Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Generasi muda Sumbar kuasai AI

 

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meminta generasi muda memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara cerdas. Ia menilai kemampuan menggunakan AI harus berjalan bersama karakter, moral, kejujuran, dan kemampuan berpikir kritis.

Menurut Mahyeldi, AI menawarkan banyak kemudahan bagi pelajar dan guru. Namun, teknologi tersebut tidak boleh mengambil alih peran manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Karena itu, ia mendorong sekolah membangun kebiasaan belajar yang membuat siswa aktif bertanya, memeriksa informasi, serta menguji setiap jawaban yang mereka peroleh melalui teknologi digital.

Mahyeldi menyampaikan pesan tersebut saat membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026).

Yayasan Ruangguru bersama ASEAN Foundation menggelar pelatihan itu untuk meningkatkan kesiapan pelajar dan pendidik dalam menghadapi perkembangan AI.

Mahyeldi Tekankan Kendali Manusia atas AI

Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi Yayasan Ruangguru, ASEAN Foundation, dan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam menghadirkan program literasi AI.

Menurutnya, AI dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas pekerjaan. Selain itu, teknologi tersebut juga dapat mempercepat proses kerja dan menciptakan efisiensi, terutama dalam dunia pendidikan.

Meski begitu, Mahyeldi mengingatkan generasi muda agar tidak menggunakan AI secara sembarangan. Ia meminta mereka tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan utama.

“AI memberikan banyak kemudahan, efisiensi, dan percepatan. Namun, teknologi tidak memiliki karakter dan moral. Karena itu, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan agar AI menjadi alat yang kita kendalikan, bukan justru mengendalikan kita,” tegas Mahyeldi.

Dengan demikian, Mahyeldi ingin generasi muda melihat AI sebagai alat bantu. Mereka tetap harus menggunakan kemampuan berpikir sendiri untuk menilai hasil yang muncul dari teknologi tersebut.

Siswa Harus Berani Mempertanyakan Informasi

Selanjutnya, Mahyeldi menyoroti kemampuan siswa dalam menyaring informasi. Ia meminta guru membiasakan siswa memeriksa kembali setiap informasi yang mereka temukan melalui internet maupun AI.

“Anak-anak kita jangan hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga harus mampu mempertanyakan informasi tersebut. Kemampuan bertanya, memeriksa, dan berpikir kritis harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Malware AI Mulai Incar Windows, Antivirus Biasa Tak Lagi Mampu Tangkal Ancaman

Menurut Mahyeldi, siswa tidak cukup hanya mengetahui cara mencari informasi. Mereka juga perlu memahami sumber informasi, menguji kebenarannya, lalu mengambil kesimpulan secara mandiri.

Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam membangun pola belajar tersebut. Guru juga perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak cepat.

Karakter Tetap Jadi Bekal Utama

Mahyeldi kemudian mengaitkan kemampuan berpikir kritis dengan karakter masyarakat Minangkabau. Ia menyebut masyarakat Minangkabau memiliki tradisi menggunakan akal dan pertimbangan ketika menghadapi berbagai persoalan.

Karena itu, perkembangan AI seharusnya tidak menggeser nilai tersebut. Sebaliknya, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kemampuan belajar dan menyelesaikan berbagai persoalan.

Mahyeldi juga meminta generasi muda menjaga kejujuran dan akhlak ketika menggunakan teknologi.

“Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Kuasai teknologi, tetapi jangan kehilangan karakter, kejujuran, dan akhlak. Jangan sampai teknologi menguasai kita; kitalah yang harus mengendalikan dan memanfaatkannya untuk kebaikan,” katanya.

Pesan tersebut menjadi semakin penting ketika AI mulai masuk ke berbagai aktivitas pendidikan. Siswa memang dapat memperoleh informasi dengan cepat. Namun, mereka tetap membutuhkan kemampuan manusia untuk menilai, memahami, dan menggunakan informasi tersebut secara bertanggung jawab.

AI Ready ASEAN Jangkau 8,6 Juta Orang

Sementara itu, Head of Programme ASEAN Foundation Ilan Asqolani menjelaskan Program AI Ready ASEAN mendapat dukungan Google.org.

Program tersebut mendorong masyarakat ASEAN menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Hingga kini, AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 8,6 juta penerima manfaat di 10 negara ASEAN.

Khusus di Indonesia, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5,4 juta penerima manfaat. Angka tersebut melampaui target awal sekitar 2,7 juta orang.

Ilan menjelaskan program itu tidak hanya mengajarkan masyarakat cara menggunakan AI. Lebih dari itu, program tersebut juga membantu peserta memahami teknologi, mempertanyakan hasilnya, serta mengenali risiko dan keterbatasannya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna AI. Mereka juga dapat memahami cara menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

1.000 Siswa Ikuti Pelatihan di Padang

Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Mahyan mengatakan pelatihan tersebut melibatkan seluruh kepala SMA/SMK se-Sumbar.

Para wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, sebanyak 1.000 siswa SMA/SMK dari Kota Padang hadir langsung di lokasi.

Sementara itu, peserta dari daerah lain mengikuti pelatihan secara daring.

Mahyan berharap kegiatan tersebut mendorong guru menciptakan inovasi dalam pembelajaran. Pada saat yang sama, guru juga dapat memahami etika penggunaan AI di lingkungan sekolah.

“Kami berharap pelatihan ini mendorong guru melahirkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran, sekaligus memahami etika dalam pemanfaatan AI,” ujar Mahyan.

FAQ

Apa pesan Mahyeldi kepada generasi muda terkait AI?

Mahyeldi meminta generasi muda menguasai AI tanpa meninggalkan karakter, kejujuran, akhlak, moral, dan kemampuan berpikir kritis.

Mengapa siswa perlu memeriksa informasi dari AI?

Siswa perlu memeriksa informasi agar mereka tidak langsung menerima setiap jawaban AI tanpa mempertimbangkan kebenaran dan konteksnya.

Apa tujuan AI Ready ASEAN?

AI Ready ASEAN bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat ASEAN dalam menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Berapa penerima manfaat AI Ready ASEAN di Indonesia?

Program tersebut telah menjangkau lebih dari 5,4 juta penerima manfaat di Indonesia, melampaui target awal sekitar 2,7 juta orang.

Siapa yang mengikuti pelatihan AI di Sumbar?

Pelatihan melibatkan kepala SMA/SMK se-Sumbar, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta 1.000 siswa SMA/SMK dari Kota Padang. Peserta dari daerah lain mengikuti kegiatan secara daring.

Apa peran guru dalam penggunaan AI?

Guru perlu meningkatkan kompetensi, mengarahkan siswa menggunakan AI secara tepat, serta mengajarkan etika dan kemampuan berpikir kritis saat memanfaatkan teknologi.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan
Kelangkaan Solar di Sumbar, Mahyeldi Bawa Keluhan Warga ke Danantara: Pertamina Segera Dipanggil
Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku
Udara Muaro Jambi Bikin Cemas, Sekolah Pilih Daring 3 Hari untuk Lindungi Siswa
Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri
USR ke-10 Unbrah Masuk Dharmasraya, Leli Arni Punya Target Besar untuk 52 Nagari
2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Kamis, 3 September 2026 - 13:34 WIB

Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Udara Muaro Jambi Bikin Cemas, Sekolah Pilih Daring 3 Hari untuk Lindungi Siswa

Berita Terbaru