Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mempercepat persiapan pembangunan pabrik biodiesel sebagai bentuk dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto di sektor kemandirian energi. Pemerintah daerah langsung memulai pendataan menyeluruh terhadap industri kelapa sawit agar rencana tersebut memiliki dasar yang kuat.

Langkah itu sekaligus menunjukkan keseriusan Pemprov Bengkulu dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah juga ingin menghadirkan investasi baru, memperluas lapangan kerja, dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) mulai mengumpulkan data perusahaan Crude Palm Oil (CPO), kapasitas produksi, hingga aktivitas ekspor. Seluruh data tersebut akan memperkuat bahan pemaparan Gubernur Bengkulu kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat.

Pemprov Satukan Langkah Lewat Pendataan Industri Sawit

Wakil Gubernur Bengkulu Mian memimpin rapat inventarisasi data perusahaan CPO di Provinsi Bengkulu bersama Sekretaris Daerah Herwan Antoni di Ruang Rapat Merah Putih Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (13/7/2026).

Rapat tersebut mempertemukan sejumlah OPD yang menangani sektor perkebunan, industri, perdagangan, investasi, dan bidang terkait lainnya. Seluruh peserta menyamakan langkah agar proses pendataan berlangsung lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Menurut Mian, Bengkulu memiliki modal besar untuk mengembangkan industri biodiesel karena daerah ini menghasilkan pasokan minyak kelapa sawit mentah yang melimpah.

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Kaji Jalan Khusus Batu Bara, Lindungi Jalan dan Keselamatan

“Potensi pembangunan pabrik biodiesel sangat besar karena bahan bakunya tersedia di Bengkulu. Ini juga sejalan dengan program Bapak Gubernur dalam mengembangkan kawasan industri Pulau Baai. Karena itu, rapat hari ini menjadi langkah awal untuk menyinkronkan pencatatan, observasi, dan pengumpulan data oleh seluruh OPD terkait,” ujar Mian.

Pulau Baai Jadi Motor Hilirisasi Industri

Selanjutnya, Mian menegaskan bahwa rencana pembangunan pabrik biodiesel berjalan seiring dengan pengembangan kawasan industri Pulau Baai. Pemerintah ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas industri berbasis kelapa sawit.

Strategi itu memberi nilai tambah terhadap komoditas sawit yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku. Melalui industri pengolahan, Bengkulu berpeluang meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian daerah.

Di sisi lain, pemerintah juga berharap kehadiran industri biodiesel mampu menarik investor baru dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

Biodiesel B50 Jadi Fokus Pengembangan

Pemerintah mengarahkan proyek tersebut pada produksi biodiesel B50. Bahan bakar ini mengandung campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang berasal dari minyak kelapa sawit dan 50 persen bahan bakar diesel berbasis fosil.

Baca Juga :  Pajak Murah, BBM Irit! Ini 7 Mobil Favorit 2026

Komposisi tersebut mendukung upaya pemerintah memperluas penggunaan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dengan pasokan CPO yang besar, Bengkulu memiliki peluang untuk menjadi salah satu sentra produksi biodiesel di Sumatera.

OPD Kebut Pengumpulan Data

Sementara itu, Mian meminta seluruh OPD segera menuntaskan pendataan perusahaan kelapa sawit beserta aktivitas ekspor CPO di Bengkulu. Ia ingin setiap instansi bekerja secara terkoordinasi agar proses pengumpulan data selesai sesuai target.

Pendataan itu meliputi profil perusahaan, kapasitas produksi, distribusi bahan baku, hingga potensi pasokan yang dapat menopang operasional pabrik biodiesel pada masa mendatang.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan data yang lengkap agar proses perencanaan dan pembahasan bersama pemerintah pusat berlangsung lebih efektif.

“Pengumpulan data ini harus segera diselesaikan karena merupakan bagian dari dukungan kita terhadap program Presiden Republik Indonesia. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Bapak Gubernur untuk melakukan pemaparan kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat. Harapannya, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan pabrik biodiesel di Bengkulu dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027,” tegas Mian.(Tim)

Berita Terkait

Bengkulu Tancap Gas Siapkan Sekolah Rakyat, MPLS Mulai 20 Juli Jadi Target Utama
Mengapa Shell Masih Belum Jual Bensin? ESDM Ungkap Dugaan Penyebabnya, Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan
Mulai 1 Oktober, Seluruh SPBU Wajib Jual Biosolar B50, Indonesia Bersiap Tinggalkan Impor Solar
Jalan Terancam Cepat Rusak, Pemprov Bengkulu Desak Perusahaan Batu Bara Taat Batas Tonase
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Bengkulu Sabet Dua Penghargaan Adinata Syariah 2026, Ekspor Halal dan Literasi Syariah Jadi Kekuatan
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:00 WIB

Bengkulu Tancap Gas Siapkan Sekolah Rakyat, MPLS Mulai 20 Juli Jadi Target Utama

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:00 WIB

Mengapa Shell Masih Belum Jual Bensin? ESDM Ungkap Dugaan Penyebabnya, Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:00 WIB

Mulai 1 Oktober, Seluruh SPBU Wajib Jual Biosolar B50, Indonesia Bersiap Tinggalkan Impor Solar

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:00 WIB

Jalan Terancam Cepat Rusak, Pemprov Bengkulu Desak Perusahaan Batu Bara Taat Batas Tonase

Berita Terbaru