Manufaktur China Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Aktivitas manufaktur China melemah lebih dari perkiraan pada Februari 2026. Libur Tahun Baru Imlek yang panjang menekan produksi dan konstruksi.

PMI Manufaktur Turun, Konstruksi Terlemah dalam 6 Tahun

Biro Statistik Nasional China mencatat purchasing managers’ index (PMI) manufaktur turun ke 49 dari 49,3 pada Januari. Angka ini lebih rendah dari perkiraan ekonom Bloomberg sebesar 49,2. Level ini menyamai titik terendah empat bulan terakhir.

PMI non manufaktur, yang mencakup sektor jasa dan konstruksi, naik tipis menjadi 49,5, tetapi tetap di bawah proyeksi 49,7. PMI konstruksi mencapai level terendah enam tahun. Nilai di bawah 50 menandakan kontraksi.

Baca Juga :  BRI Sabet Best Private Bank Indonesia 2026, Transformasi Wealth Management Tembus Pengakuan Global

Faktor Teknis dan Geopolitik

Raymond Yeung, Kepala Ekonom Greater China di Australia & New Zealand Group Ltd., menyatakan libur panjang mengurangi jumlah hari kerja, sehingga aktivitas manufaktur menurun.

Permintaan domestik yang lemah menambah tekanan. Ketidakpastian tarif Amerika Serikat menghambat sektor industri China. Konflik militer di Timur Tengah bisa mengganggu perdagangan global dan menaikkan biaya produksi.

Survei Swasta Tunjukkan Kinerja Lebih Kuat

Survei swasta RatingDog mencatat PMI manufaktur umum naik menjadi 52,1 dari 50,3 pada Januari, level tertinggi lima tahun terakhir. PMI jasa swasta melonjak menjadi 56,7 dari 52,3.

Baca Juga :  Danantara Buka Pendaftaran Mitra Proyek Listrik dari Sampah Gelombang II

Survei ini menekankan perusahaan kecil dan ekspor. Jadi, hasilnya berbeda dari survei resmi yang mencerminkan kondisi industri secara keseluruhan.

Yao Yu, pendiri RatingDog, menyebut ekspansi ini didorong oleh pasokan dan permintaan yang solid. Dia menekankan bahwa keberlanjutan momentum tergantung pada konsistensi permintaan dan keputusan investasi pelaku usaha.

Prospek dan Harapan Investor

China akan menggelar pertemuan politik tahunan untuk menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026. Investor menunggu pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump untuk menilai arah hubungan bilateral dan kebijakan perdagangan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif
Pertamax Green 95 Tembus 180 SPBU, Pertamina Buka Akses BBM Ramah Lingkungan Lebih Luas
Promo Shopee 19 Juni 2026 Meledak Hari Ini, Adidas Gelar Diskon Terakhir dan Flash Sale Malam Siap Diserbu
Promo Shopee VIP Day Hari Ini 15 Juni 2026, Diskon hingga Rp1,5 Juta dan Gratis Ongkir Jadi Buruan
Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00 WIB

Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pertamax Green 95 Tembus 180 SPBU, Pertamina Buka Akses BBM Ramah Lingkungan Lebih Luas

Berita Terbaru