Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bayar Pajak 0,5 Persen, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 21:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) membuka peluang bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memanfaatkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM sebesar 0,5 persen. Kebijakan ini mendorong koperasi desa memperkuat usaha sejak tahap awal karena pemerintah memberikan keringanan beban pajak dalam periode tertentu.

Selain itu, Tim Penyuluh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Biak menggelar edukasi perpajakan untuk pengurus Koperasi Desa Merah Putih se-Kabupaten Biak Numfor. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula KPP Pratama Biak tersebut, petugas pajak menjelaskan berbagai hak dan kewajiban koperasi secara langsung agar peserta memahami aturan sejak awal operasional.

Kemudian, para penyuluh menekankan bahwa koperasi harus mengelola kewajiban pajak dengan benar agar tidak menghadapi kendala administrasi di kemudian hari. Mereka juga mendorong pengurus koperasi untuk aktif memahami seluruh ketentuan perpajakan sejak tahap pendirian usaha.

DJP Terapkan Tarif 0,5% untuk Koperasi Baru

DJP memberikan fasilitas PPh Final UMKM sebesar 0,5 persen kepada koperasi yang memenuhi syarat. Fasilitas ini berlaku selama empat tahun sejak koperasi resmi terdaftar sebagai wajib pajak. Dengan kebijakan ini, pemerintah membantu koperasi mengurangi beban pajak pada masa awal usaha agar mereka lebih cepat berkembang.

Petugas pajak menjelaskan bahwa koperasi tidak bisa langsung menikmati fasilitas ini tanpa memenuhi ketentuan administrasi. Oleh karena itu, koperasi perlu memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sejak awal agar dapat menggunakan tarif tersebut secara sah.

Baca Juga :  Harga Perak Tembus US$90 per Ounce, Antam Ikut Meroket

“Fasilitas tersebut membantu koperasi dalam memenuhi kewajiban perpajakan dengan tarif yang lebih ringan pada masa awal usaha,” dikutip dari situs DJP, Minggu (14/6).

Koperasi Wajib Taat Administrasi Pajak

Selain mendapatkan insentif tarif rendah, koperasi tetap memikul kewajiban administrasi perpajakan secara penuh. Koperasi harus mendaftarkan diri sebagai wajib pajak, lalu menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) secara berkala. Selanjutnya, koperasi juga perlu melaksanakan pemotongan dan pemungutan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, DJP menegaskan bahwa koperasi yang berkembang menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus memungut dan menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dengan demikian, koperasi tidak hanya fokus pada operasional usaha, tetapi juga harus memastikan kepatuhan pajak berjalan konsisten.

Lebih lanjut, petugas pajak mengingatkan bahwa ketertiban administrasi akan membantu koperasi menghindari sanksi serta mempermudah pengelolaan keuangan jangka panjang.

Edukasi Pajak Dorong Koperasi Lebih Tertib

KPP Pratama Biak mengajak pengurus koperasi desa untuk memahami aturan pajak sejak awal pendirian usaha. Melalui pendekatan edukatif ini, petugas pajak berharap koperasi mampu menjalankan usaha secara tertib, transparan, dan sesuai regulasi.

Baca Juga :  Tabungan Masyarakat Jadi Motor Penggerak Ekonomi Sumbar

Selain itu, DJP mendorong peningkatan literasi pajak di sektor koperasi desa agar ekonomi berbasis komunitas dapat tumbuh lebih kuat. Dengan pemahaman yang baik, koperasi dapat mengelola pendapatan secara lebih efektif sekaligus memenuhi kewajiban fiskal tanpa hambatan.

Di sisi lain, DJP juga melihat koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal yang memiliki potensi besar. Oleh karena itu, kepatuhan pajak sejak awal menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

FAQ

1. Berapa tarif pajak untuk Koperasi Desa Merah Putih?

Koperasi dapat menggunakan PPh Final UMKM sebesar 0,5 persen sesuai ketentuan DJP.

2. Berapa lama koperasi bisa menikmati tarif 0,5 persen?

Koperasi dapat menggunakan tarif ini selama empat tahun sejak terdaftar sebagai wajib pajak.

3. Apakah semua koperasi langsung mendapat fasilitas ini?

Tidak. Koperasi harus memenuhi syarat administrasi perpajakan terlebih dahulu sebelum menggunakan tarif tersebut.

4. Apa saja kewajiban pajak yang harus koperasi jalankan?

Koperasi wajib mendaftarkan diri, melaporkan SPT, serta melakukan pemotongan dan pemungutan pajak sesuai aturan. Jika berstatus PKP, koperasi juga wajib memungut PPN.

5. Mengapa pemerintah memberikan insentif ini?

Pemerintah ingin membantu koperasi tumbuh lebih cepat di awal usaha sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak di sektor UMKM.(Tim)

Berita Terkait

Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM
CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember
648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember
Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar
260 UMKM Solok Selatan Dapat Suntikan Peralatan, Khairunas Bidik Penguatan Ekonomi Rakyat
Nagari Creative Hub Sungai Duo Dibuka, UMKM Dharmasraya Bidik Pasar Nasional
Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:47 WIB

Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 11:33 WIB

CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember

Rabu, 4 November 2026 - 10:29 WIB

648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember

Selasa, 3 November 2026 - 08:54 WIB

Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar

Senin, 2 November 2026 - 20:56 WIB

260 UMKM Solok Selatan Dapat Suntikan Peralatan, Khairunas Bidik Penguatan Ekonomi Rakyat

Berita Terbaru