Pancasila di Era Digital: Generasi Muda Soroti Jarak antara Nilai dan Praktik Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – Peringatan Hari Lahir Pancasila kembali membuka ruang diskusi tentang posisi nilai dasar negara di tengah kehidupan masyarakat modern. Di tengah arus digital yang bergerak cepat, sejumlah kalangan menilai Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memastikan nilai Pancasila benar-benar hadir dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya dalam wacana.

Seiring berkembangnya teknologi dan media sosial, masyarakat ini lebih mudah terhubung, namun di saat yang sama juga lebih rentan terhadap perpecahan opini. Kondisi ini membuat nilai seperti persatuan, toleransi, dan gotong royong kerap diuji dalam interaksi sosial harian, baik di ruang digital maupun kehidupan nyata.

Selain itu, isu sosial seperti ketimpangan ekonomi, rendahnya kepedulian sosial, serta praktik penyebaran informasi tanpa verifikasi turut memperkuat pandangan bahwa pengamalan Pancasila masih menghadapi banyak hambatan. Karena itu, berbagai pihak mendorong agar momentum 1 Juni tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama.

Tantangan Nilai Pancasila di Tengah Perubahan Sosial

Perubahan pola komunikasi di era digital membawa dampak besar terhadap cara masyarakat memahami dan mempraktikkan nilai kebangsaan. Banyak orang kini lebih cepat menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenaran, sehingga potensi konflik sosial meningkat.

Di sisi lain, kesenjangan sosial dan ekonomi masih menciptakan jarak dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini membuat nilai keadilan sosial belum sepenuhnya terasa merata di berbagai lapisan. Oleh karena itu, banyak pihak menilai Indonesia perlu memperkuat kembali pendidikan karakter dan nilai kebangsaan sejak dini.

Baca Juga :  Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Pangkas Perjalanan Dinas

Pandangan Mahasiswa: Pancasila Harus Hadir dalam Tindakan Nyata

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi, Favian Rahman (other), menilai masyarakat masih sering memaknai Pancasila sebatas teori.

“Menurut saya, kehidupan masyarakat saat ini masih belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Kita masih sering melihat sikap yang bertentangan dengan semangat persatuan, keadilan, dan gotong royong. Pancasila seharusnya tidak hanya dihafal, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda memegang peran penting dalam menghidupkan nilai Pancasila, terutama di ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Peran Generasi Muda dalam Menjaga Nilai Kebangsaan

Lebih lanjut, Favian mengajak generasi muda untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Ia menilai sikap sederhana seperti menghargai perbedaan, menjaga toleransi, serta aktif dalam kegiatan sosial dapat memperkuat nilai kebersamaan.

Selain itu, ia mendorong anak muda untuk lebih bijak menggunakan media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Baca Juga :  Siswa SD Bandung Raih Peringkat Dunia

Refleksi Hari Lahir Pancasila

Momentum 1 Juni menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Masyarakat perlu menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari keluarga, pendidikan, hingga ruang publik digital.

Dengan demikian, nilai persatuan, keadilan, dan kemanusiaan dapat terus tumbuh di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

FAQ

1. Apa fokus utama peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026?

Fokus utamanya adalah refleksi terhadap implementasi nilai Pancasila di tengah tantangan sosial dan era digital.

2. Mengapa Pancasila dianggap belum optimal diterapkan?

Karena masih terdapat kesenjangan antara pemahaman nilai dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.

3. Apa tantangan terbesar saat ini?

Penyebaran informasi digital yang cepat, polarisasi sosial, serta ketimpangan ekonomi menjadi tantangan utama.

4. Bagaimana peran generasi muda?

Generasi muda berperan dalam menerapkan nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari dan menjaga etika dalam penggunaan media sosial.

5. Apa makna penting 1 Juni bagi masyarakat?

Hari Lahir Pancasila menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kembali nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek
Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar
Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum
Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK, Temuan Uang saat Penggeledahan Kembali Jadi Sorotan
Tim 9 Kejagung Periksa Tiga Saksi, Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah Terus Bergerak
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:30 WIB

Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum

Berita Terbaru