Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan penyakit gagal ginjal kini menjadi salah satu beban terbesar bagi pembiayaan kesehatan nasional. Ia menyebut biaya penanganan penyakit tersebut sudah mencapai sekitar Rp13 triliun.

“Penyakit ini menghabiskan sekitar Rp13 triliun uang negara. Dalam enam tahun terakhir, biayanya naik sampai 400 persen. Ini karena gagal ginjal,” kata Budi dalam program Budi Gemar Sharing (#BGS), dikutip dari unggahan Instagram resminya, Senin (20/4/2026).

Budi menjelaskan lonjakan kasus gagal ginjal berkaitan erat dengan perubahan pola hidup masyarakat, terutama meningkatnya konsumsi minuman tinggi gula. Ia menilai kebiasaan ini kini semakin meluas, termasuk di kalangan anak muda.

Baca Juga :  Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026

Ia menyoroti tren konsumsi minuman manis seperti kopi susu kekinian, es teh manis, matcha latte, hingga boba milk tea yang semakin sering dikonsumsi harian.

“Setiap hari kamu pelan-pelan mengarah ke sakit, ini yang disebut gagal ginjal,” ujarnya.

Budi menegaskan banyak masyarakat tidak menyadari kadar gula dalam satu gelas minuman kekinian bisa melebihi batas harian yang dianjurkan. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, risiko penyakit kronis, termasuk gagal ginjal, ikut meningkat.

Baca Juga :  BPJS Bakal Dukung Orang Mampu Bayar Lebih

Ia pun meminta masyarakat mengurangi konsumsi gula tambahan dan lebih selektif memilih minuman. Kementerian Kesehatan mendorong perubahan pola makan dan gaya hidup agar masyarakat terhindar dari penyakit tidak menular yang terus meningkat.

Budi juga menegaskan penyakit katastropik seperti gagal ginjal menjadi salah satu komponen terbesar dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia memperingatkan, tanpa perubahan gaya hidup, jumlah kasus dan beban biaya kesehatan berpotensi terus meningkat di masa mendatang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Obat RSUD MH A Thalib Sungai Penuh Kosong? Pasien Cari di Luar
BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni
Wajib Tahu! 5 Jenis Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Sampai Kena Biaya Sendiri
Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tak Berubah, Ini Rincian Resmi yang Wajib Diketahui Peserta JKN di Tengah Ramainya Isu Kenaikan
Dasbor MBG Dibuka ke Publik Juni 2026, Guru–Posyandu Pantau Kualitas Makan Bergizi Secara Real Time
BGN Hadirkan Reviu MBG, Sistem Digital Pemantau Kualitas Makan Bergizi Gratis di Lapangan
Banyak Warga Masih Salah Gunakan Obat, Dinkes Dharmasraya Gencarkan GEMA CERMAT
PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:00 WIB

Obat RSUD MH A Thalib Sungai Penuh Kosong? Pasien Cari di Luar

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

Wajib Tahu! 5 Jenis Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Sampai Kena Biaya Sendiri

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tak Berubah, Ini Rincian Resmi yang Wajib Diketahui Peserta JKN di Tengah Ramainya Isu Kenaikan

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:01 WIB

Dasbor MBG Dibuka ke Publik Juni 2026, Guru–Posyandu Pantau Kualitas Makan Bergizi Secara Real Time

Berita Terbaru