Sawit Indonesia di Ujung Tanduk 2030

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Ancaman Serius Industri Sawit Indonesia

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) sekaligus Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga, mengingatkan ancaman serius terhadap industri sawit nasional. Menurutnya, perkebunan sawit Indonesia bisa berada di ujung tanduk pada 2030 jika pengelolaannya tidak segera diubah.

Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Sahat menekankan bahwa banyak perkebunan sawit masih menggunakan pupuk kimia sementara mereka belum menerapkan pertanian regeneratif yang memulihkan kesehatan tanah.

“Saya khawatir, kalau kita tidak berbuat apa-apa, mungkin tahun 2030 sawit kita bisa mati semua,” kata Sahat dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pentingnya Pertanian Regeneratif

Ia menjelaskan bahwa pertanian regeneratif memprioritaskan pemulihan kualitas tanah. Tanpa langkah ini, tanah perkebunan terus kehilangan kesuburan karena mineral hilang secara berkelanjutan. Untuk menggambarkan hal ini, Sahat mengibaratkan tanah seperti tubuh manusia yang dipaksa bekerja tanpa pemulihan.

Baca Juga :  Cuma Rp8 Ribu, Warga Kerinci Bisa Naik DAMRI

“Nggak ada bedanya dengan tanah, jadi harus ada regeneratif,” ujarnya.

Solusi: Kompos dan Pupuk Bio-Organik

Sebagai solusinya, Sahat menyarankan perkebunan sawit menggunakan kompos dari limbah organik atau pupuk bio-organik. Dengan cara ini, perkebunan bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Ia mencontohkan praktik di Sabah, Malaysia, di mana petani berhasil menekan konsumsi pupuk kimia secara signifikan.

“Bagaimana caranya? Kita harus sehatkan kembali tanah melalui remediasi. Caranya? Bio-organic fertilizer dari biomassa yang diolah kembali melalui proses komposting,” jelasnya.

Intensifikasi Lahan Lebih Penting daripada Perluasan

Selain itu, Sahat menekankan bahwa isu keberlanjutan sawit bukan tentang membuka lahan baru, melainkan mengoptimalkan lahan yang sudah ada. Sebagai langkah konkret, Indonesia bekerja sama dengan China untuk menerapkan pertanian regeneratif. Dalam skema ini, petani mengolah kembali sekitar 42% biomassa perkebunan menjadi kompos organik.

Baca Juga :  Cina Pangkas Target Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Dampak Ekonomi Potensial

Jika strategi ini dijalankan secara konsisten, Sahat memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan luas lahan sekitar 16 juta hektare, penerapan pertanian regeneratif dapat menggandakan manfaat ekonomi industri sawit nasional pada 2029.

“Prediksi untuk tahun 2029, jika kita jalankan strategi ini di lahan yang sama, kita bisa melakukan regenerasi dan menghasilkan sekitar US$120 miliar, sekarang US$60-an. Dan kita bisa mencapai itu tanpa menambah luas lahan,” pungkas Sahat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Rupiah 8 Mei 2026 Bertahan di Kisaran Rp17.300 per Dolar AS
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:06 WIB

Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang

Berita Terbaru