Daftar Mata Uang Terlemah Dunia April 2026, Rupiah Masuk 5 Besar!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Gejolak global kembali menekan nilai tukar mata uang dunia. Laporan terbaru dari Forbes Advisor menempatkan sejumlah mata uang dalam kondisi terlemah per April 2026. Tekanan datang dari konflik geopolitik, lonjakan inflasi, hingga ketergantungan impor energi.

Situasi di kawasan Selat Hormuz ikut memperburuk keadaan. Gangguan distribusi minyak membuat banyak negara harus menanggung beban ekonomi yang lebih berat.

Faktor Utama Pelemahan Mata Uang

Banyak negara menghadapi tekanan serius dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Inflasi tinggi menggerus daya beli masyarakat. Ketidakpastian politik membuat investor menarik modal. Ketergantungan impor energi memperparah kondisi saat harga global melonjak.

Kombinasi faktor tersebut menciptakan tekanan berlapis. Negara berkembang menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi ini.

Rial Iran Jadi yang Terlemah

Rial Iran menempati posisi pertama sebagai mata uang terlemah. Nilainya mencapai sekitar 1,32 juta hingga 1,33 juta per dolar AS.

Sanksi internasional menekan ekspor minyak Iran. Pembatasan akses ke sistem keuangan global memperburuk kondisi. Inflasi tinggi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap mata uang domestik.

Baca Juga :  Kemensos-Kemenkop Buka 1,4 Juta Lapangan Kerja

Perbedaan antara kurs resmi dan pasar gelap juga memperlebar distorsi nilai tukar.

Lebanon dan Vietnam Ikut Tertekan

Posisi kedua ditempati Pound Lebanon. Krisis ekonomi sejak 2019 belum menunjukkan perbaikan. Sistem perbankan melemah, utang negara membengkak, dan cadangan devisa menipis.

Di posisi ketiga, Dong Vietnam memiliki karakter berbeda. Pemerintah Vietnam sengaja menjaga nilai tukar tetap rendah untuk meningkatkan daya saing ekspor. Kebijakan ini membuat mata uang stabil di level rendah, bukan karena krisis.

Asia Tenggara dan Asia Tengah Terdampak

Kip Laos berada di posisi keempat. Utang luar negeri yang tinggi dan inflasi mendorong pelemahan nilai tukar. Ketergantungan impor energi membuat tekanan semakin besar.

Sementara itu, Rupiah Indonesia menempati posisi kelima. Nilainya berkisar Rp17.150 hingga Rp17.190 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah lebih banyak berasal dari faktor global. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang. Sentimen global ikut memengaruhi pergerakan nilai tukar, meski kondisi ekonomi domestik masih relatif stabil.

Baca Juga :  Ekonomi Singapura Tumbuh di Bawah Ekspektasi

Negara Lain dalam Daftar

Beberapa mata uang lain juga masuk daftar ini. Som Uzbekistan berada di posisi keenam. Transisi ekonomi yang belum matang dan inflasi memengaruhi stabilitasnya.

Franc Guinea dan Franc Burundi masing-masing berada di posisi ketujuh dan kedelapan. Ketergantungan pada komoditas serta kondisi politik menjadi faktor utama.

Di posisi kesembilan, Ariary Malagasy mencerminkan ekonomi yang masih bergantung pada sektor pertanian dan ekspor terbatas.

Sementara itu, Guarani Paraguay menutup daftar di posisi kesepuluh. Inflasi tinggi, korupsi, dan lemahnya sistem ekonomi memberikan tekanan besar pada mata uang ini.

Rupiah Masih Tertekan, Tapi Stabil

Masuknya rupiah dalam lima besar mata uang terlemah dunia menjadi sorotan. Namun, posisi ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Faktor eksternal masih mendominasi tekanan terhadap rupiah. Kebijakan global, terutama dari Amerika Serikat, sangat memengaruhi arus modal dan nilai tukar.

Pemerintah dan otoritas moneter terus menjaga stabilitas. Langkah intervensi pasar dan kebijakan suku bunga menjadi kunci untuk meredam gejolak lebih lanjut di tengah ketidakpastian global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor
UI Bongkar Tantangan Danantara, Akuntabilitas dan Mandat Jadi Sorotan Utama
Wamenperin Sentil Spekulan, Pastikan Pasokan Bahan Baku Plastik RI Aman
Solok Selatan Raih Penghargaan Kemendagri, Pengangguran Turun Tajam
Harga Emas Antam 27 April 2026 Tembus Rp2,75 Miliar per Kg, Ini Rinciannya
KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG
Pelindo Jambi Gandeng Cassia Co-Op, Ekspor Kayu Manis Kerinci Digenjot ke Pasar Global
Harga Gula Naik di 171 Daerah, Biaya Plastik Jadi Pemicu Utama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 23:00 WIB

Daftar Mata Uang Terlemah Dunia April 2026, Rupiah Masuk 5 Besar!

Senin, 27 April 2026 - 18:00 WIB

Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

UI Bongkar Tantangan Danantara, Akuntabilitas dan Mandat Jadi Sorotan Utama

Senin, 27 April 2026 - 15:00 WIB

Wamenperin Sentil Spekulan, Pastikan Pasokan Bahan Baku Plastik RI Aman

Senin, 27 April 2026 - 12:30 WIB

Solok Selatan Raih Penghargaan Kemendagri, Pengangguran Turun Tajam

Berita Terbaru