Harga Minyak Melejit, ETF Energi XLE Cetak Rekor

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak melonjak tajam. Pasalnya, perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mendorong harga minyak Brent naik 7% menjadi US$ 77,9 per barel. Sementara itu, harga minyak WTI melonjak 6,3% menjadi US$ 71,23 per barel pada Senin, 2 Maret 2026. Akibatnya, harga minyak mencapai level tertinggi sejak Januari 2025.

Meningkatnya kekhawatiran pasar muncul karena potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar seperlima pengiriman minyak global. Sebagai langkah antisipasi, beberapa perusahaan pelayaran mengubah rute kapal mereka untuk menghindari risiko keamanan.

Lonjakan harga minyak bertambah tajam setelah AS dan Israel menyerang Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke sejumlah target regional. Lebih jauh, Saudi Aramco menutup sementara kilang Ras Tanura untuk menilai kerusakan akibat serangan drone.

Baca Juga :  Saham TIRT Melejit

Di tengah kondisi ini, OPEC+ memutuskan menaikkan produksi 206 ribu barel per hari mulai April. Langkah ini mengakhiri jeda tiga bulan dalam peningkatan output. Namun demikian, tambahan pasokan masih jauh di bawah rencana awal, yakni antara 411 ribu hingga 548 ribu barel per hari. Dengan produksi terbatas dan ketidakpastian geopolitik tinggi, para pelaku pasar tetap waspada, sehingga harga minyak terus naik.

ETF XLE Terbang Bersama Harga Minyak

Sentimen kenaikan harga minyak mendorong ETF Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) melesat. XLE mencerminkan kinerja saham perusahaan energi besar di indeks S&P 500, termasuk Exxon Mobil dan Chevron. Dengan kata lain, investor bisa langsung mendapatkan eksposur luas ke sektor energi tanpa membeli saham satu per satu.

Baca Juga :  Walikota News York Kecam Serangan Trump ke Iran

Seiring harga minyak yang meroket, XLE menunjukkan momentum kuat dan mencetak rekor tertinggi hampir 18 tahun terakhir. Pada perdagangan Senin malam, XLE menembus US$ 56,99 per unit.

Secara keseluruhan, lonjakan ini menunjukkan bahwa investor bereaksi cepat terhadap kondisi pasar energi global. Mereka menilai sektor energi sebagai aset menarik di tengah ketidakpastian geopolitik.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Berita Terbaru