Jakarta –
Pemerintah Korea Selatan mencatat peningkatan jumlah warga negara yang baru dinaturalisasi pada tahun 2025. Kementerian Kehakiman mencatat dari 18.623 pemohon, 11.344 orang berhasil memperoleh kewarganegaraan. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak pandemi Covid-19. Meskipun pemerintah mencatat rekor 13.885 warga pada 2020, capaian tahun ini tetap menunjukkan tren kenaikan yang stabil.
Mayoritas Pemohon dari China dan Vietnam
Selain itu, lebih dari setengah warga negara baru, tepatnya 56,5%, berasal dari China. Warga Vietnam berada di posisi kedua dengan 23,4%. Filipina menyumbang 3,1% dan Thailand 2,2% dari total pemohon.
Kebijakan Karantina Global Jadi Faktor Pendorong
Kementerian Kehakiman menekankan bahwa kebijakan karantina global mendorong lonjakan naturalisasi. Banyak warga asing memilih mendapatkan kewarganegaraan Korea Selatan karena mereka ingin tinggal lebih lama. Pembatasan perjalanan membuat mereka sulit kembali ke negara asal.
Pemulihan Kewarganegaraan Etnis Korea Terus Meningkat
Selain itu, etnis Korea semakin banyak yang kembali memperoleh kewarganegaraan. Pada 2025, 4.037 orang mendapatkan kembali status warga negara, naik dari 3.607 orang pada 2024. Sementara itu, sejak 2021, jumlah pemulihan kewarganegaraan etnis Korea meningkat dari 1.764 menjadi lebih dari 4.000 pada 2025. Jepang menjadi negara dengan jumlah pemulihan terbanyak, diikuti China dan Vietnam.
Warga Korea yang Melepaskan Kewarganegaraan Menurun
Di sisi lain, warga Korea Selatan semakin sedikit yang melepaskan kewarganegaraan. Tahun lalu, 25.200 orang menyerahkan kewarganegaraan, turun dari 26.494 pada 2024. Mayoritas, yakni 72,1%, memilih menjadi warga negara Amerika Serikat. Sisanya memperoleh kewarganegaraan Kanada, Australia, dan Jepang.
Tren Migrasi dan Kewarganegaraan Global
Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan dinamika migrasi dan kewarganegaraan yang semakin kompleks. Globalisasi dan mobilitas internasional yang terdampak pandemi serta kebijakan masing-masing negara memengaruhi tren tersebut.