JAKARTA – Aktivitas manufaktur China melemah lebih dari perkiraan pada Februari 2026. Libur Tahun Baru Imlek yang panjang menekan produksi dan konstruksi.
PMI Manufaktur Turun, Konstruksi Terlemah dalam 6 Tahun
Biro Statistik Nasional China mencatat purchasing managers’ index (PMI) manufaktur turun ke 49 dari 49,3 pada Januari. Angka ini lebih rendah dari perkiraan ekonom Bloomberg sebesar 49,2. Level ini menyamai titik terendah empat bulan terakhir.
PMI non manufaktur, yang mencakup sektor jasa dan konstruksi, naik tipis menjadi 49,5, tetapi tetap di bawah proyeksi 49,7. PMI konstruksi mencapai level terendah enam tahun. Nilai di bawah 50 menandakan kontraksi.
Faktor Teknis dan Geopolitik
Raymond Yeung, Kepala Ekonom Greater China di Australia & New Zealand Group Ltd., menyatakan libur panjang mengurangi jumlah hari kerja, sehingga aktivitas manufaktur menurun.
Permintaan domestik yang lemah menambah tekanan. Ketidakpastian tarif Amerika Serikat menghambat sektor industri China. Konflik militer di Timur Tengah bisa mengganggu perdagangan global dan menaikkan biaya produksi.
Survei Swasta Tunjukkan Kinerja Lebih Kuat
Survei swasta RatingDog mencatat PMI manufaktur umum naik menjadi 52,1 dari 50,3 pada Januari, level tertinggi lima tahun terakhir. PMI jasa swasta melonjak menjadi 56,7 dari 52,3.
Survei ini menekankan perusahaan kecil dan ekspor. Jadi, hasilnya berbeda dari survei resmi yang mencerminkan kondisi industri secara keseluruhan.
Yao Yu, pendiri RatingDog, menyebut ekspansi ini didorong oleh pasokan dan permintaan yang solid. Dia menekankan bahwa keberlanjutan momentum tergantung pada konsistensi permintaan dan keputusan investasi pelaku usaha.
Prospek dan Harapan Investor
China akan menggelar pertemuan politik tahunan untuk menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026. Investor menunggu pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump untuk menilai arah hubungan bilateral dan kebijakan perdagangan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









