Gubernur BI Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan ekonomi global belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Ia menyebut ketidakpastian masih tinggi dan menekan banyak negara, termasuk Indonesia.

Perry menyampaikan hal itu saat membuka Kick Off Pinisi di Jakarta, Senin (27/4/2026). Ia menilai dunia menghadapi tekanan berlapis, mulai dari kebijakan suku bunga tinggi hingga konflik geopolitik yang terus memanas.

Menurut Perry, ketegangan di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, ikut memperburuk situasi global. Kondisi itu mendorong harga komoditas bergerak fluktuatif dan membuat arus modal global semakin tidak stabil.

Modal Keluar dari Negara Berkembang

Perry menjelaskan, investor global kini cenderung menarik dana dari negara berkembang. Tren ini ikut menekan nilai tukar dan mempersempit ruang kebijakan moneter di banyak negara, termasuk Indonesia.

Ia juga menyoroti kebijakan suku bunga tinggi di negara maju yang belum turun signifikan. Situasi ini membuat biaya pendanaan global tetap mahal dan menahan laju investasi.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 19 Mei 2026 Bergerak di Berbagai Daerah, Ini Dampaknya ke Konsumen

“Dunia tidak hanya melambat, tetapi juga penuh ketidakpastian yang terus berlanjut,” kata Perry.

BI Soroti Tiga Tantangan Besar

Di tengah kondisi global tersebut, Perry menekankan tiga tantangan utama yang harus Indonesia hadapi agar ekonomi tetap tumbuh stabil.

Pertama, ia menyoroti tingkat kepercayaan pelaku usaha. Perry meminta aliran pembiayaan diarahkan ke proyek-proyek prioritas nasional agar sektor riil bergerak lebih cepat.

Ia menilai dunia usaha membutuhkan kepastian agar mau meningkatkan investasi. Tanpa itu, pertumbuhan ekonomi akan sulit mencapai target yang diharapkan.

Kedua, Perry menekankan pentingnya memperkuat mesin ekonomi domestik. Ia meminta pemerintah dan pelaku ekonomi menjaga konsumsi masyarakat tetap stabil sebagai penopang utama pertumbuhan.

Selain itu, ia juga mendorong peningkatan investasi, terutama untuk mendukung program prioritas pemerintah. Menurutnya, kapasitas pembiayaan harus terus diperkuat agar ekonomi tidak bergantung pada faktor eksternal.

Baca Juga :  Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Efektivitas Kebijakan Jadi Kunci

Tantangan ketiga berkaitan dengan efektivitas kebijakan. Perry meminta seluruh kebijakan ekonomi tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar sampai ke sektor usaha dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Bank Indonesia, pemerintah, dan otoritas terkait agar kebijakan berjalan konsisten dan tepat sasaran.

“Kita punya kerangka kebijakan yang kuat. Namun kita harus memperkuat implementasi, termasuk hilirisasi dan industrialisasi untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi,” ujarnya.

Dorong Ekonomi Domestik Lebih Kuat

Perry menegaskan Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri untuk menghadapi tekanan global. Ia menilai permintaan domestik harus menjadi penopang utama pertumbuhan nasional.

BI, kata dia, akan terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan melalui kebijakan yang seimbang antara stabilitas dan ekspansi.

Dengan tantangan global yang masih besar, Perry meminta seluruh pihak tetap waspada namun tetap optimistis menjaga momentum ekonomi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru