BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Limbah ampas kopi Gayo tidak lagi sekadar menjadi sisa olahan kopi. Kini, limbah tersebut membuka peluang besar bagi industri kemasan pangan setelah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengolahnya menjadi material ramah lingkungan dengan berbagai keunggulan.

Inovasi itu menawarkan solusi atas tingginya penggunaan plastik konvensional di industri pangan. Selain mengurangi timbunan limbah, pemanfaatan ampas kopi Gayo juga menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular.

Postdoctoral Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Haya Fathana, memaparkan hasil penelitian tersebut melalui webinar Jejak Kimia Molekuler Edisi ke-10. Dalam presentasinya yang berjudul Kajian Fisikokimia Film Komposit Kitosan Berbasis Limbah Ampas Kopi Gayo dan Aplikasinya, ia menjelaskan berbagai potensi material berbasis biomassa lokal untuk kemasan pangan masa depan.

Plastik Masih Mendominasi Industri Pangan

Haya menjelaskan, industri pangan hingga kini masih mengandalkan plastik konvensional sebagai bahan kemasan. Padahal, plastik sulit terurai sehingga terus menambah beban pencemaran lingkungan.

“Oleh sebab itu, diperlukan material alternatif yang ramah lingkungan dan berkinerja baik,” tambahnya.

Selanjutnya, Haya menjelaskan bahwa kitosan memiliki potensi besar sebagai biopolimer karena mudah terurai secara alami, memiliki biokompatibilitas yang baik, dan mampu membentuk lapisan film. Namun, material tersebut masih memiliki kekurangan pada kekuatan mekanik dan ketahanan terhadap air sehingga memerlukan penguatan.

Ampas Kopi Gayo Perkuat Material Komposit

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, tim peneliti memanfaatkan limbah ampas kopi Gayo yang mengandung selulosa, hemiselulosa, lignin, dan polifenol dalam jumlah tinggi.

Baca Juga :  Bupati Annisa Bawa Nama Dharmasraya ke Forum Nasional, Jadi Satu-satunya Kepala Daerah Luar Jawa yang Bicara Soal Layanan Kesehatan

Kandungan tersebut membantu meningkatkan kekuatan mekanik, stabilitas termal, sifat hidrofobik, serta aktivitas antioksidan pada material komposit. Selain itu, tim juga menambahkan nanopartikel zinc oxide (ZnO) guna memperkuat kemampuan antimikroba, perlindungan terhadap sinar ultraviolet, dan daya tahan material.

Film Komposit Tampil Fleksibel dan Stabil

Hasil penelitian menunjukkan film komposit mampu membentuk struktur yang utuh dengan tingkat fleksibilitas yang baik. Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan warna kecokelatan sebagai penanda keberadaan partikel lignoselulosa.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa film komposit yang dikembangkan berhasil terbentuk secara utuh dan fleksibel. Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan perubahan warna kecokelatan sebagai indikasi keberadaan partikel lignoselulosa. Sedangkan penambahan ZnO tetap menghasilkan film yang homogen tanpa retakan, sehingga layak untuk karakterisasi lebih lanjut.”

Lebih lanjut, karakterisasi material memperlihatkan interaksi antar molekul antara kitosan, komponen lignoselulosa dari ampas kopi, dan nanopartikel ZnO.

Kombinasi tersebut meningkatkan kekuatan mekanik, memperbaiki sifat hidrofobik, mengurangi permeabilitas uap air, serta memperkuat kemampuan film dalam menghalangi radiasi ultraviolet jika dibandingkan dengan film kitosan murni.

Efektif Hambat Pertumbuhan Bakteri

Selain meningkatkan kualitas fisik material, kombinasi ampas kopi Gayo dan ZnO juga menghasilkan kemampuan antibakteri yang lebih tinggi.

Film komposit mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Temuan tersebut membuka peluang pengembangan kemasan pangan aktif yang dapat membantu menjaga mutu produk.

Baca Juga :  Hino Uji B50: Truk dan Bus Tembus 40.000 Km Tanpa Gangguan

“Selain memiliki sifat fisik yang lebih baik, film komposit tersebut juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kombinasi limbah ampas kopi Gayo dan ZnO menghasilkan efektivitas penghambatan mikroba yang paling tinggi, sehingga berpotensi mendukung pengembangan kemasan pangan aktif (active packaging),” paparnya.

Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Biomaterial Lokal

Menurut Haya, pemanfaatan limbah ampas kopi Gayo tidak hanya mengurangi volume limbah organik, tetapi juga meningkatkan nilai tambah biomaterial lokal.

Melalui inovasi tersebut, BRIN berharap industri kemasan dapat memanfaatkan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki daya saing tinggi.

“Penelitian ini juga membuka peluang pemanfaatan biomaterial lokal dengan sifat mekanik, penghalang, perlindungan UV, dan antibakteri yang lebih baik. Hal ini untuk mendukung inovasi kemasan pangan masa depan,” pungkas Haya.

FAQ

Apa tujuan penelitian BRIN ini?

Penelitian ini bertujuan mengembangkan kemasan pangan ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah ampas kopi Gayo sebagai bahan baku utama.

Mengapa BRIN memilih ampas kopi Gayo?

Ampas kopi Gayo mengandung selulosa, hemiselulosa, lignin, dan polifenol yang mampu meningkatkan kualitas material komposit.

Apa fungsi nanopartikel ZnO dalam penelitian ini?

ZnO meningkatkan sifat antimikroba, memperkuat material, serta meningkatkan perlindungan terhadap sinar ultraviolet.

Apa manfaat penelitian ini bagi masyarakat?

Hasil riset ini mendukung pengurangan limbah, memperkuat ekonomi sirkular, dan membuka peluang lahirnya kemasan pangan yang lebih aman serta ramah lingkungan.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Berita Terbaru