Mentan Amran Tindak Tegas Harga TBS Sawit, Pemerintah Siap Periksa 300 Perusahaan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menilai masih ada ketimpangan antara harga di lapangan dan kondisi pasar global yang membaik. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa momentum penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah seharusnya ikut mendorong kenaikan harga yang diterima petani.

Pemerintah menilai situasi pasar saat ini cukup menguntungkan bagi komoditas sawit nasional. Namun, sebagian petani masih belum merasakan dampak positif tersebut secara optimal. Karena itu, pemerintah bergerak lebih tegas untuk memastikan mekanisme harga berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan petani di hulu.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian juga menyoroti praktik pembelian TBS oleh sejumlah perusahaan yang dinilai belum sepenuhnya mengikuti ketentuan harga yang telah ditetapkan. Pemerintah bahkan menyiapkan langkah pengawasan terhadap sekitar 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga belum menyesuaikan skema pembelian sesuai regulasi.

Pemerintah Dorong Kenaikan Harga TBS Petani

Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga TBS tidak boleh stagnan ketika kondisi pasar global justru bergerak positif. Ia menilai penguatan dolar terhadap rupiah serta permintaan minyak sawit di pasar internasional seharusnya menjadi faktor pendorong kenaikan harga di tingkat petani.

Selain itu, pemerintah meminta seluruh pelaku industri sawit untuk lebih transparan dalam menentukan harga pembelian. Dengan demikian, petani bisa memperoleh nilai jual yang lebih adil sesuai dengan kualitas dan dinamika pasar yang terjadi.

Baca Juga :  Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat

Langkah ini juga bertujuan memperkuat posisi petani sawit sebagai bagian penting dari rantai pasok nasional. Pemerintah menilai petani tidak boleh terus berada pada posisi paling lemah dalam struktur perdagangan komoditas strategis tersebut.

Pemeriksaan 300 Perusahaan Sawit

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap sekitar 300 perusahaan kelapa sawit. Langkah ini muncul setelah ditemukan indikasi bahwa sebagian perusahaan belum menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah tidak hanya fokus pada aspek harga, tetapi juga pada kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang sudah ditetapkan. Melalui pengawasan ini, Kementerian Pertanian ingin memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan mekanisme perdagangan yang sehat, transparan, dan berkeadilan.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang evaluasi terhadap pola kemitraan antara perusahaan dan petani. Tujuannya agar hubungan keduanya berjalan lebih seimbang dan tidak merugikan pihak kecil di sektor perkebunan.

Dampak ke Petani dan Industri Sawit

Kebijakan pengawasan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi petani sawit di berbagai daerah. Dengan harga TBS yang lebih sesuai pasar, pendapatan petani berpotensi meningkat secara signifikan.

Di sisi industri, kebijakan ini mendorong perusahaan untuk lebih disiplin dalam mengikuti aturan harga. Meski demikian, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga stabilitas industri agar rantai pasok tidak terganggu.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 5 Juni 2026 Tak Bergerak, Simak Rincian Harga per Gram Semua Kadar

Sejumlah pengamat menilai langkah ini dapat memperbaiki tata niaga sawit nasional. Namun, efektivitas kebijakan tetap bergantung pada konsistensi pengawasan di lapangan.

Arah Kebijakan ke Depan

Pemerintah menegaskan bahwa sektor kelapa sawit akan terus menjadi salah satu komoditas strategis nasional. Oleh karena itu, kebijakan yang menyangkut harga dan tata niaga akan terus diperketat.

Selain pengawasan harga, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produksi serta efisiensi rantai distribusi. Dengan begitu, nilai tambah tidak hanya terpusat di industri hilir, tetapi juga dirasakan langsung oleh petani.

Ke depan, pemerintah berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan asosiasi petani untuk memastikan kebijakan harga berjalan konsisten di seluruh wilayah sentra sawit.

FAQ

1. Apa fokus utama kebijakan pemerintah terkait TBS sawit?

Pemerintah fokus memastikan harga TBS di tingkat petani naik sesuai kondisi pasar global dan nilai tukar yang menguntungkan.

2. Mengapa pemerintah memeriksa perusahaan sawit?

Pemerintah menduga sebagian perusahaan belum menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Berapa perusahaan yang akan diperiksa?

Sekitar 300 perusahaan kelapa sawit masuk dalam agenda pemeriksaan pemerintah.

4. Apa dampaknya bagi petani?

Petani berpotensi menerima harga TBS yang lebih adil dan pendapatan yang lebih tinggi.

5. Apa tujuan jangka panjang kebijakan ini?

Pemerintah ingin menciptakan tata niaga sawit yang lebih transparan, adil, dan menguntungkan petani.(Tim)

Berita Terkait

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027
Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku

Berita Terbaru