GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) kini tidak lagi sekadar ruang olahraga nasional. Pada 2025, kawasan ini berubah menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi paling aktif di Jakarta setelah mencatat pendapatan hingga Rp 812 miliar.

Capaian tersebut menegaskan pergeseran peran kawasan GBK dari fasilitas olahraga menjadi ekosistem bisnis dan event yang bergerak sepanjang tahun. Aktivitas yang padat membuat kawasan ini terus menghasilkan nilai ekonomi dari berbagai sektor.

Pengelola kawasan, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), menyebut peningkatan pendapatan muncul seiring meningkatnya pemanfaatan seluruh fasilitas di kawasan Gelora Bung Karno, mulai dari stadion, ruang publik, hingga area komersial.

GBK Berubah Jadi Pusat Event Sepanjang Tahun

Sepanjang 2025, GBK menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala besar. Konser musik, turnamen olahraga, pameran bisnis, hingga festival budaya berlangsung hampir tanpa jeda.

Pola pemanfaatan ini mengubah ritme kawasan. Jika sebelumnya GBK lebih sering aktif saat agenda olahraga besar, kini aktivitas ekonomi berjalan setiap minggu melalui skema MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dan kegiatan hiburan.

Peningkatan jumlah event langsung mendorong naiknya permintaan terhadap fasilitas, mulai dari sewa stadion, ruang terbuka, hingga area pendukung usaha.

Lonjakan Tiga Kali Lipat Sejak Masa Pemulihan

Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan GBK menunjukkan tren naik yang tajam. Pada 2022, pendapatan kawasan ini masih berada di kisaran Rp 255 miliar.

Baca Juga :  Kurs Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.405, Rupiah Masih Sulit Bangkit

Namun, setelah pandemi mereda, pengelola memperluas kerja sama dengan berbagai penyelenggara acara dan memperketat strategi optimalisasi aset. Hasilnya, pendapatan naik lebih dari tiga kali lipat hingga mencapai Rp 812 miliar pada 2025.

Kenaikan ini menunjukkan perubahan model pengelolaan yang lebih aktif dan berbasis pemanfaatan aset secara maksimal.

Optimalisasi Aset Jadi Kunci Pertumbuhan

PPKGBK kini menempatkan optimalisasi aset sebagai strategi utama. Setiap sudut kawasan diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah tanpa mengganggu fungsi utama GBK sebagai ruang publik.

Salah satu fokus pengembangan juga tertuju pada penataan Blok 15 yang diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru. Area tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi yang lebih terstruktur.

Manajemen juga memperkuat sistem penjadwalan event agar penggunaan fasilitas lebih efisien dan tidak saling tumpang tindih.

Efek Ganda untuk Ekonomi Sekitar

Pertumbuhan aktivitas di GBK tidak hanya meningkatkan pendapatan pengelola. Pelaku usaha di sekitar kawasan juga ikut merasakan dampaknya.

UMKM, sektor transportasi, hingga industri perhotelan mencatat peningkatan permintaan ketika event besar berlangsung. GBK kini berperan sebagai penggerak ekonomi mikro di kawasan pusat ibu kota.

Transformasi Menuju Kawasan Berkelas Global

Dengan pola pengelolaan yang semakin profesional, GBK bergerak menuju standar kawasan olahraga dan event berkelas internasional. Digitalisasi layanan, koordinasi lintas instansi, dan penataan ruang menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Baca Juga :  Honda GL150 Cargo 2026

Jika tren ini berlanjut, GBK tidak hanya menjadi simbol olahraga nasional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi urban yang semakin kuat di Jakarta.

FAQ

1. Berapa pendapatan GBK pada 2025?

GBK mencatat pendapatan sekitar Rp 812 miliar pada 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.

2. Apa yang mendorong kenaikan pendapatan GBK?

Lonjakan event olahraga, konser, pameran, serta optimalisasi pemanfaatan aset kawasan menjadi faktor utama.

3. Apa peran GBK saat ini selain sebagai arena olahraga?

GBK kini berfungsi sebagai pusat kegiatan MICE, hiburan, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

4. Apa itu Blok 15 di kawasan GBK?

Blok 15 merupakan area yang sedang ditata untuk mendukung optimalisasi aset dan pengembangan nilai ekonomi kawasan.

5. Apakah dampak GBK hanya dirasakan pengelola?

Tidak. UMKM, transportasi, dan sektor perhotelan di sekitar kawasan juga ikut terdorong oleh tingginya aktivitas event.

6. Apakah GBK akan terus dikembangkan?

Ya, pengelola terus mendorong digitalisasi, penataan aset, dan peningkatan kualitas layanan agar GBK semakin kompetitif secara global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bill Gates Lepas Saham Microsoft: Pergeseran Strategi dari Kepemilikan ke Dampak Global Filantropi
Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK
Gebu Minang Padang Dorong Ekonomi Warga, CFD Jadi Penggerak Omzet UMKM Naik
Harga BBM 18 Mei 2026 di Jambi Stabil: Subsidi, Non-Subsidi Ikuti Tren Global
IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis
Harga Emas Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Perubahan Pola Investasi Masyarakat Makin Terlihat
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Bengkulu Akselerasi Koperasi Desa Terpadu, Dorong Akses Ekonomi dan Layanan Warga Lebih Dekat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bill Gates Lepas Saham Microsoft: Pergeseran Strategi dari Kepemilikan ke Dampak Global Filantropi

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM 18 Mei 2026 di Jambi Stabil: Subsidi, Non-Subsidi Ikuti Tren Global

Senin, 18 Mei 2026 - 08:00 WIB

IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis

Senin, 18 Mei 2026 - 07:00 WIB

Harga Emas Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Perubahan Pola Investasi Masyarakat Makin Terlihat

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB