8 Kursi Kepala OPD Dharmasraya Dibuka, ASN Berebut Posisi Strategis Mulai 7 September

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DHARMASRAYA – Seleksi JPT Pratama Dharmasraya 2026

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya membuka peluang bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk mengisi delapan posisi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Pemkab membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama mulai Senin, 7 September 2026.

Seleksi tersebut berlangsung hingga 21 September 2026. Selama periode itu, peserta dapat mendaftar melalui platform ASN Karier dengan menggunakan akun MyASN masing-masing.

Menariknya, panitia memberi ruang bagi setiap peserta untuk memilih maksimal dua jabatan. Karena itu, para pelamar perlu mencermati persyaratan sekaligus memilih posisi yang paling sesuai dengan kompetensi dan pengalaman mereka.

Delapan Posisi Pimpinan Menanti

Pemkab Dharmasraya membuka seleksi untuk delapan jabatan strategis. Posisi tersebut mencakup:

1. Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

2. Kepala Dinas Perhubungan.

3. Kepala Dinas Pendidikan.

4. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

5. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

6. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

7. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

8. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran.

Pemkab mencantumkan pembukaan seleksi itu dalam Surat Pengumuman Nomor 800.1.4/1251/PANSEL/JPT-2026 tertanggal 4 September 2026.

Sekretaris Daerah Dharmasraya Medison, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel), menandatangani surat pengumuman tersebut.

Pelamar Harus Memenuhi Sejumlah Syarat

Panitia menetapkan beberapa persyaratan utama bagi calon peserta. Pelamar harus berstatus PNS dan memiliki ijazah minimal S1 atau D4 yang sesuai dengan jabatan yang mereka pilih.

Selain itu, pelamar harus memiliki pangkat paling rendah Pembina atau golongan ruang IV/a. Mereka juga harus berusia maksimal 56 tahun ketika menjalani pelantikan.

Tidak kalah penting, calon peserta wajib memiliki pengalaman jabatan yang berkaitan dengan posisi yang mereka lamar. Panitia mensyaratkan pengalaman tersebut minimal lima tahun secara kumulatif.

Baca Juga :  CPNS 2026 Akan Dibuka? Cek Formasi dan Syaratnya

Dengan persyaratan itu, panitia ingin menjaring ASN yang memiliki pengalaman sekaligus kesiapan untuk memimpin perangkat daerah.

Medison Dorong ASN Berkualitas

Sekda Dharmasraya Medison mengatakan Pemkab menjalankan seleksi terbuka tersebut sebagai bagian dari komitmen menerapkan sistem merit di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani.

Menurut Medison, proses seleksi harus mampu menemukan ASN yang memiliki kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan. Karena itu, panitia membuka proses secara kompetitif agar setiap peserta mendapat kesempatan yang sama.

“Melalui proses seleksi yang terbuka dan kompetitif ini, kita berharap mendapatkan pejabat yang benar-benar memiliki kompetensi, integritas dan komitmen untuk bekerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah”

Medison juga berharap pejabat yang terpilih nanti mampu memperkuat kinerja pemerintahan. Selain itu, mereka harus mampu mendukung visi dan misi Bupati Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni.

“ASN yang berkualitas menjadi kekuatan penting dalam mendukung visi dan misi Bupati Annisa Suci Ramadhani serta mewujudkan pelayanan pemerintahan yang semakin baik,” ujar Medison.

Empat Komponen Menentukan Nilai Peserta

Selanjutnya, panitia akan menguji kemampuan peserta melalui beberapa tahapan. Proses tersebut mencakup seleksi administrasi, assessment test kompetensi manajerial dan sosial kultural, presentasi makalah, wawancara, serta penilaian rekam jejak.

Panitia membagi bobot penilaian ke dalam empat komponen. Assessment test memiliki bobot 25 persen, presentasi makalah 20 persen, wawancara 35 persen, dan rekam jejak 20 persen.

Dengan komposisi tersebut, wawancara menjadi tahapan dengan bobot paling besar. Namun, panitia tetap menggabungkan seluruh nilai untuk menentukan peringkat akhir peserta.

Seleksi Berlangsung hingga Oktober

Panitia menjadwalkan seleksi administrasi pada 22–24 September 2026. Setelah itu, peserta mengikuti assessment test pada 29–30 September.

Berikutnya, panitia menggelar presentasi makalah dan wawancara pada 5–6 Oktober 2026. Kemudian, panitia melakukan penilaian rekam jejak pada 7–8 Oktober.

Baca Juga :  Jembatan Kabel Mendadak Jadi Lautan Manusia, Ini Semarak Dharmasraya Merah Putih Run 2026

Panitia menargetkan pengumuman hasil seleksi pada 9 Oktober 2026. Sehari kemudian, panitia menyampaikan hasil penilaian kepada Pejabat Pembina Kepegawaian.

Selanjutnya, panitia menyampaikan hasil tersebut kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 12 Oktober 2026. Setelah itu, pengumuman tiga besar mengikuti rekomendasi BKN.

Sistem Kumulatif Tentukan Tiga Besar

Panitia menggunakan metode penilaian kumulatif dalam seleksi tersebut. Artinya, seluruh peserta yang lolos administrasi wajib mengikuti semua tahapan.

Setelah seluruh tahapan selesai, panitia menggabungkan nilai peserta. Kemudian, panitia menyusun peringkat berdasarkan hasil keseluruhan untuk menentukan tiga peserta dengan nilai terbaik pada masing-masing jabatan.

Mekanisme tersebut membuat setiap tahapan memiliki peran dalam menentukan hasil akhir. Karena itu, peserta tidak hanya perlu mengandalkan kemampuan saat wawancara, tetapi juga harus menunjukkan kompetensi dan rekam jejak yang kuat sejak awal proses.

FAQ

Kapan pendaftaran seleksi JPT Pratama Dharmasraya berlangsung?

Pendaftaran berlangsung mulai 7 hingga 21 September 2026 melalui ASN Karier dengan akun MyASN.

Berapa jabatan yang dapat dipilih peserta?

Setiap peserta dapat melamar paling banyak dua jabatan.

Siapa yang dapat mengikuti seleksi?

Seleksi terbuka bagi PNS yang memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan panitia.

Berapa pendidikan minimal bagi pelamar?

Pelamar harus memiliki pendidikan minimal S1 atau D4 yang sesuai dengan jabatan yang mereka lamar.

Berapa pangkat minimal pelamar?

Panitia menetapkan pangkat minimal Pembina atau golongan ruang IV/a.

Berapa lama pengalaman jabatan yang harus dimiliki pelamar?

Pelamar harus memiliki pengalaman jabatan terkait minimal lima tahun secara kumulatif.

Kapan panitia mengumumkan hasil seleksi?

Panitia menjadwalkan pengumuman hasil seleksi pada 9 Oktober 2026.

Bagaimana panitia menentukan tiga besar?

Panitia menggabungkan nilai seluruh tahapan seleksi, kemudian menyusun peringkat untuk menentukan tiga peserta dengan nilai terbaik pada setiap jabatan.(Tim)

Berita Terkait

Jembatan Sungai Pinang Tuntas, Warga Timpeh Dharmasraya Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Kebun hingga Berobat
Tiga Nagari di Dharmasraya Bersiap Pilih Wali Nagari, 28 Oktober Jadi Hari Penentuan
Dharmasraya Pasang Alarm Dini Karhutla, Camat dan Wali Nagari Diminta Bergerak Sebelum Api Membesar
Lumpur Disulap Jadi Mahakarya, “Goresan Lumpur Ranah Cati Nan Tigo” Bawa Nama Dharmasraya ke Jambore PKK Sumbar
Medison Resmi Pimpin Korpri Dharmasraya, Babak Baru Organisasi ASN hingga 2031
Jambore PKK Sumbar 2026 Jadi Panggung Dharmasraya, Leli Arni Bawa Pesan Kuat soal Kader dan UMKM
Bukan Sekadar Makan Ikan, GAS Dharmasraya Bidik Kebiasaan Sehat Anak Sejak di Sekolah
Air Batang Siat Mendadak Menghitam, DLH Sumbar Telusuri Hulu dan Periksa IPAL 2 PKS di Dharmasraya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:59 WIB

8 Kursi Kepala OPD Dharmasraya Dibuka, ASN Berebut Posisi Strategis Mulai 7 September

Minggu, 6 September 2026 - 19:00 WIB

Jembatan Sungai Pinang Tuntas, Warga Timpeh Dharmasraya Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Kebun hingga Berobat

Sabtu, 5 September 2026 - 18:14 WIB

Tiga Nagari di Dharmasraya Bersiap Pilih Wali Nagari, 28 Oktober Jadi Hari Penentuan

Kamis, 3 September 2026 - 20:44 WIB

Dharmasraya Pasang Alarm Dini Karhutla, Camat dan Wali Nagari Diminta Bergerak Sebelum Api Membesar

Kamis, 3 September 2026 - 13:00 WIB

Lumpur Disulap Jadi Mahakarya, “Goresan Lumpur Ranah Cati Nan Tigo” Bawa Nama Dharmasraya ke Jambore PKK Sumbar

Berita Terbaru