JAKARTA – Banyak masyarakat Indonesia mencari mobil dengan biaya operasional rendah. Harga beli yang terjangkau, pajak tahunan ringan, serta konsumsi bahan bakar hemat menjadi pertimbangan utama. Kombinasi tersebut membantu pemilik kendaraan menghemat pengeluaran untuk mobilitas harian.
Karena itu, mobil bermesin kecil dengan efisiensi bahan bakar tinggi semakin diminati. Beberapa model bahkan menawarkan pajak tahunan yang relatif murah. Berikut tujuh mobil yang menawarkan pajak ringan dan konsumsi BBM hemat pada 2026.
1. Toyota Agya – City Car Murah dan Hemat
Produsen otomotif Jepang Toyota menghadirkan Agya sebagai city car terjangkau untuk pasar Indonesia. Mobil ini menawarkan harga relatif rendah serta biaya kepemilikan ringan.
Di pasar mobil bekas, Agya produksi 2017–2022 biasanya berada pada kisaran Rp120 juta hingga Rp180 juta. Sementara itu, model baru umumnya mulai dari Rp170 jutaan.
Pemilik Agya biasanya membayar pajak tahunan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp4 juta. Besaran pajak bergantung pada tahun kendaraan dan wilayah.
Mesin 1.0 hingga 1.2 liter juga membantu Agya mencapai konsumsi bahan bakar sekitar 15–20 km per liter dalam penggunaan kota.
2. Daihatsu Ayla – Mobil Ekonomis untuk Harian
Pabrikan Jepang Daihatsu memasarkan Ayla sebagai mobil LCGC yang ekonomis. Model ini memiliki banyak kesamaan dengan Toyota Agya.
Pasar mobil bekas menawarkan Ayla keluaran 2017–2022 pada kisaran Rp110 juta hingga Rp170 juta. Harga tersebut cocok untuk pembeli dengan anggaran terbatas.
Pemilik Ayla biasanya mengeluarkan pajak tahunan sekitar Rp1,2 juta hingga Rp2,7 juta. Mesin kecil membuat biaya kepemilikan tetap ringan.
Selain itu, mesin 1.0 hingga 1.2 liter mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 15–22 km per liter.
3. Honda Brio Satya – Hatchback Sporty dan Efisien
Perusahaan otomotif Jepang Honda menghadirkan Brio Satya sebagai hatchback kompak dengan karakter sporty.
Mobil bekas produksi 2020–2022 biasanya memiliki harga sekitar Rp140 juta hingga Rp220 juta. Banyak pembeli tetap mencari mobil ini karena nilai jualnya stabil.
Pemilik Brio Satya biasanya membayar pajak tahunan sekitar Rp2,7 juta hingga Rp3,2 juta. Angka ini masih tergolong wajar pada segmen hatchback.
Mesin 1.2 liter i-VTEC menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 15–18 km per liter.
4. Suzuki Ignis – City Car Bergaya Crossover
Pabrikan Jepang Suzuki menghadirkan Ignis dengan desain unik yang berbeda dari city car lain.
Pasar mobil bekas menawarkan Ignis produksi 2017–2022 dengan harga sekitar Rp130 juta hingga Rp200 juta.
Pemilik Ignis biasanya mengeluarkan pajak tahunan sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung wilayah dan tahun produksi.
Mesin 1.2 liter juga mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 14–18 km per liter dalam penggunaan harian.
5. Toyota Calya – MPV Murah untuk Keluarga
Toyota menghadirkan Calya sebagai MPV tujuh penumpang dengan biaya operasional terjangkau.
Mobil bekas produksi 2018–2022 biasanya memiliki harga sekitar Rp150 juta hingga Rp230 juta.
Pemilik Calya biasanya membayar pajak tahunan sekitar Rp2 juta hingga Rp2,7 juta.
Mesin kecil tetap mampu menjaga efisiensi bahan bakar. Calya biasanya mencapai konsumsi sekitar 12–16 km per liter.
6. Daihatsu Sigra – MPV Hemat Biaya Operasional
Daihatsu memasarkan Sigra sebagai kembaran Toyota Calya dengan harga lebih ekonomis.
Pasar mobil bekas menawarkan Sigra produksi 2018–2022 pada kisaran Rp140 juta hingga Rp220 juta.
Pemilik Sigra biasanya mengeluarkan pajak tahunan sekitar Rp2 juta hingga Rp2,7 juta.
Mobil ini mampu mencapai konsumsi bahan bakar sekitar 12–15 km per liter pada penggunaan harian.
7. Toyota Yaris – Hatchback Lebih Premium
Toyota juga menawarkan Yaris bagi pengguna yang menginginkan hatchback dengan fitur lebih lengkap.
Mobil bekas produksi 2018–2022 biasanya memiliki harga sekitar Rp180 juta hingga Rp270 juta.
Pemilik Yaris biasanya membayar pajak tahunan sekitar Rp2 juta hingga Rp4,5 juta karena kapasitas mesin lebih besar.
Mesin 1.5 liter mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 13–17 km per liter.
Kesimpulan
Mobil dengan pajak murah dan konsumsi BBM hemat tetap menjadi pilihan menarik bagi banyak pengguna di Indonesia. Mobil-mobil tersebut membantu pemilik kendaraan menekan biaya operasional sekaligus menjaga kenyamanan mobilitas harian.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









