BRIN Genap 5 Tahun, Gaspol Hilirisasi Riset demi Kesejahteraan Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merayakan hari jadinya yang ke-5 pada Selasa (28/4/2026). Lembaga ini mengusung tema “Inovasi untuk Negeri” dan menegaskan arah baru riset yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa lima tahun perjalanan BRIN menjadi fase penting dalam membangun ekosistem riset nasional. Ia menekankan integrasi, kolaborasi, dan orientasi solusi sebagai fondasi utama.

Fondasi Riset Nasional Terus Diperkuat

Arif menjelaskan BRIN tidak sekadar berfungsi sebagai lembaga riset. BRIN hadir sebagai pusat inovasi nasional yang menghubungkan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga industri.

Ia menyebut BRIN telah menata sistem riset nasional secara menyeluruh. Selain itu, BRIN juga memperkuat kapasitas peneliti dan memperluas kolaborasi lintas sektor.

“Dalam lima tahun ini kami fokus membangun sistem yang kuat dan memastikan hasil riset bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Arif.

BRIN juga mendorong peneliti muda agar berperan aktif dalam menghasilkan inovasi. Langkah ini memperkuat regenerasi ilmuwan di Indonesia.

Baca Juga :  Changan BlueCore HEV, Teknologi Hybrid Super Irit 2,98 L/100 Km Resmi Meluncur

Inovasi Mulai Dirasakan Masyarakat

BRIN mencatat berbagai capaian strategis selama lima tahun terakhir. Lembaga ini meningkatkan jumlah publikasi ilmiah internasional dan memperluas kerja sama global.

Di sisi lain, BRIN juga menghadirkan inovasi yang langsung menyentuh masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi teknologi air siap minum (Arsinum), sistem pemantauan bencana berbasis satelit, serta pengembangan benih pertanian unggul.

BRIN juga mengembangkan teknologi kesehatan dan energi baru terbarukan. Selain itu, lembaga ini aktif mendampingi UMKM berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Arif menegaskan inovasi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Ia ingin hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium.

Fokus Hilirisasi dan Daya Saing Nasional

BRIN kini mengarahkan strategi pada hilirisasi riset. Arif menilai hasil penelitian harus berubah menjadi produk nyata, kebijakan publik, atau solusi praktis.

Menurutnya, langkah ini akan meningkatkan daya saing nasional. Selain itu, hilirisasi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis inovasi.

“Riset harus hadir di sawah, pabrik, sekolah, hingga wilayah rawan bencana,” tegasnya.

Baca Juga :  Sumbar Perkuat Ekonomi Lewat Literasi Keuangan

BRIN juga menargetkan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, lembaga ini mempercepat penerapan hasil riset di berbagai sektor.

Prioritas Menuju Indonesia Emas 2045

BRIN menetapkan sejumlah sektor prioritas dalam agenda riset ke depan. Fokus tersebut meliputi pangan, energi, kesehatan, kebencanaan, transformasi digital, kelautan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Arif menilai sektor-sektor tersebut menjadi kunci menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya fondasi ilmu pengetahuan yang kuat untuk mencapai target tersebut.

BRIN juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terlibat dalam pengembangan riset. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dinilai sangat penting.

Kolaborasi Jadi Kunci Inovasi

Arif menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya gotong royong dalam inovasi. Ia optimistis Indonesia mampu melahirkan lebih banyak karya berbasis riset.

Menurutnya, perjalanan lima tahun BRIN baru menjadi awal. Ke depan, BRIN akan terus mendorong inovasi yang memberi dampak nyata, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Motorola Rilis Razr 70 Series, HP Lipat Clamshell Tiga Varian dengan Chip Flagship
iPhone 2027 Belum Rilis, Tapi Desain Liquid Glass Sudah Jadi Rebutan Vendor China
Google Rilis TurboQuant, Teknologi Hemat RAM yang Siap Akhiri Krisis Memori AI
Robot “Tukang” China di Orbit, Bangun Struktur Raksasa Tanpa Kirim dari Bumi
iPhone 17 Mati Total Usai Dicas? Ini Penyebab dan Solusi Sementara
AI Jadi “Bos Cerewet”, Pegawai Kantoran Terancam Makin Stres di Masa Depan
HP Wajib Baterai Lepas Pasang 2027, Industri Gadget Bersiap Ubah Desain
China Blokir Akuisisi Manus oleh Meta, Perang AI Global Kian Memanas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:00 WIB

Motorola Rilis Razr 70 Series, HP Lipat Clamshell Tiga Varian dengan Chip Flagship

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:00 WIB

iPhone 2027 Belum Rilis, Tapi Desain Liquid Glass Sudah Jadi Rebutan Vendor China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:30 WIB

Google Rilis TurboQuant, Teknologi Hemat RAM yang Siap Akhiri Krisis Memori AI

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:00 WIB

Robot “Tukang” China di Orbit, Bangun Struktur Raksasa Tanpa Kirim dari Bumi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:00 WIB

iPhone 17 Mati Total Usai Dicas? Ini Penyebab dan Solusi Sementara

Berita Terbaru