JAKARTA – Harga gula pasir di berbagai wilayah Indonesia terus naik hingga minggu ketiga April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 171 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), naik dari 153 daerah pada minggu sebelumnya. Kenaikan ini muncul seiring meningkatnya biaya bahan baku plastik yang digunakan untuk kemasan gula.
Kenaikan Harga Terjadi di 171 Daerah
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan jumlah daerah yang mencatat kenaikan harga gula terus bertambah.
Ia menyebutkan pada minggu kedua April, kenaikan terjadi di 153 kabupaten/kota. Angka itu kemudian meningkat menjadi 171 kabupaten/kota pada minggu ketiga April 2026.
Plastik Mahal Dorong Harga Gula
BPS menilai kenaikan harga plastik menjadi faktor utama yang mendorong naiknya harga gula konsumsi.
Sebagian besar produsen gula menggunakan plastik sebagai kemasan utama. Ketika harga plastik naik, biaya produksi ikut meningkat dan berdampak langsung pada harga jual ke konsumen.
Ateng menegaskan bahwa kenaikan biaya kemasan ini menjadi pemicu signifikan dalam tren kenaikan harga gula di berbagai daerah.
Pemerintah Cari Solusi Pasokan Plastik
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan pemerintah sudah mengambil langkah untuk mengatasi masalah pasokan bahan baku plastik.
Ia menyebut pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk mencari sumber pasokan baru.
Ketut juga memastikan pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan ini dan terus mencari solusi agar pasokan plastik kembali stabil dalam waktu dekat.
Sebagian Daerah Masih di Bawah Harga Acuan
Bapanas mencatat dari 171 daerah yang mengalami kenaikan IPH, sebanyak 36 daerah masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Artinya, hanya 135 kabupaten/kota yang mencatat kenaikan harga gula di atas HAP dari total 349 daerah yang dipantau BPS. Jumlah ini setara dengan 38,7 persen wilayah pemantauan.
Kenaikan Harga Masih Relatif Terkendali
Secara nasional, Bapanas mencatat kenaikan harga gula konsumsi masih tergolong moderat. Dalam satu bulan terakhir, harga naik sekitar 1,94 persen.
Harga rata-rata nasional bergerak dari Rp18.412 per kilogram menjadi Rp18.770 per kilogram pada 20 April 2026.
Produksi Gula Diproyeksikan Naik
Bapanas memperkirakan produksi gula kristal putih dalam negeri akan meningkat pada April hingga Mei 2026.
Produksi diperkirakan naik dari sekitar 58,3 ribu ton menjadi 276,4 ribu ton. Peningkatan ini diharapkan dapat membantu menekan tekanan harga di pasar domestik.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









