Saiko Consultancy Incar 41,18% Saham NAYZ, Siap Ambil Alih Kendali

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd., bergerak cepat untuk mengakuisisi saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ). Perusahaan itu menargetkan pembelian hingga 41,18% saham dari pemegang saham pengendali saat ini, PT Asia Intrainvesta.

Langkah ini membuka peluang perubahan besar dalam struktur kepemilikan dan kendali perusahaan produsen makanan ringan tersebut.

Negosiasi Masih Berlangsung

Manajemen NAYZ memastikan proses akuisisi belum final. Direktur Utama NAYZ, Arief Banang Trinovan, menyebut kedua pihak masih membahas sejumlah poin krusial.

Ia menegaskan negosiasi mencakup penentuan nilai transaksi serta jadwal pelaksanaan pengambilalihan saham. Hingga saat ini, kedua pihak belum mencapai kesepakatan akhir.

Di sisi lain, Direktur Saiko Consultancy, Mark Leong Kei Wei, juga mengonfirmasi proses negosiasi masih berjalan. Ia menyatakan pihaknya terus berkomunikasi langsung dengan penjual untuk merampungkan detail transaksi.

Belum Kantongi Saham NAYZ

Saiko Consultancy belum memiliki saham NAYZ, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kondisi ini menunjukkan proses akuisisi masih berada pada tahap awal.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp16.902 per Dolar AS, Pelaku Usaha Waspada!

Namun, rencana pembelian hingga 1,05 miliar saham membuat Saiko berpotensi menjadi pemegang saham pengendali baru jika transaksi terealisasi penuh.

Perubahan ini tentu menjadi perhatian investor karena bisa memengaruhi arah strategi bisnis perusahaan ke depan.

Wajib Tender Offer ke Publik

Setelah menyelesaikan akuisisi, Saiko Consultancy akan menjalankan kewajiban sesuai regulasi pasar modal. Perusahaan harus menggelar mandatory tender offer kepada pemegang saham publik.

Aturan ini mengacu pada POJK No.9/2018 yang mengatur pengambilalihan perusahaan terbuka. Melalui skema ini, investor publik mendapat kesempatan menjual saham mereka kepada pengendali baru.

Langkah tersebut juga menjaga transparansi dan perlindungan bagi investor ritel di pasar modal.

Dampak ke Operasional Masih Minim

Manajemen NAYZ memastikan rencana akuisisi belum berdampak pada operasional perusahaan. Aktivitas bisnis, kondisi hukum, serta keuangan perusahaan tetap berjalan normal.

Perusahaan juga belum mengumumkan perubahan strategi bisnis atau arah ekspansi yang signifikan.

Meski begitu, pelaku pasar tetap mencermati potensi perubahan setelah proses akuisisi rampung.

Baca Juga :  Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Simak Daftar Terbaru

Profil Singkat Saiko Consultancy

Saiko Consultancy Pte. Ltd. berdiri berdasarkan hukum Singapura. Perusahaan ini fokus pada jasa konsultasi manajemen dan aktivitas perusahaan holding.

Saiko menjalankan bisnis di bidang konsultasi manajemen (KBLI 70201) serta aktivitas holding (KBLI 64202). Kantor pusatnya berlokasi di Bukit Batok Crescent, Singapura.

Dengan latar belakang tersebut, Saiko berpotensi membawa pendekatan baru dalam pengelolaan NAYZ jika berhasil mengambil alih kendali.

Sentimen Investor

Rencana akuisisi ini memicu perhatian pelaku pasar. Investor biasanya menilai aksi korporasi semacam ini sebagai peluang sekaligus risiko.

Jika Saiko berhasil masuk, pasar akan menunggu arah strategi baru yang akan diterapkan. Perubahan manajemen dan ekspansi bisnis bisa menjadi katalis positif, namun juga menyimpan ketidakpastian.

Untuk saat ini, investor memilih menunggu kepastian hasil negosiasi antara kedua pihak.

Disclaimer: Informasi ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Singapura Masih Teratas! Ini 5 Investor Terbesar di Indonesia Awal 2026
Mixue Tutup 428 Gerai, Ubah Strategi Ekspansi di Asia Tenggara
Awal Bros Ekspansi ke Medan, Siap Jadi Pusat Kanker dan Stroke Berteknologi Tinggi
Paten Lama BlackBerry Guncang Industri Printer Global, Brother Terancam Gugatan Besar
Pelamar Manajer Kopdes dan KN Tembus 383 Ribu, Situs Sempat Down
Tim Cook Mundur, John Ternus Resmi Jadi CEO Baru Apple
IHSG Anjlok 1,24% ke 7.448, Tekanan Rupiah dan Sentimen Global Picu Aksi Jual
GoPay Tembus 26 Juta Pengguna Aktif, Transaksi Capai 600 Juta per Bulan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

Saiko Consultancy Incar 41,18% Saham NAYZ, Siap Ambil Alih Kendali

Minggu, 26 April 2026 - 06:00 WIB

Singapura Masih Teratas! Ini 5 Investor Terbesar di Indonesia Awal 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 06:00 WIB

Mixue Tutup 428 Gerai, Ubah Strategi Ekspansi di Asia Tenggara

Jumat, 24 April 2026 - 21:00 WIB

Awal Bros Ekspansi ke Medan, Siap Jadi Pusat Kanker dan Stroke Berteknologi Tinggi

Kamis, 23 April 2026 - 20:00 WIB

Paten Lama BlackBerry Guncang Industri Printer Global, Brother Terancam Gugatan Besar

Berita Terbaru