Pelda H Alfan Arbudi Ungkap Aksi Viral Gendong Jemaah Lansia di Mekkah, Tegaskan Tindakan Spontan di Tengah Kepadatan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

MEKKAH – Di Tengah Arus Jemaah Padat, Aksi Kecil Ini Jadi Sorotan Besar

Suasana Mekkah siang itu bergerak dalam kepadatan tinggi. Ribuan jemaah dari berbagai negara memenuhi jalur ibadah. Panas udara terasa menyengat, sementara arus manusia terus mengalir tanpa henti.

Langkah kaki bersahutan. Suara panggilan petugas terdengar di antara kerumunan. Di beberapa titik, jemaah tampak berhenti sejenak untuk mengatur napas sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Di tengah situasi itu, satu momen sederhana berubah menjadi perhatian publik.

Seorang petugas haji Indonesia, Pelda H Alfan Arbudi, anggota Pelda H Alfan Arbudi, terekam membantu jemaah lansia yang kesulitan berjalan. Ia mengangkat sekaligus mengarahkan kursi roda agar jemaah tetap bisa bergerak di tengah kepadatan.

Petugas lain terlihat membuka jalur. Beberapa jemaah menyingkir untuk memberi ruang. Situasi sempat padat, namun tetap terkendali.

Momen itu berlangsung singkat, tetapi dampaknya menyebar luas di media sosial.

Alfan Arbudi Buka Suara: Tidak Ada Rekayasa, Semua Terjadi di Lapangan

Setelah video tersebut viral, Alfan Arbudi akhirnya memberikan penjelasan langsung dari Mekkah. Ia menegaskan tidak ada skenario atau rencana khusus dalam kejadian itu.

“Situasinya sangat padat. Saya lihat jemaah kesulitan berjalan, jadi saya langsung bantu supaya tidak tertinggal,” ujarnya, Sabtu (14/05/2026).

Ia menyampaikan pernyataan itu dengan tenang. Tidak ada nada berlebihan, tidak ada klaim berlebih. Menurutnya, keputusan di lapangan harus muncul cepat, terutama saat jemaah membutuhkan bantuan langsung.

Ia menambahkan bahwa kondisi seperti itu menuntut tindakan spontan tanpa menunggu instruksi lebih lanjut.

Kondisi Lapangan: Panas Ekstrem, Padat, dan Serba Cepat

Situasi di lokasi kejadian tidak mudah. Udara panas menyelimuti area ibadah. Arus jemaah terus bergerak dalam jalur sempit yang padat.

Baca Juga :  Kemhan Rekrut 30 Ribu SPPI Koperasi Desa Merah Putih Juni

Bahasa berbeda terdengar bersahutan. Petugas sibuk memberi arahan singkat, mengangkat tangan, dan mengatur alur pergerakan jemaah.

Beberapa jemaah terlihat kelelahan. Ada yang berjalan perlahan. Ada pula yang berhenti sejenak karena tidak mampu mengikuti kepadatan rombongan.

Di tengah kondisi seperti itu, Alfan bergerak cepat ketika melihat jemaah lansia mulai kesulitan berdiri dan melangkah.

Tindakan Spontan di Tengah Kerumunan Padat

Alfan tidak menunggu situasi memburuk. Ia langsung mendekat.

Ia membantu mengangkat jemaah dengan hati-hati, lalu mengarahkan kursi roda agar kembali ke jalur aman. Gerakannya cepat, tetapi tetap terukur.

Petugas lain ikut membantu membuka ruang di sekitar lokasi. Beberapa jemaah menyingkir agar jalur evakuasi kecil itu tetap terbuka.

Koordinasi berlangsung spontan. Tanpa komando panjang. Tanpa jeda.

Dalam hitungan menit, jemaah berhasil kembali bergerak dengan aman.

PPIH: Tugas Lapangan Lebih Luas dari Sekadar Administrasi

Sebagai bagian dari PPIH, Alfan menegaskan bahwa tugas petugas haji tidak hanya berkutat pada urusan administratif.

Petugas harus hadir langsung di tengah jemaah. Mereka membantu mobilitas, mengatur arus, dan menangani kondisi darurat di lapangan.

Ia menyoroti jemaah lansia sebagai kelompok yang paling rentan. Banyak dari mereka tidak mampu mengikuti ritme pergerakan yang cepat di area padat.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Dorong Nilai Pengabdian Kemanusiaan

Alfan juga berasal dari satuan Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Ia menilai penugasan di ibadah haji menjadi bentuk pengabdian yang lebih luas dari sekadar tugas militer.

Baca Juga :  Fadly Amran Lepas 386 CJH Padang, Titip Doa untuk Kota Maju dan Sejahtera

Ia menyebut pengalaman di lapangan melatih kepekaan prajurit terhadap situasi kemanusiaan yang nyata.

Disiplin membantu ketepatan tindakan. Empati membantu ketulusan dalam mengambil keputusan di momen penting.

Reaksi Publik: Apresiasi Mengalir di Media Sosial

Setelah video itu beredar luas, warganet langsung memberikan respons positif. Banyak yang mengaku tersentuh melihat aksi tersebut.

Sebagian menilai tindakan itu mencerminkan pelayanan haji Indonesia yang humanis. Sebagian lainnya menyoroti dedikasi petugas yang tetap sigap di tengah tekanan kerja tinggi.

Meski mendapat banyak pujian, Alfan tetap merespons dengan sederhana. Ia menyebut tindakan itu bagian dari tugas yang memang harus dijalankan di lapangan.

Gambaran Lapangan: Dinamis, Padat, dan Penuh Tekanan

Situasi di lapangan berubah sangat cepat. Dalam hitungan menit, kepadatan bisa meningkat tanpa peringatan.

Satu jemaah yang tertinggal dapat memicu penumpukan baru. Satu hambatan kecil dapat mengganggu alur ribuan orang.

Di tengah kondisi itu, petugas terus bergerak tanpa henti. Cepat, tepat, dan fokus pada keselamatan jemaah.

Penutup: Aksi Singkat yang Meninggalkan Pesan Besar

Aksi Pelda H Alfan Arbudi hanya berlangsung beberapa detik, tetapi meninggalkan dampak yang panjang.

Peristiwa itu memperlihatkan bahwa pelayanan haji tidak selalu lahir dari instruksi formal. Kadang, ia muncul dari keputusan cepat di tengah situasi darurat.

Kini, Alfan menjadi salah satu representasi dari ribuan petugas haji lain yang bekerja dalam senyap. Mereka tidak selalu terlihat, tetapi peran mereka menjaga keselamatan jemaah di Tanah Suci tetap berjalan setiap hari.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Tren Skincare Lokal Melesat, Niacinamide hingga Hyaluronic Acid
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:53 WIB

Pelda H Alfan Arbudi Ungkap Aksi Viral Gendong Jemaah Lansia di Mekkah, Tegaskan Tindakan Spontan di Tengah Kepadatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:00 WIB

Tren Skincare Lokal Melesat, Niacinamide hingga Hyaluronic Acid

Berita Terbaru