Timur Tengah Rugi Rp10 Triliun per Hari, Ini Penyebabnya 

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Konflik regional memberi dampak besar pada sektor pariwisata Timur Tengah. Akibatnya, kawasan ini mengalami kerugian sekitar €515 juta atau setara Rp10 triliun setiap hari.

Penurunan jumlah wisatawan internasional memicu kerugian tersebut. Padahal sebelumnya, Timur Tengah menargetkan pertumbuhan sektor pariwisata pada 2026.

World Travel & Tourism Council (WTTC) memproyeksikan pengeluaran wisatawan internasional di Timur Tengah mencapai €178 miliar sepanjang tahun ini.

Penerbangan Turun Drastis

Selain itu, konflik regional juga mengganggu sektor penerbangan. Sejumlah negara menutup wilayah udara mereka. Karena itu, banyak maskapai menghentikan atau membatasi penerbangan.

Di sisi lain, Timur Tengah memegang peran penting dalam jaringan penerbangan global. Kawasan ini menjadi jalur transit utama yang menghubungkan Eropa, Asia, dan Afrika.

Baca Juga :  Islam di Cina: Mengapa Warga Ramai-Ramai Memeluknya?

Bandara besar seperti Abu Dhabi, Dubai, Doha, dan Bahrain biasanya melayani sekitar 526 ribu penumpang setiap hari. Namun konflik membuat jumlah penumpang turun tajam.

Data analisis penerbangan menunjukkan penurunan aktivitas maskapai besar di kawasan tersebut.

Pada 24 Februari, Emirates mengoperasikan 527 penerbangan. Etihad Airways menjalankan 325 penerbangan. Sementara itu, Qatar Airways mengoperasikan 563 penerbangan.

Namun pada 10 Maret, jumlah penerbangan turun drastis. Emirates hanya mengoperasikan 309 penerbangan. Kemudian, Etihad Airways menjalankan 56 penerbangan. Qatar Airways hanya mengoperasikan 66 penerbangan.

Banyak Wisatawan Batalkan Perjalanan

Tidak hanya itu, sejumlah negara juga mengeluarkan larangan perjalanan ke wilayah konflik. Kebijakan tersebut memicu banyak wisatawan membatalkan perjalanan.

Baca Juga :  12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global

Ibrahim Khaled dari Middle East Travel Alliance mengatakan banyak wisatawan membatalkan perjalanan setelah pemerintah AS dan Inggris mengeluarkan larangan terbang.

“Penerbangan terganggu dan banyak wisatawan menunda perjalanan ke kawasan tersebut,” ujarnya.

Proyeksi Penurunan Wisatawan

Sementara itu, lembaga riset Tourism Economics juga memproyeksikan penurunan jumlah wisatawan pada 2026.

Jumlah wisatawan ke Timur Tengah berpotensi turun 11 hingga 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini membuat sekitar 23 hingga 38 juta wisatawan internasional tidak datang ke kawasan tersebut.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pendapatan pariwisata hingga US$34 miliar sampai US$56 miliar. Para analis juga memperkirakan dampak ekonomi konflik ini akan bertahan meski ketegangan mulai mereda.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB