JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan penyakit gagal ginjal kini menjadi salah satu beban terbesar bagi pembiayaan kesehatan nasional. Ia menyebut biaya penanganan penyakit tersebut sudah mencapai sekitar Rp13 triliun.
“Penyakit ini menghabiskan sekitar Rp13 triliun uang negara. Dalam enam tahun terakhir, biayanya naik sampai 400 persen. Ini karena gagal ginjal,” kata Budi dalam program Budi Gemar Sharing (#BGS), dikutip dari unggahan Instagram resminya, Senin (20/4/2026).
Budi menjelaskan lonjakan kasus gagal ginjal berkaitan erat dengan perubahan pola hidup masyarakat, terutama meningkatnya konsumsi minuman tinggi gula. Ia menilai kebiasaan ini kini semakin meluas, termasuk di kalangan anak muda.
Ia menyoroti tren konsumsi minuman manis seperti kopi susu kekinian, es teh manis, matcha latte, hingga boba milk tea yang semakin sering dikonsumsi harian.
“Setiap hari kamu pelan-pelan mengarah ke sakit, ini yang disebut gagal ginjal,” ujarnya.
Budi menegaskan banyak masyarakat tidak menyadari kadar gula dalam satu gelas minuman kekinian bisa melebihi batas harian yang dianjurkan. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, risiko penyakit kronis, termasuk gagal ginjal, ikut meningkat.
Ia pun meminta masyarakat mengurangi konsumsi gula tambahan dan lebih selektif memilih minuman. Kementerian Kesehatan mendorong perubahan pola makan dan gaya hidup agar masyarakat terhindar dari penyakit tidak menular yang terus meningkat.
Budi juga menegaskan penyakit katastropik seperti gagal ginjal menjadi salah satu komponen terbesar dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia memperingatkan, tanpa perubahan gaya hidup, jumlah kasus dan beban biaya kesehatan berpotensi terus meningkat di masa mendatang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









