Kurs Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.405, Rupiah Masih Sulit Bangkit

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Kurs referensi Bank Indonesia atau JISDOR menempatkan posisi dolar AS di kisaran Rp17.405 per dolar AS. Angka tersebut masih berada dekat level tertinggi sepanjang sejarah pelemahan rupiah dalam beberapa pekan terakhir.

Tekanan terhadap rupiah terus muncul akibat sentimen global dan tingginya permintaan dolar AS di pasar domestik. Pelaku pasar juga mencermati kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta kondisi geopolitik internasional yang memicu penguatan mata uang dolar.

Rupiah Bergerak Fluktuatif

Data perdagangan menunjukkan rupiah sempat bergerak di rentang Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah platform pemantau kurs juga mencatat pergerakan USD/IDR masih sangat volatil sepanjang awal Mei 2026.

Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Otoritas moneter bahkan memperketat aturan pembelian dolar AS di dalam negeri guna menahan tekanan terhadap mata uang Garuda.

Baca Juga :  Gubernur BI Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai rupiah sebenarnya masih undervalued atau berada di bawah nilai fundamental ekonomi Indonesia. Karena itu, BI berupaya menjaga stabilitas pasar melalui intervensi di pasar spot maupun non-deliverable forward (NDF).

BI Perketat Pembelian Dolar AS

Bank Indonesia kini memperketat aturan pembelian dolar AS oleh masyarakat dan pelaku usaha. BI menurunkan batas pembelian dolar tanpa dokumen pendukung menjadi lebih kecil dibanding aturan sebelumnya. Langkah ini bertujuan mengurangi aktivitas spekulatif di pasar valas domestik.

Kebijakan tersebut muncul setelah rupiah sempat menyentuh level Rp17.445 per dolar AS pada awal Mei 2026. Posisi itu menjadi salah satu titik terlemah rupiah sepanjang tahun ini.

Analis menilai tekanan terhadap rupiah belum akan mereda dalam waktu dekat. Pasar global masih menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed serta perkembangan tensi geopolitik internasional yang mempengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Kurs Bank dan Pasar Spot Berbeda

Nilai tukar dolar AS di setiap bank juga menunjukkan angka berbeda. Kurs jual dan beli di perbankan mengikuti kondisi pasar serta kebutuhan transaksi masing-masing lembaga keuangan.

Baca Juga :  Rupiah Tergelincir, Dolar AS Tembus Rp17.172 di Awal Perdagangan 20 April 2026

Beberapa bank besar mencatat kurs jual dolar AS berada di atas Rp17.400 per dolar AS pada awal Mei 2026. Sementara kurs beli bergerak sedikit lebih rendah.

Selain bank, masyarakat juga dapat memantau kurs melalui layanan konverter mata uang dan platform perdagangan global. Sejumlah layanan mencatat kurs harian USD/IDR masih bertahan di area Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Faktor Global Jadi Penekan Utama

Penguatan dolar AS secara global menjadi faktor utama pelemahan rupiah. Investor global masih memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang ikut tertekan, termasuk rupiah.

Meski begitu, Bank Indonesia optimistis stabilitas rupiah tetap terjaga. Pemerintah dan bank sentral juga terus menjaga arus investasi serta likuiditas pasar keuangan domestik agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemko Padang dan Dompet Dhuafa Gerak Cepat Benahi Wisata, UMKM Dapat Modal Tanpa Bunga
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, Perbankan RI Tumbuh Solid
Harga Biodiesel Mei 2026 Naik ke Rp 14.917 per Liter, ESDM Rilis HIP Terbaru
Dunia Usaha Bertahan di Tengah Tekanan, PHK Tak Lagi Jadi Prioritas Utama
Hakim MK Soroti Kuota Hangus, Konsumen Beli 10 GB Tapi Sisa 1 GB Tak Terpakai
IHSG Hari Ini 6 Mei 2026 Bergerak di Level 7.000, Peluang Tembus 7.100 Masih Terbuka
Harga BBM 6 Mei 2026 Masih Stabil, Pertalite hingga Pertamax Tak Berubah
Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Rp2,9 Juta per Gram, Investor Pilih Wait and See
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:00 WIB

Pemko Padang dan Dompet Dhuafa Gerak Cepat Benahi Wisata, UMKM Dapat Modal Tanpa Bunga

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:30 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.405, Rupiah Masih Sulit Bangkit

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:00 WIB

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, Perbankan RI Tumbuh Solid

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Biodiesel Mei 2026 Naik ke Rp 14.917 per Liter, ESDM Rilis HIP Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:00 WIB

Dunia Usaha Bertahan di Tengah Tekanan, PHK Tak Lagi Jadi Prioritas Utama

Berita Terbaru