MUARO JAMBI – Polusi udara Muaro Jambi
Pemkab Muaro Jambi mengubah pola belajar siswa setelah kualitas udara di daerah tersebut kembali memburuk. Pemerintah meminta sekolah jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka.
Kebijakan itu berlaku selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 7-9 September 2026. Selama periode tersebut, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah melalui sistem daring atau online.
Pemkab mengambil langkah tersebut setelah indeks kualitas udara mencatat PM2,5 pada level 172 hingga 249. Angka itu menunjukkan kondisi udara dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Karena itu, pemerintah memilih pembelajaran daring untuk mengurangi paparan polusi terhadap anak-anak.
Bupati Muaro Jambi Utamakan Keselamatan Siswa
Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno menilai pemerintah perlu mengambil langkah pencegahan ketika kualitas udara mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Menurutnya, kesehatan anak harus menjadi prioritas dalam situasi tersebut.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, pembelajaran daring adalah langkah pencegahan yang paling rasional untuk sementara waktu,” kata Bambang Bayu Suseno.
Dengan kebijakan ini, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar tanpa harus datang ke sekolah. Guru kemudian mengatur proses pembelajaran menggunakan platform daring yang tersedia.
Guru Tetap Mengajar dari Sekolah
Meski siswa belajar dari rumah, guru dan tenaga pendidik tetap menjalankan tugas dari sekolah masing-masing. Mereka menyiapkan materi, memberikan tugas, berkomunikasi dengan siswa, serta memantau kegiatan belajar melalui platform online.
Selain itu, guru wajib menggunakan masker ketika berada di lingkungan sekolah. Langkah tersebut membantu guru mengurangi paparan polusi selama kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.
Sementara itu, kepala satuan pendidikan perlu memantau kegiatan belajar setiap hari. Mereka juga harus memastikan guru menjalankan pembelajaran sesuai jadwal dan siswa mengikuti materi dari rumah.
Orang Tua Perlu Awasi Kondisi Anak
Selain sekolah, Pemkab Muaro Jambi meminta orang tua atau wali ikut mengambil peran selama kebijakan pembelajaran daring berlangsung.
Orang tua perlu memantau kondisi kesehatan anak dan memperhatikan setiap keluhan yang muncul. Kemudian, mereka sebaiknya membatasi aktivitas anak di luar rumah, terutama kegiatan yang tidak mendesak.
“Kami meminta orang tua ikut mengawasi kondisi kesehatan anak. Untuk sementara, aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan sebaiknya dibatasi,” ujarnya.
Dengan begitu, sekolah dan keluarga dapat menjalankan langkah perlindungan secara bersama-sama. Pemerintah berharap pembatasan aktivitas luar rumah dapat membantu anak mengurangi paparan udara yang tidak sehat.
Pemkab Muaro Jambi Perkuat Koordinasi
Selanjutnya, Pemkab Muaro Jambi memperkuat koordinasi dengan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan, pengawas sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta instansi terkait.
Koordinasi tersebut membantu pemerintah memantau kegiatan pembelajaran daring sekaligus mengikuti perkembangan kualitas udara. Jika kondisi berubah, pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan.
Pemkab juga akan mengevaluasi kebijakan tersebut berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya melihat angka kualitas udara, tetapi juga mempertimbangkan kondisi siswa dan masyarakat.
“Kita tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan peserta didik,” tukasnya.
FAQ
Mengapa sekolah di Muaro Jambi mengalihkan pembelajaran ke sistem daring?
Pemkab Muaro Jambi mengambil langkah tersebut karena kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Indeks PM2,5 tercatat pada level 172 hingga 249.
Sekolah jenjang apa yang mengikuti kebijakan ini?
Kebijakan tersebut mencakup sekolah jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Muaro Jambi.
Kapan siswa mulai belajar dari rumah?
Siswa mulai mengikuti pembelajaran daring pada Senin, 7 September 2026, hingga Rabu, 9 September 2026.
Apakah guru juga belajar dari rumah?
Tidak. Guru dan tenaga pendidik tetap menjalankan tugas dari sekolah masing-masing sambil mengelola pembelajaran daring.
Mengapa guru tetap masuk sekolah?
Guru tetap menjalankan tugas dari sekolah agar mereka dapat menyiapkan materi, mengelola pembelajaran, berkomunikasi dengan siswa, dan memantau kegiatan belajar secara teratur.
Apa yang perlu dilakukan orang tua?
Orang tua perlu memantau kesehatan anak dan membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak selama kualitas udara masih memburuk.
Apakah kebijakan ini berlaku permanen?
Tidak. Pemkab Muaro Jambi akan mengevaluasi kebijakan berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat.(Tim)









