Minyak Sumur Warga Jambi Resmi Masuk Pertamina, Target Produksi Naik Dua Kali Lipat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – Pengelolaan sumur minyak masyarakat di Jambi memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun identik dengan persoalan legalitas dan tata kelola, kini minyak hasil produksi masyarakat mulai menembus rantai distribusi resmi industri migas nasional.

Koperasi Batanghari Patra Nusantara (BPN) mencatat pencapaian penting dengan mengirimkan minyak mentah hasil produksi sumur masyarakat ke fasilitas milik PT Pertamina (Persero). Pengiriman tersebut menjadi yang pertama sejak skema pengelolaan minyak rakyat melalui koperasi mulai dikembangkan.

Keberhasilan itu membuka peluang baru bagi masyarakat di wilayah penghasil minyak untuk terlibat dalam ekosistem energi nasional secara legal sekaligus produktif. Selain itu, langkah tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat, koperasi, pemerintah, dan industri mampu menciptakan model pengelolaan migas yang lebih tertata.

Pengiriman Perdana Capai 300 Barel

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan langsung keberhasilan pengiriman perdana tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pada Kamis malam, Koperasi BPN memberangkatkan lima unit truk tangki yang masing-masing mengangkut 60 barel minyak mentah. Dengan demikian, total volume yang dikirim mencapai 300 barel.

Selanjutnya, seluruh muatan menuju fasilitas Pertamina MGS Tempino di Jambi untuk menjalani proses penerimaan dan pembongkaran muatan.

Menurut laporan SKK Migas, proses pengangkutan hingga unloading berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya Koperasi BPN akhirnya berhasil mengirimkan minyak dari sumur masyarakat. Ini adalah hasil kerja bersama yang patut disyukuri,” ujar Djoko dalam laporannya.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan pengiriman minyak tersebut tidak muncul secara instan. Berbagai pihak terlibat dalam menyiapkan skema yang memungkinkan minyak hasil produksi masyarakat masuk ke fasilitas resmi.

Baca Juga :  SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global

Melalui pola kemitraan yang terstruktur, masyarakat memperoleh jalur penyaluran yang lebih jelas. Di sisi lain, pemerintah dan industri mendapatkan mekanisme pengawasan yang lebih baik terhadap aktivitas produksi minyak rakyat.

Karena itu, banyak pihak menilai model ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi praktik produksi dan perdagangan minyak ilegal yang selama ini masih terjadi di sejumlah daerah penghasil migas.

Selain memperkuat tata kelola, pola tersebut juga memberi peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas sumur tua dan sumur rakyat.

Target Produksi Naik Dua Kali Lipat

Setelah mencatat keberhasilan awal, SKK Migas dan Koperasi BPN langsung mengarahkan perhatian pada target berikutnya.

Saat ini, volume pengiriman masih berada pada level 300 barel. Namun, para pemangku kepentingan optimistis kapasitas produksi dapat meningkat dalam waktu dekat.

Mereka menargetkan penyaluran minyak dari sumur masyarakat mencapai 600 barel oil per day (BOPD) atau dua kali lipat dari volume pengiriman perdana.

Target tersebut mencerminkan keyakinan bahwa sumur masyarakat masih memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan energi nasional apabila pengelolaannya berlangsung secara legal dan terintegrasi.

Peningkatan produksi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah penghasil minyak, terutama melalui peningkatan aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.

Dukungan Pemerintah Dinilai Sangat Penting

Dalam laporannya, Djoko Siswanto turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri ESDM yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat berperan penting dalam membuka jalan bagi implementasi skema pengelolaan minyak rakyat yang lebih teratur dan berkelanjutan.

“Bersama kita bisa. Lifting naik, bisa, bisa, bisa,” tegasnya penuh optimisme.

Pernyataan tersebut sekaligus mencerminkan harapan bahwa keterlibatan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan lifting minyak nasional.

Baca Juga :  Tren IPO Lesu, Backdoor Listing Jadi Jalan Pintas Emiten Masuk Bursa

Harapan Baru bagi Ketahanan Energi Nasional

Di tengah tantangan penurunan produksi alami dari sejumlah lapangan migas tua, pemerintah terus mencari sumber tambahan untuk menjaga target produksi nasional.

Dalam konteks tersebut, keberhasilan Koperasi BPN menjadi contoh bahwa potensi energi di tingkat masyarakat masih dapat berkontribusi apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Jika model serupa diterapkan di daerah lain, kontribusi sumur masyarakat berpotensi menjadi salah satu sumber tambahan produksi minyak nasional. Langkah itu tidak hanya membantu meningkatkan lifting, tetapi juga memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Dengan pengiriman perdana 300 barel minyak ke fasilitas Pertamina, Jambi kini mencatat sejarah baru dalam pengelolaan migas masyarakat. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa minyak rakyat dapat masuk ke sistem energi nasional melalui jalur yang legal, aman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi berbagai pihak.

FAQ

Apa yang berhasil dilakukan Koperasi BPN Jambi?

Koperasi Batanghari Patra Nusantara (BPN) berhasil mengirimkan minyak mentah hasil produksi sumur masyarakat ke fasilitas resmi Pertamina untuk pertama kalinya.

Berapa volume minyak yang dikirim?

Total pengiriman perdana mencapai 300 barel yang diangkut menggunakan lima truk tangki.

Ke mana minyak tersebut dikirim?

Minyak dikirim ke fasilitas Pertamina MGS Tempino di Jambi untuk menjalani proses penerimaan dan pembongkaran muatan.

Apa target berikutnya?

SKK Migas dan Koperasi BPN menargetkan peningkatan produksi hingga 600 barel oil per day (BOPD).

Mengapa langkah ini penting?

Skema tersebut membuka jalur legal bagi minyak hasil sumur masyarakat, membantu meningkatkan lifting nasional, serta berpotensi menekan praktik produksi minyak ilegal.(Tim)

Berita Terkait

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB