JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menyoroti polemik kuota internet hangus yang memicu gugatan dari masyarakat. Dalam sidang lanjutan uji materi aturan telekomunikasi, Wakil Ketua MK Saldi Isra meminta operator seluler tidak hanya bertahan pada kebijakan lama, tetapi mulai mencari solusi yang lebih adil bagi konsumen.
Ia menegaskan, perusahaan seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata dapat berdiskusi melalui asosiasi untuk merumuskan skema baru yang lebih seimbang antara bisnis dan hak pelanggan.
MK Soroti Kerugian Konsumen
Dalam persidangan yang digelar Kamis (21/5/2026), MK menekankan bahwa hakim tidak hanya mempertimbangkan keberlangsungan industri telekomunikasi, tetapi juga kerugian nyata yang dialami masyarakat.
Selama ini, banyak pelanggan merasa dirugikan karena kuota internet yang sudah dibeli hangus begitu masa aktif berakhir. Kondisi ini dinilai perlu evaluasi agar tidak terus menimbulkan ketidakadilan bagi pengguna layanan digital.
MK juga menilai operator terlalu fokus pada potensi kerugian bisnis jika aturan diubah, sementara aspek perlindungan konsumen belum mendapat porsi yang seimbang.
Gugatan Kuota Internet Hangus Kembali Dibahas
Perkara ini merupakan uji materi terhadap Pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
Para pemohon meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan ketentuan tersebut karena dinilai tidak memberikan perlindungan yang adil bagi konsumen. Mereka menyoroti praktik kuota hangus yang tetap berlaku meski pelanggan telah membayar penuh di awal pembelian paket.
Isu ini juga sebelumnya kerap muncul dalam berbagai laporan dan pengaduan konsumen di sektor telekomunikasi.
MK Tekankan Keseimbangan Hak Warga Negara
MK menegaskan bahwa lembaga tersebut memiliki mandat untuk menjaga hak konstitusional warga negara. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan perlindungan masyarakat.
Saldi Isra berharap operator tidak hanya mempertahankan sistem yang ada, tetapi juga membuka ruang inovasi agar konsumen tidak terus dirugikan.
Polemik Kuota Hangus Masih Jadi Perdebatan
Perdebatan mengenai kuota internet hangus masih menjadi sorotan publik. Banyak pengguna menilai sistem tersebut tidak adil karena sisa kuota tidak bisa digunakan meskipun masa aktif hanya berbeda sedikit waktu.
Di sisi lain, operator beralasan kebijakan tersebut berkaitan dengan pengelolaan jaringan, struktur paket layanan, dan keberlanjutan bisnis telekomunikasi.
Kini, masyarakat menunggu hasil pembahasan lanjutan antara operator dan putusan MK yang diharapkan dapat menghadirkan solusi lebih seimbang.
FAQ
Apa yang diminta MK kepada operator seluler?
MK meminta operator seluler duduk bersama untuk mencari solusi yang lebih adil terkait kuota internet hangus.
Mengapa kuota internet hangus kembali digugat?
Karena konsumen menilai kuota yang sudah dibeli tidak bisa digunakan sepenuhnya setelah masa aktif berakhir.
Operator mana saja yang disebut dalam sidang MK?
Beberapa operator yang disebut antara lain Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata.
Apa fokus utama MK dalam perkara ini?
MK menekankan keseimbangan antara keberlangsungan bisnis telekomunikasi dan perlindungan hak konsumen.
Apakah kebijakan kuota internet hangus bisa berubah?
Kemungkinan perubahan masih menunggu hasil pembahasan operator serta putusan akhir Mahkamah Konstitusi.
Penulis : Andini
Editor : Ichwan Diaspora









