Utang Pinjol Tembus Rp100 Triliun, OJK Ungkap Risiko Kredit Macet

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masyarakat Indonesia memiliki utang pinjaman online (pinjol) sebesar Rp100,69 triliun pada Februari 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan pada industri fintech lending.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyampaikan nilai outstanding pinjol tumbuh 25,75 persen secara tahunan (yoy).

“Outstanding pembiayaan pinjaman daring pada Februari 2026 tumbuh 25,75 persen secara tahunan. Nilainya mencapai Rp100,69 triliun,” ujar Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Senin (6/4/2026).

Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan pinjaman digital. Kemudahan akses dan proses cepat mendorong masyarakat menggunakan pinjol di berbagai kalangan.

Baca Juga :  Ekonomi Syariah Sumbar Ditargetkan Jadi Pusat Industri Halal

Risiko Kredit Macet Tetap Terjaga

OJK mencatat rasio wanprestasi 90 hari (TWP90) sebesar 4,54 persen. Angka ini menunjukkan tingkat kredit macet pada industri pinjol.

“Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54 persen,” jelasnya.

Angka tersebut masih tergolong terkendali. Namun, angka ini tetap menunjukkan potensi gagal bayar di tengah pertumbuhan industri pinjol.

Pergadaian Tumbuh Signifikan

OJK juga mencatat pertumbuhan signifikan pada industri pergadaian. Industri ini menyalurkan pembiayaan sebesar Rp152,40 triliun pada Februari 2026. Angka ini tumbuh 61,78 persen secara tahunan.

Agusman menjelaskan bahwa produk gadai mendominasi penyaluran pembiayaan. Nilainya mencapai Rp126 triliun atau 83,01 persen dari total pembiayaan.

Baca Juga :  DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba

“Pembiayaan terbesar berasal dari produk gadai. Nilainya mencapai Rp126 triliun atau 83,01 persen dari total pembiayaan,” ungkapnya.

Data ini menunjukkan masyarakat masih mengandalkan aset sebagai jaminan untuk memperoleh dana cepat.

OJK Tekankan Risiko dan Literasi Keuangan

OJK mendorong masyarakat agar menggunakan layanan pinjol secara bijak. Penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan beban utang berlebih.

Selain itu, OJK juga mengingatkan masyarakat untuk memilih pinjol yang terdaftar dan memiliki izin resmi. Langkah ini membantu masyarakat menghindari praktik pinjaman ilegal.

OJK terus memperkuat pengawasan industri keuangan digital. Langkah ini menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi konsumen.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Mahyeldi Bidik 740 Ribu UMKM Sumatera Barat, Legalitas dan Modal Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru

Berita Terbaru