Nagari Sungai Kambut Raih Peringkat II Penurunan Stunting Sumbar 2026, Upaya Dharmasraya Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DHARMASRAYA – Nagari Sungai Kambut penurunan stunting Sumbar 2026

 

Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, mencatat capaian penting dalam upaya menekan angka stunting di Sumatera Barat. Nagari tersebut meraih peringkat II dalam penilaian Desa/Nagari Berkinerja Baik pada pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026.

Capaian itu menunjukkan konsistensi Sungai Kambut dalam menggerakkan berbagai unsur untuk menangani persoalan stunting. Pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat menjalankan peran masing-masing untuk memperkuat pencegahan sejak tingkat keluarga.

Di sisi lain, Pemkab Dharmasraya terus mendorong pemenuhan gizi kelompok rentan. Salah satunya melalui Program Bantuan Permakanan bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui yang mendukung kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode menyusui.

Sungai Kambut Raih Posisi Kedua

Pemprov Sumatera Barat mencantumkan capaian Nagari Sungai Kambut dalam Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 410-522-2026 tentang Penetapan Pemenang Desa/Nagari Berkinerja Baik dalam Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.

Gubernur Sumatera Barat menetapkan keputusan tersebut di Padang pada 31 Agustus 2026.

Dalam daftar tersebut, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, meraih peringkat pertama. Selanjutnya, Nagari Sungai Kambut menempati posisi kedua.

Sementara itu, Nagari Aie Batumbuak, Kabupaten Solok, berada pada peringkat ketiga.

Capaian tersebut memperlihatkan persaingan antar nagari dalam membangun sistem pencegahan stunting yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kolaborasi Perkuat Pencegahan Stunting

Penilaian tingkat provinsi tersebut menyoroti pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting hingga tingkat nagari.

Baca Juga :  Lawan Stunting dari Kandungan, Bupati Dharmasraya Gulirkan Bantuan Gizi Ibu Hamil hingga Enam Bulan Pascamelahirkan

Karena itu, pemerintah nagari perlu menggerakkan berbagai pihak secara bersamaan. Tenaga kesehatan memberikan pendampingan, kader membantu keluarga, sedangkan masyarakat ikut menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi.

Selain itu, pemerintah nagari dapat memperkuat edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta kebutuhan gizi.

Dengan pola kerja tersebut, setiap program dapat menyentuh keluarga yang membutuhkan dukungan secara lebih tepat.

Pemkab Dharmasraya Fokus Penuhi Gizi Ibu

Capaian Sungai Kambut juga berjalan searah dengan perhatian Pemkab Dharmasraya terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, Pemkab Dharmasraya menjalankan Program Bantuan Permakanan bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.

Program tersebut membantu ibu memenuhi kebutuhan makanan bergizi selama masa kehamilan dan menyusui. Pemerintah juga mendorong keluarga untuk memperhatikan asupan gizi ibu karena kondisi ibu turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Terlebih lagi, masa kehamilan menjadi periode penting untuk membangun fondasi kesehatan ibu dan anak.

Pencegahan Dimulai Sejak Masa Kehamilan

Upaya menekan stunting tidak hanya berfokus pada anak setelah lahir. Pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi ibu sejak masa kehamilan.

Karena itu, bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga kecukupan gizi keluarga.

Selanjutnya, tenaga kesehatan dan kader dapat membantu keluarga memahami kebutuhan gizi serta memantau kondisi ibu dan anak.

Langkah tersebut semakin penting ketika pemerintah menggabungkan dukungan pangan, edukasi, pelayanan kesehatan, dan pendampingan keluarga dalam satu rangkaian program.

Baca Juga :  Pulau Punjung Borong Gelar dan Sabet Juara Umum Jambore PKK Dharmasraya 2026, Siap Tembus Tingkat Provinsi

Prestasi Sungai Kambut Jadi Dorongan

Peringkat II tingkat Sumatera Barat memberikan catatan positif bagi Nagari Sungai Kambut dan Kabupaten Dharmasraya.

Namun, capaian tersebut juga membawa tantangan berikutnya. Pemerintah nagari perlu menjaga program yang sudah berjalan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.

Dengan begitu, penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian dalam penilaian. Sungai Kambut dapat menjadikannya sebagai dorongan untuk memperluas dampak program pencegahan stunting di tengah masyarakat.

Sementara itu, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan dari Kabupaten Padang Pariaman maju sebagai wakil Sumatera Barat dalam penilaian Desa Berkinerja Baik tingkat nasional tahun 2026.

FAQ

Apa prestasi Nagari Sungai Kambut pada 2026?

Nagari Sungai Kambut meraih peringkat II dalam penilaian Desa/Nagari Berkinerja Baik pada pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tingkat Sumatera Barat tahun 2026.

Siapa yang meraih peringkat pertama?

Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, meraih peringkat pertama dalam penilaian tersebut.

Siapa yang meraih peringkat ketiga?

Nagari Aie Batumbuak, Kabupaten Solok, menempati peringkat ketiga.

Apa program Dharmasraya untuk mendukung gizi ibu?

Pemkab Dharmasraya menjalankan Program Bantuan Permakanan bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan hingga masa menyusui.

Mengapa pencegahan stunting perlu dimulai sejak kehamilan?

Masa kehamilan menjadi periode penting bagi kesehatan ibu dan pertumbuhan anak. Karena itu, pemenuhan gizi dan pendampingan sejak masa tersebut dapat membantu keluarga membangun kondisi yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.(Tim)

Berita Terkait

106 Jorong di Dharmasraya Krisis Air, 13.554 KK Masuk Daftar Warga Terdampak
64 Hotspot Muncul, Dharmasraya Naikkan Karhutla ke Siaga Darurat
Banjir Surut, Ancaman Kesehatan Mengintai: SIGANA BEM UNJA Gerak Edukasi Warga Desa Pudak
Bukan Sekadar Lomba, MTQ Dharmasraya 2026 Jadi Jalan Menuju Panggung Sumbar
Enam Jalan di Dharmasraya Segera Diaspal September, Warga di 6 Titik Ini Bakal Rasakan Perubahannya
Wagub Mian Soroti Layanan RSUD M. Yunus: Jangan Lagi Cuek kepada Masyarakat
8 Kursi Kepala OPD Dharmasraya Dibuka, ASN Berebut Posisi Strategis Mulai 7 September
Jembatan Sungai Pinang Tuntas, Warga Timpeh Dharmasraya Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Kebun hingga Berobat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Nagari Sungai Kambut Raih Peringkat II Penurunan Stunting Sumbar 2026, Upaya Dharmasraya Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:54 WIB

106 Jorong di Dharmasraya Krisis Air, 13.554 KK Masuk Daftar Warga Terdampak

Jumat, 11 September 2026 - 16:39 WIB

64 Hotspot Muncul, Dharmasraya Naikkan Karhutla ke Siaga Darurat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Banjir Surut, Ancaman Kesehatan Mengintai: SIGANA BEM UNJA Gerak Edukasi Warga Desa Pudak

Selasa, 8 September 2026 - 17:30 WIB

Bukan Sekadar Lomba, MTQ Dharmasraya 2026 Jadi Jalan Menuju Panggung Sumbar

Berita Terbaru