JAKARTA – Persaingan motor listrik premium semakin memanas setelah Honda mulai menjual moge listrik terbaru, Honda WN7, melalui jaringan dealer di Eropa. Langkah ini menegaskan keseriusan pabrikan asal Jepang tersebut dalam memperluas pasar kendaraan listrik sekaligus menantang para pemain lama di segmen motor sport listrik.
Honda menghadirkan WN7 bukan sekadar sebagai motor listrik biasa. Pabrikan itu menggabungkan performa tinggi, teknologi modern, serta efisiensi energi dalam satu paket. Karena itu, WN7 menjadi pilihan baru bagi pengendara yang menginginkan sensasi berkendara layaknya motor bermesin besar tanpa menghasilkan emisi.
Selain menawarkan tenaga yang kuat, Honda juga melengkapi WN7 dengan teknologi fast charging, fitur konektivitas digital, dan berbagai mode berkendara. Kombinasi tersebut membuat motor listrik ini siap memenuhi kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Honda Mulai Jual WN7 di Dealer Eropa
Honda mulai memasok WN7 ke jaringan dealer di berbagai negara Eropa sejak bulan lalu. Kini, konsumen sudah dapat melihat sekaligus memesan motor sport listrik tersebut.
Harga WN7 berbeda di setiap negara. Di Inggris, Honda memasarkan motor ini dengan banderol 12.999 poundsterling atau sekitar Rp312 juta menggunakan kurs Rp24.068 per poundsterling.
Sementara itu, konsumen di beberapa negara Eropa lainnya dapat membeli Honda WN7 mulai 14.780 euro atau sekitar Rp303 jutaan.
Dua Varian Hadir dengan Performa Berbeda
Honda menawarkan WN7 dalam dua pilihan tenaga agar konsumen dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan berkendara.
Varian pertama menghasilkan tenaga 11,2 kW. Di sisi lain, varian kedua menghasilkan tenaga hingga 50 kW sehingga memberikan performa yang lebih tinggi.
Honda mengklaim tenaga motor ini setara motor bermesin 600 cc. Bahkan, torsinya mencapai 100 Nm atau setara motor konvensional berkapasitas sekitar 1.000 cc.
Selanjutnya, varian 11,2 kW mampu melesat dari posisi diam hingga jarak 50 meter dalam waktu lima detik.
Sebaliknya, varian 50 kW hanya memerlukan waktu sekitar 3,9 detik untuk menempuh jarak yang sama.
Perbedaan tenaga tersebut juga memengaruhi kecepatan maksimum. Varian 50 kW mampu melaju hingga 129 km per jam, sedangkan varian 11,2 kW mencapai kecepatan maksimum 120 km per jam.
Fast Charging Pangkas Waktu Pengisian
Honda membekali WN7 dengan baterai lithium-ion berkapasitas 9,3 kWh.
Berkat teknologi fast charging, pengendara hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mengisi daya baterai dari 20 persen hingga 80 persen.
Namun, pengendara membutuhkan waktu sekitar dua jam 30 menit saat menggunakan pengisian standar CCS2 dari kondisi baterai kosong hingga penuh.
Di sisi lain, Honda mencatat konsumsi energi motor listrik ini mencapai 80 Wh/km sehingga tetap menawarkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari.
Jarak Tempuh Mencapai 140 Kilometer
Honda merancang WN7 agar mampu menempuh perjalanan hingga 140 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
Kemampuan tersebut membuat WN7 tidak hanya cocok untuk mobilitas di kawasan perkotaan, tetapi juga mendukung perjalanan ke luar kota dengan perencanaan pengisian daya yang tepat.
Empat Mode Berkendara Siap Menyesuaikan Kebutuhan
Honda melengkapi WN7 dengan empat pilihan mode berkendara, yakni Sport, Standard, Rain, dan Econ.
Melalui pilihan tersebut, pengendara dapat menyesuaikan karakter motor sesuai kondisi jalan maupun gaya berkendara.
Selain itu, Honda juga menghadirkan berbagai fitur modern seperti smart key, immobilizer, FWD/RVS Assist dengan kecepatan maksimal 5 km per jam, Selectable Speed Limit Assist (SSL), serta Selectable Deceleration Power Level.
Honda RoadSync Tingkatkan Kenyamanan Berkendara
Honda turut menyematkan sistem Honda RoadSync pada WN7. Fitur ini memungkinkan pengendara mengakses navigasi, musik, pesan singkat, hingga panggilan telepon melalui panel motor secara praktis.
Tidak hanya itu, Honda juga menghadirkan “mode kecepatan berjalan” untuk meningkatkan kenyamanan saat bermanuver pada kecepatan rendah. Fitur tersebut membantu pengendara mengatur bukaan throttle secara lebih presisi sehingga motor tetap mudah dikendalikan ketika bergerak perlahan.(Tim)









