DHARMASRAYA – Banyak masyarakat masih menganggap penggunaan obat sebagai urusan sepele. Saat sakit kepala muncul, sebagian warga langsung meminum obat tanpa membaca aturan pakai. Selain itu, banyak orang mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Tidak sedikit pula keluarga yang menyimpan obat bertahun-tahun di rumah tanpa memeriksa masa kedaluwarsa.
Kondisi tersebut kini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya. Karena itu, Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (YAN-SDK) Dinkes Dharmasraya memperkuat edukasi langsung ke masyarakat melalui program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat atau GEMA CERMAT.
Tidak hanya menggelar kegiatan formal, petugas kesehatan juga turun langsung memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat. Mereka mengajarkan cara mendapatkan obat dari sumber resmi, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat dengan aman, hingga membuang obat kedaluwarsa secara benar.
Selanjutnya, Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi di empat wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Sungai Rumbai, Puskesmas Koto Baru, Puskesmas Sitiung I, dan Puskesmas Timpeh. Melalui kegiatan itu, Dinkes melibatkan kader Dasawisma, kader Posyandu, dan masyarakat umum agar edukasi kesehatan lebih cepat menjangkau lingkungan keluarga.
Edukasi Fokus pada Kebiasaan yang Sering Diabaikan
Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan menekankan pentingnya prinsip DAGUSIBU, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar.
Melalui materi itu, peserta mempelajari cara memperoleh obat dari tempat resmi, memahami aturan konsumsi obat, hingga mengenali risiko penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Selain itu, petugas kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membeli obat tanpa mengetahui kandungan dan dosisnya.
Tidak hanya itu, petugas turut membahas kebiasaan yang masih sering muncul di tengah masyarakat. Misalnya, banyak warga menghentikan antibiotik sebelum waktunya, menggunakan obat milik anggota keluarga lain, atau menyimpan obat di tempat panas dan lembap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (YAN-SDK), Dr. Milana Gafar, M.KM, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami penggunaan obat secara benar.
“Melalui kegiatan GEMA CERMAT ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan obat secara benar, aman dan rasional. Masih banyak masyarakat yang menggunakan obat tanpa memperhatikan aturan pakai maupun cara penyimpanan yang tepat,” ujarnya di Pulau Punjung, Selasa (26/05/2026).
Menurut Dr. Milana, kesalahan penggunaan obat dapat memicu masalah kesehatan baru apabila masyarakat mengabaikan aturan konsumsi dan penyimpanan.
Kader Posyandu Jadi Garda Edukasi di Lingkungan Warga
Selain meningkatkan pengetahuan peserta, Dinas Kesehatan Dharmasraya juga mendorong kader kesehatan menjadi penggerak edukasi di lingkungan masing-masing.
Kader Posyandu dan Dasawisma memegang peran penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Oleh sebab itu, Dinkes berharap para kader mampu menyampaikan kembali informasi kesehatan kepada warga secara berkelanjutan.
“Kami berharap para kader Posyandu, kader Dasawisma dan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, informasi tentang penggunaan obat yang benar dapat terus menyebar di tengah masyarakat,” tambah Dr. Milana.
Selama sesi diskusi berlangsung, peserta juga menyampaikan berbagai kebiasaan yang sering terjadi di rumah tangga. Beberapa warga mengaku masih membeli obat warung tanpa aturan yang jelas. Selain itu, sebagian masyarakat masih menyimpan obat sirup terlalu lama setelah membuka kemasan.
Kemudian, petugas kesehatan menjelaskan dampak penggunaan obat yang tidak tepat, seperti risiko keracunan, resistensi antibiotik, hingga menurunnya efektivitas pengobatan.
Dorong Budaya Penggunaan Obat yang Lebih Bijak
Melalui program tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya ingin membangun budaya baru di tengah masyarakat agar warga lebih bijak sebelum mengonsumsi obat.
Karena itu, petugas kesehatan mengajak masyarakat membiasakan diri membaca label kemasan, memeriksa tanggal kedaluwarsa, mengikuti dosis yang dianjurkan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika mengalami keluhan tertentu.
Di sisi lain, program GEMA CERMAT juga memperkuat fungsi puskesmas sebagai pusat edukasi kesehatan di tingkat kecamatan dan nagari. Dengan langkah tersebut, Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang aman dan rasional.
Akhirnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menargetkan edukasi berkelanjutan ini mampu menekan kesalahan penggunaan obat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
FAQ
Apa itu GEMA CERMAT?
GEMA CERMAT merupakan program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara aman dan rasional.
Apa tujuan utama program ini?
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan obat dengan benar, aman, tepat dosis, dan sesuai aturan kesehatan.
Apa yang dimaksud DAGUSIBU?
DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar.
Mengapa masyarakat harus menggunakan obat secara rasional?
Penggunaan obat secara rasional membantu mencegah kesalahan konsumsi, efek samping berbahaya, resistensi antibiotik, dan gangguan kesehatan lainnya.
Siapa peserta sosialisasi GEMA CERMAT?
Peserta berasal dari kader Posyandu, kader Dasawisma, serta masyarakat umum di wilayah kerja puskesmas.
Di mana kegiatan sosialisasi berlangsung?
Kegiatan berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Sungai Rumbai, Puskesmas Koto Baru, Puskesmas Sitiung I, dan Puskesmas Timpeh di Kabupaten Dharmasraya.
Apa risiko menyimpan obat terlalu lama?
Obat yang disimpan terlalu lama dapat menurun kualitasnya, kehilangan efektivitas, bahkan memicu efek berbahaya apabila masyarakat tetap mengonsumsinya.
Mengapa antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan?
Penggunaan antibiotik tanpa aturan dapat memicu resistensi antibiotik sehingga obat tidak lagi efektif melawan infeksi di kemudian hari.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









