Potongan Aplikasi Gojek Turun, Driver Ojol Kini Bawa Pulang Pendapatan Lebih Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perubahan besar terjadi di industri transportasi online Indonesia. Gojek resmi mengubah sistem pembagian pendapatan untuk layanan GoRide setelah pemerintah menerbitkan aturan baru terkait perlindungan pekerja digital.

Melalui kebijakan terbaru tersebut, mitra pengemudi menerima 92% pendapatan perjalanan, sementara perusahaan mengambil potongan sebesar 8%. Skema baru itu langsung menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan penghasilan ribuan driver ojek online di berbagai daerah.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan perusahaan siap mengikuti kebijakan pemerintah demi menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara platform dan pengemudi.

Menurutnya, perubahan tersebut bukan hanya soal angka pembagian hasil, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi digital yang lebih berkelanjutan.

Perusahaan Aplikasi Mulai Hitung Ulang Strategi Bisnis

Penurunan potongan platform membuat perusahaan aplikasi menghadapi tantangan baru. Pendapatan dari layanan transportasi otomatis berkurang karena sebagian besar biaya perjalanan kini masuk ke pengemudi.

Kondisi itu memaksa pelaku industri ride-hailing menyiapkan strategi bisnis yang lebih efisien. Banyak pengamat memperkirakan perusahaan teknologi akan memperkuat layanan lain seperti pesan-antar makanan, iklan digital, hingga layanan keuangan untuk menjaga pemasukan.

Di sisi lain, kebijakan ini juga dapat memicu perubahan persaingan antarplatform transportasi online. Perusahaan yang mampu menjaga keseimbangan antara keuntungan bisnis dan kesejahteraan mitra diperkirakan akan lebih mudah mempertahankan loyalitas driver.

Tarif Penumpang Tetap Dijaga Stabil

Meski skema pembagian hasil berubah, Gojek memastikan tarif GoRide reguler tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Perusahaan memilih menjaga harga tetap stabil agar jumlah pemesanan tetap tinggi. Strategi tersebut dinilai penting karena volume order menjadi faktor utama dalam menjaga pendapatan harian driver.

Baca Juga :  Danantara Masuk Aplikator Ojol, ISEAI Sebut Sinyal Kuat Merger Gojek-Grab

Jika tarif naik terlalu tinggi, pengguna berpotensi mengurangi penggunaan layanan transportasi online atau berpindah ke aplikasi lain yang menawarkan harga lebih murah.

Karena itu, perusahaan kini menghadapi tantangan ganda, yakni meningkatkan kesejahteraan pengemudi tanpa membebani konsumen.

Regulasi Baru Perkuat Posisi Driver Transportasi Online

Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Aturan tersebut menjadi langkah baru dalam pengawasan industri digital berbasis kemitraan.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi pengemudi transportasi online, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan akses BPJS.

Regulasi tersebut juga mengatur pembagian pendapatan minimum bagi driver agar perusahaan tidak mengambil potongan terlalu besar.

Banyak pihak menilai aturan baru ini menjadi titik awal perubahan besar dalam hubungan kerja ekonomi digital di Indonesia.

Gojek Tambah Program Kesejahteraan Mitra

Selain mengubah sistem pembagian hasil, Gojek juga memperkenalkan sejumlah program kesejahteraan untuk mitra pengemudi.

Program tersebut mencakup:

BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Bantuan pengembangan usaha mandiri

Bursa kerja mitra

Bonus Hari Raya

Perusahaan juga menyiapkan program apresiasi tambahan seperti beasiswa pendidikan, bantuan perlengkapan sekolah, fasilitas tempat istirahat driver, hingga program perjalanan ibadah.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup mitra sekaligus menjaga hubungan jangka panjang antara perusahaan dan pengemudi.

Industri Ride-Hailing Masuk Babak Baru

Kebijakan pembagian hasil 92% diperkirakan menjadi awal perubahan besar dalam industri transportasi online nasional.

Baca Juga :  Juni Jadi Penentu Nasib Ojol, Driver Desak Aturan Komisi 8 Persen Segera Berlaku

Selama beberapa tahun terakhir, isu potongan aplikasi sering memicu protes dari pengemudi. Kini, pemerintah mulai hadir melalui regulasi yang lebih tegas untuk mengatur keseimbangan kepentingan platform dan pekerja digital.

Jika penerapan aturan berjalan efektif, model bisnis transportasi online di Indonesia bisa berubah menjadi lebih berpihak pada kesejahteraan mitra tanpa mengorbankan kebutuhan konsumen.

FAQ

Apa perubahan terbaru dari Gojek?

Gojek menurunkan potongan aplikasi menjadi 8% sehingga driver menerima 92% pendapatan perjalanan GoRide.

Mengapa kebijakan ini dianggap penting?

Karena aturan baru dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi transportasi online yang selama ini menuntut pembagian hasil lebih besar.

Apakah tarif GoRide ikut naik?

Tidak. Gojek memastikan tarif GoRide reguler tetap stabil agar jumlah pesanan tetap tinggi.

Apa dampak kebijakan ini bagi perusahaan aplikasi?

Pendapatan dari layanan ride-hailing berpotensi turun sehingga perusahaan perlu mencari sumber pemasukan baru.

Apa tujuan Perpres Nomor 27 Tahun 2026?

Perpres tersebut bertujuan memperkuat perlindungan pekerja transportasi online, termasuk soal pembagian pendapatan dan jaminan sosial.

Selain pembagian hasil, apa keuntungan lain untuk driver?

Driver juga mendapat akses program BPJS, bonus hari raya, bantuan pendidikan, dan berbagai program kesejahteraan lain.

Apakah kebijakan ini hanya berlaku untuk Gojek?

Aturan pemerintah berlaku untuk industri transportasi online sehingga platform lain juga diperkirakan akan menyesuaikan kebijakan masing-masing.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Berita Terbaru