HP RAM 2GB Kini Bisa Pakai AI, Google Rilis Gemini Go Versi Ringan untuk Android Go

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Google kembali memperluas ekosistem kecerdasan buatannya dengan meluncurkan Gemini Go, versi ringan dari aplikasi Gemini yang dirancang khusus untuk perangkat Android kelas bawah. Langkah ini membuka peluang baru bagi jutaan pengguna smartphone murah yang selama ini belum bisa menikmati fitur AI secara optimal.

Peluncuran ini menjadi sorotan karena Google menargetkan perangkat dengan spesifikasi sangat terbatas, termasuk ponsel dengan RAM hanya 2 GB. Melalui inovasi ini, Google berupaya mempersempit kesenjangan teknologi antara perangkat flagship dan smartphone entry-level yang menggunakan Android Go.

Di sisi lain, kehadiran Gemini Go juga menandai pergeseran strategi Google dalam menghadirkan AI yang lebih inklusif. Alih-alih hanya fokus pada perangkat premium, perusahaan kini mendorong adopsi kecerdasan buatan hingga ke pengguna ponsel murah di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

AI Ringan yang Disesuaikan untuk Perangkat Hemat Daya

Google merancang Gemini Go agar tetap berjalan lancar di perangkat dengan sumber daya terbatas. Aplikasi ini tidak hanya mengurangi beban sistem, tetapi juga mengoptimalkan pemrosesan agar tidak menguras memori dan baterai.

Meski ringan, Gemini Go tetap membawa fitur utama seperti versi regulernya. Pengguna dapat berinteraksi melalui percakapan natural untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencari informasi, mengirim pesan, hingga menjalankan perintah dasar di perangkat.

Google bahkan menegaskan bahwa aplikasi ini mampu bekerja di smartphone RAM 2 GB, sebuah spesifikasi yang masih banyak digunakan di segmen pasar bawah.

Fungsi Harian Lebih Praktis, Bukan Sekadar Chatbot

Dalam implementasinya, Gemini Go tidak hanya berperan sebagai chatbot. Google merancangnya sebagai asisten digital yang lebih aktif membantu aktivitas harian pengguna.

Pengguna dapat meminta Gemini Go untuk:

Mengatur alarm atau pengingat

Baca Juga :  HP Murah Rasa Flagship Kembali Viral, Nuu B40 5G Bawa Layar Belakang Canggih Bikin Kelas Rp 3 Jutaan Geger

Mencari rute perjalanan dan estimasi waktu tempuh

Menemukan restoran atau lokasi tertentu

Mengirim pesan atau melakukan panggilan

Menyusun agenda kalender

Memutar musik sesuai suasana hati

Selain itu, sistem ini juga mampu memahami konteks tambahan melalui unggahan file. Pengguna bisa mengirim dokumen, foto, atau file lain untuk membantu AI memberikan jawaban yang lebih akurat.

Google menilai pendekatan ini membuat Gemini Go lebih relevan dibandingkan asisten digital lama yang cenderung terbatas dalam memahami konteks percakapan.

Pengganti Assistant Go di Perangkat Android Ringan

Dalam pengumuman yang sama, Google juga memastikan bahwa Gemini Go akan menggantikan Assistant Go. Aplikasi lama ini sebelumnya berfungsi sebagai versi sederhana Google Assistant untuk perangkat dengan spesifikasi rendah.

Google belum menjelaskan secara detail alasan penghentian Assistant Go. Namun, langkah ini mengindikasikan konsolidasi layanan agar tidak terjadi tumpang tindih fitur dalam ekosistem asisten digital mereka.

Dengan transisi ini, Gemini Go akan menjadi satu pintu utama bagi pengguna Android Go untuk mengakses layanan AI dan asisten digital dalam satu aplikasi.

Akses dan Distribusi Bertahap

Google menyebut peluncuran Gemini Go akan dilakukan secara bertahap ke seluruh dunia. Pengguna perangkat Android Go dapat mengecek ketersediaannya melalui pembaruan aplikasi Google di Play Store.

Setelah terpasang, pengguna dapat mengaktifkan Gemini Go melalui tombol Home atau tombol Power, tergantung dukungan perangkat. Cara ini mengikuti pola penggunaan asisten digital sebelumnya, sehingga pengguna tidak perlu beradaptasi terlalu jauh.

Dampak untuk Pasar Smartphone Murah

Kehadiran Gemini Go membawa dampak besar bagi ekosistem smartphone entry-level. Selama ini, fitur AI canggih lebih banyak hadir di perangkat kelas menengah ke atas karena keterbatasan hardware.

Baca Juga :  Zuckerberg Gagal Akuisisi DeepMind, Makan Malam Jadi Penentu Kemenangan Google

Dengan hadirnya versi ringan ini, produsen ponsel murah berpotensi menawarkan nilai tambah baru tanpa harus meningkatkan spesifikasi secara signifikan. Hal ini juga dapat memperkuat posisi Android di pasar global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Selain itu, integrasi AI di perangkat murah membuka peluang baru dalam literasi digital, produktivitas, hingga akses informasi yang lebih cepat bagi pengguna pemula.

Tantangan: Fitur Ringan vs Keterbatasan Teknologi

Meski membawa banyak keunggulan, Gemini Go tetap menghadapi tantangan. Google belum menjelaskan secara rinci perbedaan fitur antara versi Go dan versi reguler Gemini.

Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait batas kemampuan AI ketika dijalankan di perangkat dengan spesifikasi rendah. Selain itu, efisiensi pemrosesan data juga menjadi faktor penting agar aplikasi tetap responsif.

Namun, Google menegaskan bahwa mereka akan terus mengembangkan ekosistem AI agar tetap optimal di berbagai kelas perangkat.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu Gemini Go?

Gemini Go adalah versi ringan dari aplikasi AI Gemini yang dirancang untuk smartphone Android dengan spesifikasi rendah.

2. Apakah Gemini Go bisa digunakan di HP RAM 2 GB?

Ya, Google menyatakan aplikasi ini dapat berjalan pada perangkat dengan RAM minimal 2 GB.

3. Apa perbedaan Gemini Go dan Gemini biasa?

Google belum menjelaskan secara detail, tetapi Gemini Go dioptimalkan agar lebih ringan dan hemat sumber daya.

4. Apakah Gemini Go menggantikan Google Assistant?

Untuk perangkat Android Go, Gemini Go akan menggantikan Assistant Go sebagai asisten digital utama.

5. Kapan Gemini Go tersedia di Indonesia?

Peluncurannya dilakukan bertahap secara global, termasuk Indonesia, melalui pembaruan aplikasi Google di Play Store.(Tim)

Berita Terkait

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya
Deretan HP Turun Harga Juni 2026: Redmi Note 14 Pro 5G hingga Vivo V40 Lite, Ini yang Paling Worth It Dibeli
Meta Business Agent Resmi Meluncur: AI ‘Karyawan Digital’ yang Balas Chat, Jualan, dan Layani Pelanggan 24 Jam Nonstop
Asus ProArt P14 dan P16 Resmi Meluncur: Laptop AI Superchip RTX Spark Bawa Performa 1 Petaflop untuk Kreator
Huawei Nova 16 Ultra Baterai 7.000 mAh, Kamera 200 MP, dan Ekosistem Tanpa Google
Telkom Bangun Ekosistem AI Nasional dari Data Center hingga LLM Indonesia
Tanpa Zenfone, ASUS Fokus ke Tablet: Pad OLED 144Hz Baterai 9.000 mAh Meluncur
Huawei nova Y74 Meluncur dengan Baterai 6620mAh, Tantang Dominasi HP Tahan Lama di Kelas Entry Level
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:01 WIB

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:15 WIB

HP RAM 2GB Kini Bisa Pakai AI, Google Rilis Gemini Go Versi Ringan untuk Android Go

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:00 WIB

Deretan HP Turun Harga Juni 2026: Redmi Note 14 Pro 5G hingga Vivo V40 Lite, Ini yang Paling Worth It Dibeli

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:31 WIB

Meta Business Agent Resmi Meluncur: AI ‘Karyawan Digital’ yang Balas Chat, Jualan, dan Layani Pelanggan 24 Jam Nonstop

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:51 WIB

Asus ProArt P14 dan P16 Resmi Meluncur: Laptop AI Superchip RTX Spark Bawa Performa 1 Petaflop untuk Kreator

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya

Sabtu, 6 Jun 2026 - 00:01 WIB

Oplus_0

Ekonomi

Kopi Kerinci Tembus Mesir, Pelindo Jambi Kirim 19,2 Ton

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:00 WIB