KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – KB Bank memperkuat kerja sama strategis dengan PT Lucky Mom Indonesia (LMI) melalui komitmen pembiayaan hingga Rp400 miliar. Langkah ini mendorong ekspansi bisnis LMI di sektor consumer goods di Indonesia sekaligus memperluas ekosistem pembiayaan korporasi KB Bank.

Fokus Perkuat Ekspansi Bisnis FMCG

KB Bank dan PT LMI menandatangani kesepakatan kerja sama yang menitikberatkan pada penguatan sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG). PT LMI selama ini memproduksi berbagai kebutuhan keluarga, seperti popok bayi, popok dewasa, dan pembalut wanita.

Melalui pendanaan tersebut, LMI menargetkan perluasan distribusi, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan rantai pasok di pasar domestik. Perusahaan juga mendorong efisiensi operasional agar mampu bersaing di industri FMCG yang semakin kompetitif.

KB Bank Perluas Layanan Pembiayaan Terintegrasi

KB Bank tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan layanan perbankan terintegrasi untuk mendukung operasional PT LMI. Bank menyediakan layanan transaction banking yang mencakup cash management, trade finance, dan pembiayaan terstruktur.

KB Bank juga memanfaatkan platform digital KBstarbiz untuk membantu perusahaan mengelola transaksi dan likuiditas secara lebih efisien. Sistem ini mempercepat proses bisnis dan meningkatkan transparansi keuangan perusahaan.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin, BPR Koperindo Jaya Jakarta Resmi Tutup

Direksi KB Bank menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari strategi memperkuat portofolio wholesale banking. Segmen ini menyasar perusahaan menengah hingga besar dengan kebutuhan layanan keuangan yang kompleks dan terintegrasi.

Dorong Pertumbuhan Kredit Wholesale

KB Bank mencatat pertumbuhan kredit sekitar 7 persen secara tahunan hingga akhir 2025. Pertumbuhan tersebut terutama datang dari segmen wholesale banking yang kini berkontribusi 51 persen terhadap total portofolio kredit bank.

Bank terus memperluas pembiayaan produktif untuk sektor korporasi dan industri strategis. KB Bank juga memperkuat kualitas aset, meningkatkan tata kelola, dan menerapkan manajemen risiko yang lebih ketat untuk menjaga stabilitas bisnis.

Strategi Ekosistem Bisnis Berkelanjutan

KB Bank menempatkan kerja sama dengan PT LMI sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem bisnis berkelanjutan. Bank menggabungkan kekuatan jaringan finansial dengan kebutuhan industri FMCG yang terus berkembang.

Baca Juga :  Kredit UMKM Menyusut, Bank Pilih Korporasi Besar

PT LMI juga menyambut kerja sama ini sebagai langkah penting untuk mempercepat ekspansi bisnis. Perusahaan menilai dukungan perbankan yang terintegrasi membantu mereka memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Kolaborasi ini juga mencerminkan tren perbankan modern yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada solusi bisnis end-to-end. Pendekatan ini mendorong efisiensi, skalabilitas, dan keberlanjutan usaha klien korporasi.

Perkuat Peran di Industri Perbankan Nasional

KB Bank terus memperkuat posisinya di industri perbankan nasional melalui fokus pada layanan wholesale banking. Bank mengarahkan strategi pertumbuhan pada sektor produktif yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian.

Dengan dukungan pembiayaan besar dan layanan digital terintegrasi, KB Bank menargetkan pertumbuhan berkelanjutan di segmen korporasi. Sementara itu, PT LMI memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat rantai distribusi nasional.

Kolaborasi keduanya diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja bisnis masing-masing, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri FMCG di Indonesia secara lebih luas.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen
Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027
Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:00 WIB

Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Berita Terbaru