JAKARTA – Bank-bank BUMN masih menawarkan bunga deposito yang kompetitif pada pekan keempat April 2026. BRI, BNI, dan Bank Mandiri tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena stabilitas dan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Instrumen deposito masih menarik minat nasabah karena menawarkan imbal hasil stabil dan risiko rendah. LPS saat ini menetapkan tingkat bunga penjaminan di level 3,50%, sementara Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 4,75%. Kondisi ini menjaga likuiditas perbankan tetap longgar dan mendukung penawaran bunga deposito.
Bunga Deposito BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) membuka deposito mulai dari Rp1 juta untuk layanan digital dan Rp10 juta untuk pembukaan di kantor cabang.
BRI menawarkan bunga deposito 3,25%–3,35% untuk tenor 1 bulan, tergantung nominal simpanan. Bank ini memberikan bunga tertinggi di tenor 3 bulan dengan level 3,50%.
Untuk tenor lebih panjang seperti 6, 12, 24, hingga 36 bulan, BRI menetapkan bunga tetap di 3,00%.
Bunga Deposito BNI
Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan setoran awal deposito mulai Rp5 juta.
BNI menawarkan bunga 2,25% untuk tenor 1 bulan. Kemudian, bunga naik menjadi 2,50% pada tenor 3 bulan. BNI memberikan imbal hasil tertinggi di tenor 6 bulan dengan bunga 2,75%.
Untuk tenor 12 hingga 24 bulan, BNI kembali menurunkan bunga ke level 2,50%.
Bunga Deposito Bank Mandiri
Bank Mandiri membuka deposito mulai Rp1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta di cabang.
Mandiri menetapkan bunga 2,25% untuk tenor 1 dan 3 bulan. Untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan, bank ini menawarkan bunga tetap di level 2,50%.
Kesimpulan
BRI masih menawarkan bunga deposito paling tinggi dibanding BNI dan Mandiri, terutama pada tenor pendek. Namun, ketiga bank tetap menjaga stabilitas imbal hasil di tengah kondisi suku bunga acuan yang relatif tinggi.
Catatan: Investasi deposito tetap aman karena dijamin LPS, tetapi tingkat imbal hasil mengikuti kebijakan masing-masing bank dan kondisi ekonomi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









