Bupati Annisa Temui Mentan, Harga Sawit Dharmasraya Jadi Sorotan, Bantuan Pertanian Mengalir

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memanfaatkan pertemuannya dengan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman, untuk membawa langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani dan peternak. Dalam audiensi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (9/7/2026) kemarin, Annisa mengangkat isu harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sekaligus memperjuangkan tambahan dukungan bagi sektor pertanian di Dharmasraya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kementerian Pertanian tidak hanya merespons keluhan petani sawit, tetapi juga mengalokasikan sejumlah bantuan untuk Kabupaten Dharmasraya. Bantuan itu meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan irigasi, optimalisasi lahan, hingga program pengembangan jagung dan kopi.

Selain itu, Annisa menilai sinergi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian. Karena itu, ia memanfaatkan audiensi tersebut untuk menyampaikan kebutuhan daerah secara langsung kepada Menteri Pertanian.

Dalam pertemuan itu, Annisa hadir bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati. Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta sejumlah pejabat eselon I Kementerian Pertanian.

Harga TBS Sawit Jadi Fokus Utama

Pada awal pembahasan, Annisa menyoroti harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang belum kembali stabil. Ia menjelaskan, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) sempat menurunkan harga sehingga pendapatan ribuan petani sawit ikut tertekan.

Baca Juga :  QR Code Jadi Mata Baru Peternakan Dharmasraya, SIDIK TERNAK Bikin Data Ternak Makin Cepat dan Akurat

Karena itu, Annisa meminta Kementerian Pertanian ikut mendorong terciptanya mekanisme penetapan harga yang adil bagi petani.

Merespons permintaan tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman berjanji segera mengambil langkah lanjutan. Ia akan mengirimkan surat kepada perusahaan kelapa sawit agar menjalankan mekanisme penetapan harga sesuai ketentuan dan tidak merugikan petani.

Pemerintah Pusat Salurkan Dukungan Pertanian

Selain membahas harga sawit, pertemuan itu juga menghasilkan berbagai dukungan bagi Kabupaten Dharmasraya.

Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan alat dan mesin pertanian, mendukung pembangunan jaringan irigasi, serta menjalankan program optimalisasi lahan pertanian.

Menurut Annisa, bantuan tersebut akan meningkatkan produktivitas sekitar 5.500 hektare sawah di Dharmasraya. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, petani dapat meningkatkan hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Annisa Dorong Pengembangan Jagung

Selanjutnya, Annisa mengangkat persoalan yang dihadapi peternak unggas. Ia menjelaskan, peternak ayam petelur maupun ayam pedaging masih kesulitan memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga :  Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menawarkan lahan seluas 14.961 hektare untuk pengembangan tanaman jagung.

Annisa berharap program tersebut mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pakan sekaligus memasok pabrik-pabrik pakan mandiri di masa mendatang.

Usulan itu mendapat respons positif dari Kementerian Pertanian. Sebagai langkah awal, kementerian mengalokasikan bantuan pengembangan jagung seluas 820 hektare.

Meski demikian, Annisa berharap pemerintah pusat terus menambah luas program tersebut pada tahun-tahun berikutnya agar petani mampu memenuhi kebutuhan pakan dari produksi daerah sendiri.

Kopi Jadi Alternatif Tingkatkan Ekonomi Warga

Tidak berhenti di sektor jagung, Kementerian Pertanian juga mendukung pengembangan tanaman kopi seluas 250 hektare.

Pemerintah akan menjalankan program tersebut di kawasan perhutanan sosial. Melalui langkah itu, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan tanpa merusak kawasan hutan.

“Daripada masyarakat menebang hutan, lebih baik dimanfaatkan untuk pengembangan perkebunan kopi yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Annisa.(Tim)

Berita Terkait

QR Code Jadi Mata Baru Peternakan Dharmasraya, SIDIK TERNAK Bikin Data Ternak Makin Cepat dan Akurat
KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
Tiga Pejabat Strategis Dharmasraya Bergeser, Posisi Kepala Kominfo Akhirnya Terisi
Gebrakan Santri di Panggung HUT RI Dharmasraya, Al-Madinatul Munawaroh Sabet Juara I Marawis-Hadroh
Jembatan Kabel Mendadak Jadi Lautan Manusia, Ini Semarak Dharmasraya Merah Putih Run 2026
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

QR Code Jadi Mata Baru Peternakan Dharmasraya, SIDIK TERNAK Bikin Data Ternak Makin Cepat dan Akurat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:17 WIB

KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Tiga Pejabat Strategis Dharmasraya Bergeser, Posisi Kepala Kominfo Akhirnya Terisi

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Gebrakan Santri di Panggung HUT RI Dharmasraya, Al-Madinatul Munawaroh Sabet Juara I Marawis-Hadroh

Berita Terbaru