Singapura Masih Teratas! Ini 5 Investor Terbesar di Indonesia Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indonesia mencatat realisasi investasi sebesar Rp 498,8 triliun sepanjang kuartal I 2026. Pemerintah menunjukkan tren positif karena angka ini tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa investasi asing masih mendominasi total realisasi tersebut. Investor luar negeri menyumbang Rp 250 triliun atau sekitar 50,1 persen dari total investasi.

“Arus investasi asing tetap kuat dan konsisten, terutama dari negara-negara mitra utama Indonesia,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Singapura Jadi Investor Terbesar

Rosan menegaskan bahwa Singapura terus mempertahankan posisi sebagai investor terbesar di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Pada kuartal I 2026, negara tersebut menanamkan modal sebesar 4,6 miliar dolar AS atau setara Rp 75,9 triliun.

Menurut Rosan, nilai investasi Singapura bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan investasi dari China pada periode yang sama.

“Selama 10 tahun terakhir, Singapura konsisten menjadi kontributor terbesar penanaman modal asing ke Indonesia,” kata dia.

Baca Juga :  Punya Alfamart Sendiri 2026: Rincian Biaya, Syarat, dan Estimasi Balik Modal

Hong Kong dan China Menyusul

Di posisi kedua, Hong Kong mencatat investasi sebesar 2,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 44,55 triliun. Sementara itu, China menempati posisi ketiga dengan nilai investasi 2,2 miliar dolar AS atau setara Rp 36,3 triliun.

Kedua negara tersebut tetap menjadi pemain utama dalam investasi sektor industri, energi, dan infrastruktur di Indonesia.

Amerika Serikat dan Jepang Lengkapi Lima Besar

Posisi keempat ditempati Amerika Serikat dengan investasi sebesar 1,3 miliar dolar AS. Sementara itu, Jepang berada di peringkat kelima dengan nilai investasi 1 miliar dolar AS.

Selain lima besar tersebut, Rosan menyebut negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Belanda juga terus meningkatkan kontribusi investasinya ke Indonesia.

Investasi Tumbuh dan Serap Tenaga Kerja

Secara keseluruhan, realisasi investasi pada awal 2026 menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Pemerintah mencatat kenaikan sebesar 0,4 persen dibandingkan kuartal IV 2025.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, investasi berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja, meningkat 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Emas Antam 22 April 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,83 Juta

Investasi Luar Jawa Lebih Tinggi

Pemerintah juga mencatat distribusi investasi yang semakin merata. Realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 251,3 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan Pulau Jawa yang mencatat Rp 247,5 triliun.

Rosan menilai kondisi ini mencerminkan keberhasilan strategi pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengembangan kawasan industri di luar Jawa.

PMA dan PMDN Berimbang

Dari sisi sumber investasi, penanaman modal asing (PMA) masih unggul tipis dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN). PMDN menyumbang Rp 248,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi.

Pemerintah menargetkan tren positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun 2026 guna mencapai target investasi nasional.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global,” kata Rosan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global
Smelter Baru AMMAN Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Jadi Produk Bernilai Tinggi
PGEO Masih Kantongi Dana IPO Rp2,84 Triliun, Pertamina Geothermal Siapkan Amunisi Besar untuk Ekspansi hingga 2030
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Berita Terbaru