JAKARTA – Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) kini tidak lagi sekadar ruang olahraga nasional. Pada 2025, kawasan ini berubah menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi paling aktif di Jakarta setelah mencatat pendapatan hingga Rp 812 miliar.
Capaian tersebut menegaskan pergeseran peran kawasan GBK dari fasilitas olahraga menjadi ekosistem bisnis dan event yang bergerak sepanjang tahun. Aktivitas yang padat membuat kawasan ini terus menghasilkan nilai ekonomi dari berbagai sektor.
Pengelola kawasan, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), menyebut peningkatan pendapatan muncul seiring meningkatnya pemanfaatan seluruh fasilitas di kawasan Gelora Bung Karno, mulai dari stadion, ruang publik, hingga area komersial.
GBK Berubah Jadi Pusat Event Sepanjang Tahun
Sepanjang 2025, GBK menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala besar. Konser musik, turnamen olahraga, pameran bisnis, hingga festival budaya berlangsung hampir tanpa jeda.
Pola pemanfaatan ini mengubah ritme kawasan. Jika sebelumnya GBK lebih sering aktif saat agenda olahraga besar, kini aktivitas ekonomi berjalan setiap minggu melalui skema MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dan kegiatan hiburan.
Peningkatan jumlah event langsung mendorong naiknya permintaan terhadap fasilitas, mulai dari sewa stadion, ruang terbuka, hingga area pendukung usaha.
Lonjakan Tiga Kali Lipat Sejak Masa Pemulihan
Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan GBK menunjukkan tren naik yang tajam. Pada 2022, pendapatan kawasan ini masih berada di kisaran Rp 255 miliar.
Namun, setelah pandemi mereda, pengelola memperluas kerja sama dengan berbagai penyelenggara acara dan memperketat strategi optimalisasi aset. Hasilnya, pendapatan naik lebih dari tiga kali lipat hingga mencapai Rp 812 miliar pada 2025.
Kenaikan ini menunjukkan perubahan model pengelolaan yang lebih aktif dan berbasis pemanfaatan aset secara maksimal.
Optimalisasi Aset Jadi Kunci Pertumbuhan
PPKGBK kini menempatkan optimalisasi aset sebagai strategi utama. Setiap sudut kawasan diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah tanpa mengganggu fungsi utama GBK sebagai ruang publik.
Salah satu fokus pengembangan juga tertuju pada penataan Blok 15 yang diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru. Area tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi yang lebih terstruktur.
Manajemen juga memperkuat sistem penjadwalan event agar penggunaan fasilitas lebih efisien dan tidak saling tumpang tindih.
Efek Ganda untuk Ekonomi Sekitar
Pertumbuhan aktivitas di GBK tidak hanya meningkatkan pendapatan pengelola. Pelaku usaha di sekitar kawasan juga ikut merasakan dampaknya.
UMKM, sektor transportasi, hingga industri perhotelan mencatat peningkatan permintaan ketika event besar berlangsung. GBK kini berperan sebagai penggerak ekonomi mikro di kawasan pusat ibu kota.
Transformasi Menuju Kawasan Berkelas Global
Dengan pola pengelolaan yang semakin profesional, GBK bergerak menuju standar kawasan olahraga dan event berkelas internasional. Digitalisasi layanan, koordinasi lintas instansi, dan penataan ruang menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Jika tren ini berlanjut, GBK tidak hanya menjadi simbol olahraga nasional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi urban yang semakin kuat di Jakarta.
FAQ
1. Berapa pendapatan GBK pada 2025?
GBK mencatat pendapatan sekitar Rp 812 miliar pada 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.
2. Apa yang mendorong kenaikan pendapatan GBK?
Lonjakan event olahraga, konser, pameran, serta optimalisasi pemanfaatan aset kawasan menjadi faktor utama.
3. Apa peran GBK saat ini selain sebagai arena olahraga?
GBK kini berfungsi sebagai pusat kegiatan MICE, hiburan, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
4. Apa itu Blok 15 di kawasan GBK?
Blok 15 merupakan area yang sedang ditata untuk mendukung optimalisasi aset dan pengembangan nilai ekonomi kawasan.
5. Apakah dampak GBK hanya dirasakan pengelola?
Tidak. UMKM, transportasi, dan sektor perhotelan di sekitar kawasan juga ikut terdorong oleh tingginya aktivitas event.
6. Apakah GBK akan terus dikembangkan?
Ya, pengelola terus mendorong digitalisasi, penataan aset, dan peningkatan kualitas layanan agar GBK semakin kompetitif secara global.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









