Mobil Terbang Siap Mengudara di Indonesia, Xpeng Ungkap Satu Hambatan yang Masih Mengganjal

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Mobil terbang semakin mendekati pasar Indonesia. Produsen otomotif asal China, Xpeng, menilai kondisi cuaca dan karakter geografis Indonesia sudah mendukung penggunaan kendaraan udara tersebut. Namun, perusahaan masih menunggu kepastian regulasi sebelum memulai operasional di Tanah Air.

Di sisi lain, Xpeng terus mempercepat pengembangan teknologi mobil terbang. Perusahaan bahkan mulai menyiapkan produksi massal sehingga peluang ekspansi ke berbagai negara, termasuk Indonesia, semakin terbuka.

Meski demikian, pemerintah tetap memegang peran penting. Kehadiran aturan yang jelas akan menentukan kapan masyarakat Indonesia benar-benar dapat menikmati transportasi udara pribadi tersebut.

Indonesia Dinilai Siap dari Sisi Cuaca dan Lingkungan

Vice President Xpeng, James Wu, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengadopsi mobil terbang. Menurutnya, cuaca dan kondisi lingkungan di Indonesia maupun negara-negara Asia cukup mendukung operasional kendaraan itu.

“Soal Indonesia, terkait dengan cuaca dan lingkungan, saya rasa sudah cocok (mengadopsi mobil terbang). Saya percaya ini juga bisa beroperasi dengan baik di seluruh Asia, namun kembali bagaimana soal kebijakannya,” ujar Wu

Baca Juga :  BYD Bersiap Luncurkan MPV Plug-in Hybrid di Indonesia, Strategi Baru Dimulai

Selain faktor alam, Wu menilai perkembangan teknologi saat ini sudah mampu mendukung operasional mobil terbang secara optimal.

Regulasi Menjadi Penentu Utama

Namun, Wu belum bersedia menyebutkan jadwal peluncuran mobil terbang di Indonesia. Menurutnya, perusahaan kini memusatkan perhatian pada kesiapan regulasi di setiap negara.

Karena itu, Xpeng memilih menunggu kepastian aturan sebelum memasarkan dan mengoperasikan kendaraan tersebut.

“Saya tidak bisa bilang ke kamu kapan waktu yang tepat. Jadi, kembali lagi, semuanya sudah ready. Kami membuat mobil listrik yang sangat aman,” katanya.

Dengan kata lain, kesiapan teknologi saja belum cukup. Pemerintah juga perlu menghadirkan regulasi yang mengatur keselamatan, operasional, serta penggunaan ruang udara.

Mobil Terbang Hadir sebagai Solusi Kemacetan

Sementara itu, Wu meyakini mobil terbang akan menarik minat masyarakat. Kendaraan tersebut menawarkan perjalanan yang lebih cepat, efisien, dan mampu memangkas waktu tempuh di kawasan perkotaan.

“Saya pikir semua orang berharap bisa menggunakan kendaraan tipe ini kan? Saya juga salah satu orang yang punya keinginan serupa,” tuturnya.

Baca Juga :  Honda NSR250R MC28 Ini Tampil Mewah dengan Full Carbon, Aura Motor Balap 90-an Bikin Terpukau

Oleh sebab itu, Xpeng terus menyempurnakan teknologi mobil terbang agar masyarakat dapat memanfaatkannya dalam aktivitas sehari-hari.

Xpeng Percepat Produksi Massal

Saat ini, Xpeng mengembangkan mobil terbang melalui divisi AeroHT. Salah satu produknya, Xpeng X2, sudah beberapa kali tampil dalam pameran otomotif di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga telah menguji kendaraan tersebut di China.

Kini, Xpeng mulai memasuki tahap produksi massal. Langkah itu menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadirkan kendaraan udara komersial.

“Mobil terbang kami telah memasuki rencana produksi massal. Saya rasa ini merupakan lompatan yang sangat besar. Soal kemungkinan dibawa (dan dioperasikan) di Indonesia, pasti ada sejumlah requirements,” ujarnya.

Indonesia Berpeluang Masuk Daftar Prioritas

Selanjutnya, Xpeng akan menentukan negara tujuan berdasarkan kesiapan regulasi dan berbagai persyaratan operasional. Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang masuk dalam daftar prioritas apabila mampu menyiapkan aturan yang mendukung.

“Kami tentu memprioritaskan negara mana saja yang dalam waktu dekat akan kedatangan mobil terbang kami,” pungkas Wu.(Tim)

Berita Terkait

BBN Kendaraan Bekas Sudah Rp0, Tapi Dompet Tetap Keluar Uang? Ini Biaya Balik Nama yang Wajib Diketahui
Suzuki Saluto 125 2026 Resmi Meluncur, Skutik Retro Bergaya Italia Ini Dibanderol Rp49 Jutaan dan Tembus 51,9 Km/Liter
Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026, Persaingan Pabrikan Makin Panas dan Pasar Otomotif Bergairah
Juli 2026 Jadi Kesempatan Emas, Ini 6 Provinsi yang Masih Buka Pemutihan Pajak Kendaraan, Ada Diskon hingga Hapus Denda
Tak Perlu Antre di Samsat, Cara Perpanjang STNK Online 2026 Cukup Lewat HP
Bayar Pajak Kendaraan Kini Cukup Lewat WhatsApp, Simak Langkah Mudah dan Nomor Resmi Layanannya
Hyundai Elantra Generasi Baru Bikin Sedan Kembali Menarik, Bawa Desain Futuristis dan Kabin Super Nyaman
Subaru Uncharted 2027 Gebrak Pasar EV, SUV Listrik Murah dengan Jarak Tempuh 483 Km Siap Tantang Rival
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:00 WIB

Mobil Terbang Siap Mengudara di Indonesia, Xpeng Ungkap Satu Hambatan yang Masih Mengganjal

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:00 WIB

BBN Kendaraan Bekas Sudah Rp0, Tapi Dompet Tetap Keluar Uang? Ini Biaya Balik Nama yang Wajib Diketahui

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

Suzuki Saluto 125 2026 Resmi Meluncur, Skutik Retro Bergaya Italia Ini Dibanderol Rp49 Jutaan dan Tembus 51,9 Km/Liter

Senin, 6 Juli 2026 - 09:00 WIB

Puluhan Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026, Persaingan Pabrikan Makin Panas dan Pasar Otomotif Bergairah

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:00 WIB

Juli 2026 Jadi Kesempatan Emas, Ini 6 Provinsi yang Masih Buka Pemutihan Pajak Kendaraan, Ada Diskon hingga Hapus Denda

Berita Terbaru