UI Bongkar Tantangan Danantara, Akuntabilitas dan Mandat Jadi Sorotan Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Akademisi dan praktisi dari Universitas Indonesia menyoroti tantangan besar dalam tata kelola lembaga investasi negara, Danantara. Mereka menilai aspek akuntabilitas, kejelasan mandat, dan disiplin investasi menentukan keberhasilan lembaga tersebut sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menggelar forum diskusi bertajuk “Satu Tahun Danantara Membangun Indonesia”. Forum ini mengulas capaian Danantara selama setahun sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.

Peserta forum menilai Danantara tidak cukup hanya mengandalkan besarnya dana investasi. Lembaga ini juga harus mampu menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang transparan dan konsisten.

Peran Strategis untuk Keluar dari Middle-Income Trap

Dalam pidato kunci, Bambang Brodjonegoro menegaskan pentingnya kehadiran institusi pembiayaan jangka panjang di luar pemerintah. Ia menilai negara membutuhkan lembaga seperti Danantara untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah.

Ia menyebut pemerintah tidak bisa menjadi satu-satunya penggerak ekonomi. Negara perlu dukungan institusi yang mampu menyediakan pembiayaan jangka panjang untuk sektor strategis.

Bambang menjelaskan dua pendekatan yang umum digunakan negara lain. Pertama, melalui badan usaha milik negara yang aktif berinvestasi. Kedua, melalui lembaga pembiayaan pembangunan yang menyediakan patient capital.

Baca Juga :  Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Menurutnya, Danantara harus segera memperjelas posisi. Lembaga ini perlu menentukan apakah fokus sebagai investor aktif atau penyedia pembiayaan jangka panjang.

Integrasi Mandat Komersial dan Pembangunan

Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Hadad, menjelaskan bahwa lembaganya menggabungkan mandat komersial dan pembangunan dalam satu sistem.

Ia menekankan pentingnya optimalisasi aset negara. Danantara harus mampu menciptakan siklus pembiayaan berkelanjutan untuk proyek prioritas nasional.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyoroti pentingnya disiplin investasi. Ia melihat peluang justru muncul saat pasar bergejolak.

Ia menegaskan bahwa manajemen harus mengambil keputusan berdasarkan analisis risiko yang terukur. Pendekatan ini membantu lembaga tetap adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Risiko Ketidakjelasan Akuntabilitas

Ketua Dewan Guru Besar FEB UI, Mohamad Ikhsan, mengkritik lemahnya struktur akuntabilitas dalam lembaga investasi negara. Ia menilai ketidakjelasan hukum dapat menghambat pengambilan keputusan.

Ia memperingatkan bahwa pendekatan yang terlalu hati-hati akan membuat institusi sulit bergerak. Menurutnya, pengambil kebijakan harus berani mengambil risiko terukur.

Baca Juga :  18 Bank Indonesia Masuk World’s Best Banks 2026 Versi Forbes, Ini Daftar Lengkapnya

“Tanpa keberanian mengambil risiko, lembaga seperti ini tidak akan berkembang optimal,” ujarnya.

Transparansi dan Pengawasan Jadi Sorotan

Kepala Lembaga Manajemen FEB UI, Yasmine Nasution, menekankan pentingnya indikator kinerja yang jelas. Ia meminta Danantara memisahkan fungsi komersial dan pembangunan secara tegas.

Ia juga mendorong transparansi laporan agar publik dapat menilai kinerja lembaga secara objektif.

Di sisi lain, Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Eugenia Mardanugraha, mengingatkan potensi risiko dominasi pasar. Ia meminta Danantara tetap menjaga prinsip persaingan usaha yang sehat saat melakukan ekspansi.

Kredibilitas Jadi Penentu Masa Depan

Forum tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Danantara tidak hanya bergantung pada nilai investasi. Kualitas tata kelola, transparansi, dan konsistensi strategi justru menjadi faktor utama.

Para peserta sepakat bahwa Danantara harus membangun kredibilitas kelembagaan sejak awal. Mereka juga mendorong disiplin pengelolaan modal agar lembaga ini mampu berkontribusi secara berkelanjutan terhadap ekonomi nasional.

Jika Danantara mampu menjawab tantangan tersebut, lembaga ini berpotensi menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB

Oplus_0

Pesisir Selatan

Dua ASN Kominfo Pessel Promosi, Ini Jabatan Baru Yendi dan Silfia

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:17 WIB