RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh mempercepat langkah pembenahan layanan kesehatan dengan memperketat pengawasan internal dan memperkuat sistem pelayanan berbasis 24 jam. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas tuntutan peningkatan kualitas layanan publik di rumah sakit daerah tersebut.

Direktur RSUD MHA Thalib, dr. Rofi Irman, menegaskan pihaknya langsung mengubah pola kerja internal agar pelayanan lebih cepat, terukur, dan mudah diawasi. Ia menilai rumah sakit membutuhkan sistem kontrol yang lebih ketat untuk mencegah keluhan pasien berulang.

Pengawasan Harian Lewat Sidak Rutin

Manajemen rumah sakit mulai menerapkan inspeksi mendadak (sidak) setiap hari di seluruh unit layanan. Tim pengawas menyusuri ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli, hingga unit penunjang medis untuk melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan.

Dr. Rofi menyebut sidak harian membuat manajemen lebih cepat menemukan persoalan yang muncul di unit pelayanan. Ia juga meminta petugas mencatat setiap temuan agar rumah sakit segera melakukan perbaikan tanpa menunggu laporan menumpuk.

“Tim kami turun langsung setiap hari untuk memantau kondisi pelayanan. Kami juga mendengar langsung keluhan pasien dan keluarga agar perbaikan berjalan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini 8 Vitamin Terbaik untuk Kesehatan Saraf

Sistem Management on Duty (MoD) Aktif 24 Jam

Selain pengawasan harian, RSUD MHA Thalib mengaktifkan sistem Management on Duty (MoD) yang bekerja penuh selama 24 jam. Sistem ini menempatkan perawat senior secara bergiliran dalam tiga shift untuk memastikan seluruh aktivitas rumah sakit selalu dalam pengawasan.

Petugas MoD bertugas memantau pelayanan, menerima laporan dari pasien, serta mengambil tindakan cepat ketika terjadi kendala di lapangan. Setiap kejadian yang muncul selama shift berlangsung wajib masuk dalam laporan tertulis untuk evaluasi manajemen.

Dr. Rofi menegaskan sistem ini memperkuat kontrol operasional rumah sakit. Ia ingin setiap masalah langsung tertangani tanpa menunggu eskalasi yang lebih besar.

Perbaikan Menyeluruh di Berbagai Sektor Layanan

Manajemen RSUD MHA Thalib tidak hanya fokus pada pengawasan. Pihak rumah sakit juga melakukan pembenahan di sejumlah sektor penting, mulai dari kedisiplinan pegawai, sistem antrean pasien, hingga kebersihan fasilitas.

Petugas rumah sakit kini menjalankan standar pelayanan yang lebih ketat agar pasien mendapatkan pengalaman layanan yang lebih nyaman. Selain itu, manajemen juga memperkuat mekanisme pengaduan agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan dengan lebih mudah.

Baca Juga :  Alfin-Azhar Sidak Pasar Jelang Ramadan

Respons atas Keluhan Masyarakat

Pihak rumah sakit mengakui evaluasi besar-besaran ini muncul setelah adanya sejumlah keluhan masyarakat terkait pelayanan sebelumnya. Manajemen baru kemudian bergerak cepat untuk memperbaiki sistem kerja internal agar kepercayaan publik kembali meningkat.

Dr. Rofi menegaskan rumah sakit membuka diri terhadap kritik dan masukan. Ia meminta seluruh jajaran tidak mengabaikan setiap laporan yang datang dari pasien.

“Kami ingin memastikan setiap keluhan mendapat respons cepat. Kami juga terus memperbaiki sistem agar masyarakat merasa lebih nyaman saat mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.

Target: Pelayanan Lebih Cepat dan Responsif

Dengan kombinasi pengawasan harian dan sistem MoD 24 jam, RSUD MHA Thalib menargetkan peningkatan signifikan dalam kualitas pelayanan. Manajemen berharap seluruh unit rumah sakit bekerja lebih disiplin, responsif, dan konsisten dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh yang menuntut rumah sakit daerah bekerja lebih profesional dan adaptif terhadap kebutuhan pasien.

Ke depan, manajemen berencana memperluas evaluasi hingga ke sistem digital pelayanan agar proses administrasi dan penanganan pasien berjalan lebih efisien.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan
Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026
Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan
BGN Ungkap 65% Warga RI Butuh MBG, Ini Fokus Perbaikan
Fadly Amran Dorong Pengembangan RSUP M Djamil, Padang Jadi Kota Jasa Kesehatan
HUT ke-40 RSUD Solsel, Perkuat Layanan Responsif
Pemerintah Kota Padang Dukung Modernisasi RSUP M Djamil
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:54 WIB

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:26 WIB

RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:30 WIB

Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026

Rabu, 22 April 2026 - 19:04 WIB

Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan

Berita Terbaru