PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sungai Penuh yang dibuka Wali Kota Alfin, SH, Kamis (14/5), tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan organisasi. Forum ini juga mengarah pada dorongan perubahan cara kerja perawat agar lebih adaptif terhadap kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang di daerah.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns itu, pemerintah daerah menyoroti pentingnya pergeseran peran perawat dari sekadar pelaksana layanan menjadi penggerak inovasi pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.

Perubahan Layanan Kesehatan Tidak Bisa Lagi Bersifat Statis

Wali Kota Alfin menilai tantangan kesehatan di Kota Sungai Penuh tidak lagi sederhana. Pola penyakit masyarakat berubah, tuntutan layanan meningkat, dan masyarakat semakin kritis terhadap kualitas pelayanan fasilitas kesehatan.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut menuntut tenaga perawat untuk tidak hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tetapi juga mampu membaca situasi di lapangan dan menyesuaikan pendekatan pelayanan.

Menurutnya, perawat menjadi tenaga kesehatan yang paling dekat dengan pasien sehingga setiap perubahan kecil dalam pola kerja akan berdampak langsung pada kualitas layanan.

Perawat Diminta Tidak Hanya “Melayani”, Tapi Juga Mengamati

Dalam arahannya, Alfin menyoroti peran perawat yang selama ini berada di garis depan pelayanan rumah sakit dan puskesmas. Ia menilai perawat sebenarnya memiliki posisi strategis sebagai “mata pertama” sistem kesehatan daerah karena mereka berinteraksi langsung dan paling lama dengan pasien.

Dari posisi itu, ia mendorong agar perawat tidak hanya menjalankan instruksi medis, tetapi juga aktif mengamati kondisi pasien, lingkungan sosial, serta pola keluhan yang muncul di masyarakat.

Data dan pengamatan tersebut, menurutnya, dapat menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Dari Dapur ke Kesehatan: Jahe Jadi Andalan Jaga Tubuh

Musda Jadi Ruang Evaluasi Kinerja dan Pola Kerja Organisasi

Musda VI PPNI Kota Sungai Penuh juga menjadi ruang evaluasi terhadap peran organisasi dalam mendukung anggotanya di lapangan. Pemerintah daerah berharap forum ini tidak berhenti pada pergantian struktur kepengurusan, tetapi menghasilkan pembaruan cara pandang organisasi terhadap profesi keperawatan.

Wali Kota Alfin meminta agar kepengurusan baru nantinya lebih fokus pada peningkatan kapasitas anggota, penguatan kompetensi, serta pembaruan pola komunikasi internal organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya PPNI memiliki program yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata perawat di fasilitas kesehatan, bukan hanya program administratif.

Dorongan Kolaborasi Berbasis Masalah, Bukan Sekadar Kegiatan Formal

Alfin juga menyoroti pola kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi yang menurutnya perlu lebih berbasis pada penyelesaian masalah di lapangan.

Ia berharap PPNI dapat lebih aktif menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi perawat, seperti beban kerja, kebutuhan pelatihan, hingga tantangan pelayanan di wilayah tertentu.

Dengan pola komunikasi seperti itu, pemerintah daerah dapat merespons lebih cepat melalui kebijakan maupun dukungan fasilitas yang dibutuhkan.

Sentuhan Humanis Jadi Pembeda Layanan Kesehatan

Di tengah dorongan peningkatan profesionalisme, Wali Kota Alfin juga menekankan pentingnya menjaga aspek kemanusiaan dalam pelayanan keperawatan.

Ia menyebut bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan tindakan medis yang tepat, tetapi juga perhatian, komunikasi yang baik, dan rasa dihargai saat menjalani perawatan.

Menurutnya, hal-hal sederhana seperti sikap ramah, empati, dan kesabaran perawat sering kali menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan.

Tantangan Baru: Adaptasi Teknologi di Dunia Keperawatan

Alfin juga menyinggung perubahan sistem pelayanan kesehatan yang kini mulai memasuki era digital. Ia menilai tenaga perawat harus siap beradaptasi dengan penggunaan sistem informasi kesehatan, pencatatan digital, dan koordinasi berbasis teknologi.

Baca Juga :  Legenda PS Kerinci Juara Depati Cup U-45

Namun ia mengingatkan bahwa transformasi digital tidak boleh mengurangi kualitas interaksi langsung antara perawat dan pasien.

Teknologi, kata dia, seharusnya menjadi alat bantu yang mempercepat layanan, bukan menggantikan peran manusia dalam memberikan perawatan.

Peran TP-PKK dan Kesehatan Keluarga di Tingkat Dasar

Kehadiran Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan keterkaitan antara layanan kesehatan formal dan peran keluarga di tingkat dasar.

TP-PKK selama ini aktif mendorong edukasi kesehatan berbasis keluarga, mulai dari pola hidup bersih, pencegahan penyakit, hingga peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Pemerintah daerah melihat sinergi antara perawat dan TP-PKK sebagai salah satu kunci untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke lingkungan masyarakat paling bawah.

Arah Baru PPNI: Lebih Dekat ke Lapangan

Dari forum Musda ini, pemerintah daerah berharap lahir arah baru organisasi PPNI Kota Sungai Penuh yang lebih fokus pada penguatan peran di lapangan.

Wali Kota Alfin menilai organisasi profesi harus mampu menjadi jembatan antara tenaga kesehatan dan pemerintah, terutama dalam membaca kebutuhan riil masyarakat.

Ia juga berharap kepengurusan baru mampu memperkuat solidaritas internal perawat sekaligus meningkatkan kontribusi nyata dalam sistem kesehatan daerah.

Penutup: Perawat Sebagai Penggerak Perubahan Layanan

Musda VI PPNI Kota Sungai Penuh tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap peran perawat dalam sistem kesehatan daerah.

Pemerintah daerah menempatkan perawat bukan hanya sebagai pelaksana layanan, tetapi sebagai penggerak perubahan yang mampu membawa sistem kesehatan lebih responsif, manusiawi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Dengan tantangan kesehatan yang terus berkembang, perawat diharapkan tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga ikut membentuk arah perubahan itu sendiri di Kota Sungai Penuh.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut
Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026
Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan
BGN Ungkap 65% Warga RI Butuh MBG, Ini Fokus Perbaikan
Fadly Amran Dorong Pengembangan RSUP M Djamil, Padang Jadi Kota Jasa Kesehatan
HUT ke-40 RSUD Solsel, Perkuat Layanan Responsif
Pemerintah Kota Padang Dukung Modernisasi RSUP M Djamil
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:54 WIB

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:26 WIB

RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:30 WIB

Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026

Rabu, 22 April 2026 - 19:04 WIB

Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan

Berita Terbaru