Bukan Sekadar Lomba, MTQ Dharmasraya 2026 Jadi Jalan Menuju Panggung Sumbar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DHARMASRAYA – MTQ Dharmasraya 2026

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mulai mematangkan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XIII tingkat Kabupaten Dharmasraya tahun 2026. Selain mengejar sukses penyelenggaraan, pemerintah juga menjadikan ajang tersebut sebagai pintu seleksi kafilah menuju MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027.

Kecamatan Koto Salak akan menjadi pusat pelaksanaan MTQ pada pekan kedua November 2026. Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh kecamatan bergerak sejak awal agar proses penjaringan peserta, persiapan lokasi, hingga dukungan masyarakat berjalan secara terpadu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, S.Sos., M.Si. memimpin rapat persiapan di Aula Lantai II Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (8/9/2026). Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan pesan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani agar setiap pihak menjaga kualitas peserta sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

Pemkab Fokus Cari Bibit Terbaik

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Catur Eby, S.STP., M.Si., Kabag Kesra Natra Hendri, S.K.M., Kakan Kemenag Dharmasraya H. Masdan, S.Ag., M.A., jajaran KUA, serta para camat se-Kabupaten Dharmasraya.

Selanjutnya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya akan mematangkan petunjuk teknis setiap cabang. Pemerintah merencanakan 10 cabang perlombaan dalam MTQ tingkat kabupaten tahun ini.

Namun, persiapan teknis bukan satu-satunya perhatian pemerintah. Pemkab Dharmasraya juga menempatkan proses penjaringan peserta sebagai agenda penting karena para juara nantinya akan masuk dalam proyeksi kontingen Dharmasraya untuk MTQ Sumatera Barat 2027 di Kabupaten Pesisir Selatan.

Medison menyampaikan pesan Bupati agar setiap kecamatan menjalankan proses seleksi secara serius, objektif, dan sesuai aturan.

“Ajang ini untuk menunjukkan prestasi putra-putri kita yang selama ini dibina melalui pondok-pondok dan sekolah-sekolah,” ujar Medison menyampaikan pesan Bupati.

Peserta Harus Berasal dari Dharmasraya

Pemkab Dharmasraya juga menegaskan aturan mengenai asal peserta. Setiap kecamatan harus mengutamakan putra-putri daerah dan tidak boleh mengambil peserta dari luar Kabupaten Dharmasraya.

Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan ruang bagi putra-putri Dharmasraya yang sedang menuntut ilmu di luar daerah. Mereka dapat mengikuti MTQ setelah pihak terkait melakukan komunikasi dan koordinasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Bupati Annisa Pulang dari Kementan Bawa 'Paket Lengkap' untuk Petani Dharmasraya, Bantuan Alsintan hingga Gudang Bulog Mengalir

Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin menjaring seluruh potensi terbaik daerah tanpa mengabaikan para generasi muda Dharmasraya yang sedang menempuh pendidikan di luar wilayah.

Karena itu, camat perlu membangun komunikasi dengan Forum Komunikasi Kecamatan (Forkomca), stakeholder, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lainnya. Kolaborasi tersebut dapat membantu kecamatan menemukan peserta potensial sejak tahap awal.

Koto Salak Bersiap sebagai Tuan Rumah

Sementara itu, Kecamatan Koto Salak mendapat tugas khusus sebagai tuan rumah. Bupati meminta camat segera membentuk panitia tingkat kecamatan dan membangun koordinasi intensif dengan panitia kabupaten.

Selain membentuk kepanitiaan, camat juga perlu menginventarisasi lokasi yang akan menjadi tempat perlombaan. Dalam proses tersebut, camat perlu melibatkan wali nagari agar setiap lokasi memenuhi kebutuhan kegiatan.

Dengan persiapan lebih awal, panitia dapat mengatur sarana, akses, fasilitas pendukung, serta kebutuhan peserta dan masyarakat dengan lebih baik.

Lebih jauh, koordinasi antara panitia kabupaten dan kecamatan akan membantu mencegah kendala teknis ketika pelaksanaan MTQ berlangsung.

MTQ Perkuat Syiar Islam

Pemkab Dharmasraya tidak ingin masyarakat memandang MTQ hanya sebagai kompetisi antar peserta. Pemerintah juga ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran.

Karena itu, seluruh unsur masyarakat perlu ikut memeriahkan rangkaian MTQ. Pemerintah berharap suasana religius dapat tumbuh di tengah masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“MTQ bukan hanya sekadar lomba, tapi gema syiar Islam. Mari memeriahkan dan sukseskan,” katanya.

Selain memperkuat nilai keagamaan, MTQ juga dapat menghadirkan manfaat ekonomi. Kehadiran peserta, pendamping, panitia, dan masyarakat berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi kegiatan.

UMKM Ikut Rasakan Dampak MTQ

Pemkab Dharmasraya mendorong pelaku UMKM memanfaatkan momentum MTQ untuk mengembangkan usaha. Ramainya aktivitas masyarakat selama kegiatan dapat membuka peluang bagi pedagang makanan, minuman, kerajinan, serta produk lokal lainnya.

“Kehadiran MTQ harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Medison.

Oleh sebab itu, pemerintah ingin menghubungkan agenda keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan begitu, pelaksanaan MTQ dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi warga sekitar.

Baca Juga :  Bupati Annisa Jemput Program 3 Juta Rumah, Bawa Harapan Baru bagi Ribuan Warga Dharmasraya

Seleksi MTQ Jadi Modal Hadapi MTQ Sumbar

Setelah MTQ tingkat kabupaten selesai, proses pembinaan peserta terbaik akan menjadi perhatian berikutnya. Pemerintah ingin menjaga konsistensi pembinaan agar para juara tidak berhenti pada pencapaian di tingkat kabupaten.

Selanjutnya, mereka akan menjalani persiapan untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027 di Kabupaten Pesisir Selatan.

Pemerintah daerah berharap proses seleksi yang ketat mampu menghasilkan kafilah berkualitas. Pada saat yang sama, pembinaan dari pondok pesantren, sekolah, KUA, pemerintah kecamatan, dan berbagai lembaga terkait perlu terus berjalan.

FAQ

Kapan MTQ Nasional ke-XIII tingkat Kabupaten Dharmasraya berlangsung?

Pemkab Dharmasraya merencanakan pelaksanaan MTQ pada pekan kedua November 2026.

Kecamatan mana yang menjadi tuan rumah?

Kecamatan Koto Salak menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-XIII tingkat Kabupaten Dharmasraya tahun 2026.

Berapa cabang yang akan diperlombakan?

Panitia merencanakan 10 cabang perlombaan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya akan mematangkan petunjuk teknis setiap cabang.

Apakah kecamatan boleh mengambil peserta dari luar Dharmasraya?

Tidak. Pemkab Dharmasraya meminta setiap kecamatan mengutamakan peserta yang berasal dari daerah sendiri dan tidak mengambil peserta dari luar kabupaten.

Bagaimana dengan warga Dharmasraya yang sedang sekolah di luar daerah?

Putra-putri Dharmasraya yang sedang menuntut ilmu di luar daerah tetap dapat mengikuti MTQ. Namun, pihak terkait perlu melakukan komunikasi dan koordinasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengapa proses seleksi peserta menjadi perhatian utama?

MTQ tingkat kabupaten juga menjadi tahap awal untuk mencari kafilah terbaik yang akan memperkuat kontingen Dharmasraya pada MTQ Sumatera Barat 2027 di Kabupaten Pesisir Selatan.

Apa tujuan MTQ selain mencari juara?

MTQ menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

Apa peran Kecamatan Koto Salak sebagai tuan rumah?

Camat Koto Salak perlu membentuk panitia tingkat kecamatan, berkoordinasi dengan panitia kabupaten, serta menginventarisasi lokasi lomba bersama wali nagari dan unsur masyarakat lainnya.(Tim)

Berita Terkait

64 Hotspot Muncul, Dharmasraya Naikkan Karhutla ke Siaga Darurat
Enam Jalan di Dharmasraya Segera Diaspal September, Warga di 6 Titik Ini Bakal Rasakan Perubahannya
8 Kursi Kepala OPD Dharmasraya Dibuka, ASN Berebut Posisi Strategis Mulai 7 September
Jembatan Sungai Pinang Tuntas, Warga Timpeh Dharmasraya Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Kebun hingga Berobat
Tiga Nagari di Dharmasraya Bersiap Pilih Wali Nagari, 28 Oktober Jadi Hari Penentuan
Dharmasraya Pasang Alarm Dini Karhutla, Camat dan Wali Nagari Diminta Bergerak Sebelum Api Membesar
Lumpur Disulap Jadi Mahakarya, “Goresan Lumpur Ranah Cati Nan Tigo” Bawa Nama Dharmasraya ke Jambore PKK Sumbar
Medison Resmi Pimpin Korpri Dharmasraya, Babak Baru Organisasi ASN hingga 2031
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:39 WIB

64 Hotspot Muncul, Dharmasraya Naikkan Karhutla ke Siaga Darurat

Selasa, 8 September 2026 - 17:30 WIB

Bukan Sekadar Lomba, MTQ Dharmasraya 2026 Jadi Jalan Menuju Panggung Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Enam Jalan di Dharmasraya Segera Diaspal September, Warga di 6 Titik Ini Bakal Rasakan Perubahannya

Senin, 7 September 2026 - 11:59 WIB

8 Kursi Kepala OPD Dharmasraya Dibuka, ASN Berebut Posisi Strategis Mulai 7 September

Minggu, 6 September 2026 - 19:00 WIB

Jembatan Sungai Pinang Tuntas, Warga Timpeh Dharmasraya Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Kebun hingga Berobat

Berita Terbaru

Dharmasraya

64 Hotspot Muncul, Dharmasraya Naikkan Karhutla ke Siaga Darurat

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:39 WIB