi mendorong Unand memperkuat riset dan inovasi agar penelitian menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Mengapa Unand perlu memperkuat riset aplikatif?
Perubahan teknologi, lingkungan, ekonomi, dan sosial membutuhkan solusi yang cepat, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sektor apa yang memiliki peluang untuk pengembangan riset di Sumbar?
Pertanian, perikanan, kesehatan, lingkungan, energi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta adat dan budaya menjadi sejumlah bidang potensial.
Apa peran KKN Unand menurut Mahyeldi?
KKN dapat mempertemukan mahasiswa dan masyarakat secara langsung sehingga mahasiswa memahami persoalan lapangan sekaligus membantu agenda pembangunan.
Apa tujuan peluncuran Student Connect?
Student Connect hadir sebagai bagian dari transformasi digital untuk mendorong layanan kampus yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Seperti apa lulusan yang Mahyeldi harapkan dari Unand?
Ia mendorong Unand menghasilkan lulusan yang unggul secara keilmuan, kritis, kreatif, adaptif, mampu berkolaborasi, dan memiliki integritas.(Tim)









