Kemhan Rekrut 30 Ribu SPPI Koperasi Desa Merah Putih Juni

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) membuka perekrutan 30 ribu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih. Para SPPI akan mengelola 80 ribu koperasi yang pemerintah targetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Perekrutan Terbuka untuk Umum

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menyatakan pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan 30 ribu tenaga pengelola. Program ini mendapat dukungan penuh dari Kemhan, TNI, dan Polri.

Baca Juga :  Koramil Sungai Penuh Perkuat Pos Pelayanan Terpadu Puncak 

Selain itu, Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyampaikan perekrutan terbuka untuk semua sarjana dan magister dari berbagai jurusan. “Siapa saja boleh mengikuti selama memiliki gelar sarjana,” ujar Rico, Jumat (13/3/2026).

Seleksi dan Pelatihan Calon SPPI

Nantinya, calon SPPI mengikuti proses seleksi dan pelatihan yang Kemhan selenggarakan. Kemudian, mereka yang lulus menempati posisi manajer di Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.

Baca Juga :  Kapan Waktu Tepat Ganti HP? Kenali Tanda-Tandanya

Rico menambahkan Kemhan akan memulai perekrutan pada Juni 2026. Saat ini, kementerian masih melakukan koordinasi lintas kementerian dan menyiapkan proses seleksi.

Tujuan Program

Dengan program ini, pemerintah memperkuat pengelolaan koperasi di desa sekaligus mendorong pembangunan ekonomi lokal. Selain itu, program ini menekankan peran SPPI sebagai penggerak pembangunan yang profesional dan adaptif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar
Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum
Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK, Temuan Uang saat Penggeledahan Kembali Jadi Sorotan
Tim 9 Kejagung Periksa Tiga Saksi, Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah Terus Bergerak
BGN Sikat 833 Dapur MBG Sekaligus, Sudaryono Putus Insentif dan Tutup Permanen Pelanggar SOP
Sudaryono Pecat 261 Pegawai Non ASN BGN, Penataan Disiplin Dimulai di Tengah Evaluasi MBG
Golkar Buka Peta Pertarungan Pileg 2029, Kaesang Masuk Dapil Jateng V dan Persaingan Diprediksi Meledak
Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Serang Balik Lewat Praperadilan, Minta Hakim Batalkan Status Tersangka MBG
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:30 WIB

Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kewarganegaraan Ganda Belum Dibahas, Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Masih Fokus Susun Kajian Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:44 WIB

Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK, Temuan Uang saat Penggeledahan Kembali Jadi Sorotan

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:04 WIB

Tim 9 Kejagung Periksa Tiga Saksi, Penyidikan TPPU Febrie Adriansyah Terus Bergerak

Senin, 27 Juli 2026 - 17:30 WIB

BGN Sikat 833 Dapur MBG Sekaligus, Sudaryono Putus Insentif dan Tutup Permanen Pelanggar SOP

Berita Terbaru