Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mempercepat penggunaan Aspal Buton (Asbuton) untuk proyek jalan nasional dan daerah. Langkah ini bertujuan menekan impor aspal minyak sekaligus mendorong ekonomi dalam negeri.

Potensi Besar Aspal Buton

Pemerintah melihat Aspal Buton sebagai aset strategis. Material ini berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dan memiliki cadangan besar yang jarang ditemukan di dunia.

Kementerian PUPR mencatat cadangan Asbuton mencapai sekitar 663 juta ton. Kandungan bitumen rata-rata mencapai 20 persen, setara lebih dari 130 juta ton aspal murni.

Cadangan tersebut tersebar di enam wilayah utama, yaitu Rongi, Kabungka, Lawele, Epe, Rota, dan Mandullah. Pemerintah menilai potensi ini mampu menopang kebutuhan aspal nasional dalam jangka panjang.

Sejarah Panjang Pengelolaan

Pengelolaan Aspal Buton sudah berlangsung sejak era kolonial. Perusahaan Belanda mulai mengelola Asbuton secara komersial pada 1925.

Baca Juga :  Transformasi Ekonomi Sumbar 2027 Digenjot, Mahyeldi Fokus Tarik Investasi

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah melanjutkan pengelolaan melalui badan usaha negara. Sejak 1970-an, proyek jalan nasional mulai memanfaatkan Asbuton.

Kurangi Ketergantungan Impor

Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada aspal impor. Saat ini, kebutuhan aspal nasional mencapai sekitar 1,1 juta ton per tahun.

Selama ini, pemerintah masih mengandalkan impor aspal minyak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, pemerintah mendorong penggunaan Asbuton sebagai substitusi.

Regulasi Perkuat Penggunaan

Pemerintah telah menerbitkan sejumlah aturan untuk mempercepat pemanfaatan Asbuton. Regulasi tersebut mencakup Peraturan Menteri PU Nomor 35 Tahun 2006 hingga Peraturan Menteri PUPR Nomor 18 Tahun 2018.

Aturan ini memberikan pedoman bagi kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar menggunakan Asbuton secara efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Daftar 10 Orang Terkaya RI Mei 2026: Prajogo Pangestu Masih Puncaki Forbes

Target 30 Persen Kebutuhan Nasional

Pemerintah kini menyiapkan aturan lanjutan. Targetnya, penggunaan Asbuton mencapai minimal 30 persen dari kebutuhan nasional.

Jika target tersebut tercapai, industri pengolahan Asbuton akan berkembang lebih cepat. Selain itu, Indonesia juga dapat memperkuat posisinya sebagai pemilik cadangan aspal alam terbesar.

Dampak Ekonomi Signifikan

Pemerintah memperkirakan kebijakan ini dapat menghemat devisa hingga Rp4,08 triliun per tahun. Selain itu, negara juga berpotensi memperoleh tambahan penerimaan pajak sekitar Rp1,6 triliun.

Langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Pulau Buton dan sekitarnya.

Penutup:

Pemerintah terus mendorong penggunaan Aspal Buton sebagai solusi strategis. Selain mengurangi impor, kebijakan ini juga memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Petani Sawit Wajib Cek, Harga TBS di Dharmasraya Hari Ini Ada yang Tembus Rp3.684 per Kg
Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat
Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029
B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40
Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bayar Pajak 0,5 Persen, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi
Indonesia Siapkan CNG 3 Kg Gantikan LPG, Hemat Subsidi hingga 40% dan Energi Lebih Mandiri
Pertamax Tembus Rp16.250, Pemerintah Kunci Akses Pertalite Lewat QR Code untuk Cegah Lonjakan Pengguna
Petani Sawit Swadaya Terkendala Modal, Sertifikasi dan Produktivitas Kebun Belum Maksimal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:00 WIB

Petani Sawit Wajib Cek, Harga TBS di Dharmasraya Hari Ini Ada yang Tembus Rp3.684 per Kg

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029

Senin, 15 Juni 2026 - 22:19 WIB

B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40

Senin, 15 Juni 2026 - 21:17 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bayar Pajak 0,5 Persen, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi

Berita Terbaru