Malware AI Mulai Incar Windows, Antivirus Biasa Tak Lagi Mampu Tangkal Ancaman

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ancaman siber pada perangkat berbasis Windows 11 terus meningkat. Kini, pelaku kejahatan digital mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan malware yang lebih canggih dan sulit terdeteksi.

Laporan PCWorld mengungkap kemunculan malware berbasis AI bernama “DeepLoad”. Malware ini memakai teknik fileless attack yang tidak bergantung pada file mencurigakan seperti virus konvensional.

Pelaku biasanya menipu korban agar menjalankan perintah yang terlihat aman melalui Command Prompt atau PowerShell. Dari langkah itu, malware langsung menyusup ke sistem tanpa terdeteksi.

Setelah berhasil masuk, malware memanfaatkan tools bawaan Windows untuk menyamarkan aktivitasnya. Teknik ini membuat sistem keamanan sulit mengenali ancaman karena tidak menemukan pola serangan yang umum.

Baca Juga :  Honor X7d dan X6c Resmi di Indonesia, HP Baterai Jumbo Rp 3 Jutaan dengan Fitur AI Terbaru

Serangan ini membawa risiko besar. Malware dapat mencuri data sensitif milik pengguna hingga perusahaan. Bahkan, malware berbasis AI mampu mengubah kode secara dinamis agar lolos dari deteksi antivirus tradisional.

Situasi ini mendorong Microsoft untuk bergerak cepat. Perusahaan merilis pembaruan keamanan darurat pada pertengahan Maret untuk Windows 11, termasuk versi Enterprise seperti 24H2 dan 25H2.

Pembaruan ini menutup celah kritis pada layanan Routing and Remote Access Service (RRAS). Celah tersebut sebelumnya memungkinkan penyerang menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh.

Dalam beberapa kasus, korban hanya perlu terhubung ke server yang telah disusupi. Setelah itu, penyerang bisa langsung mengambil alih sistem.

Baca Juga :  Shopee PHK Global 2026 di Tengah Ledakan AI, Ratusan Karyawan Tim Pengembang Terdampak Restrukturisasi Sea Limited

Ancaman juga muncul di aplikasi produktivitas. Microsoft menutup lebih dari 80 celah keamanan dalam pembaruan Patch Tuesday terbaru. Celah tersebut mencakup aplikasi seperti Excel dan Outlook.

Pada kondisi tertentu, penyerang bahkan bisa menjalankan kode berbahaya melalui panel pratinjau di Outlook. Selain itu, fitur AI seperti Copilot juga berpotensi memicu risiko baru jika pengguna tidak berhati-hati dalam mengelola data.

Pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan. Segera perbarui sistem Windows, hindari menjalankan perintah sembarangan di PowerShell, dan jangan mudah percaya pada instruksi mencurigakan di internet maupun email.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Berita Terbaru