Harga LPG 12 Kg dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan, Warga Menjerit: Pengeluaran Makin Berat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kenaikan harga gas elpiji (LPG) nonsubsidi 12 kg dari Rp 192.000 menjadi Rp 228.000 memicu keluhan warga. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok, sehingga menambah tekanan ekonomi masyarakat.

Michael (24), warga Kalideres, Jakarta Barat, mengaku baru mengetahui kenaikan tersebut. Ia langsung merasakan dampaknya terhadap pengeluaran harian.

“Naiknya lumayan, Rp 40.000 itu terasa juga,” kata Michael, Minggu (19/4/2026).

Menurut Michael, kenaikan harga gas semakin memberatkan karena terjadi saat harga BBM dan sembako ikut naik. Ia menilai kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga barang lain di pasaran.

Baca Juga :  BBM Tak Jadi Naik, Tarif Travel Malah Naik, Dewan Desak Evaluasi

Michael juga sudah memprediksi kenaikan ini. Ia mengikuti perkembangan harga energi global, termasuk dampak konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat terhadap harga bahan bakar.

“Saya lihat harga avtur dan BBM seperti Pertamax Dex dan Pertamax Turbo naik cukup tinggi. Jadi kemungkinan gas ikut naik,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari Pudji (50), pengguna LPG nonsubsidi selama puluhan tahun. Ia mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang cukup besar.

“Pengeluaran jadi makin besar. Kondisi sekarang sudah berat, jadi makin terasa,” kata Pudji.

Baca Juga :  Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Pudji menilai kenaikan harga gas terasa semakin membebani karena terjadi bersamaan dengan kenaikan berbagai kebutuhan lain, termasuk bahan dapur dan BBM.

Ia berharap pemerintah segera mengendalikan harga kebutuhan dasar di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil.

“Semoga harga bisa kembali terkendali dan tidak terus naik,” ujarnya.

Terdesak kondisi ekonomi, Michael kini mempertimbangkan kembali menggunakan LPG subsidi 3 kg. Ia sebelumnya beralih ke gas nonsubsidi sekitar satu tahun lalu.

Kenaikan harga energi yang terjadi bersamaan ini membuat sebagian warga mulai mencari alternatif agar pengeluaran tetap terjaga.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta
Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI
Harga Sawit Tak Wajar, 300 Perusahaan Masuk Radar Hukum: Pemerintah Turun Tangan Lindungi Petani
Bengkulu Catat Tren Positif Pengangguran, BPS Apresiasi dan Siapkan Sensus Ekonomi Baru
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Mentan Amran Tindak Tegas Harga TBS Sawit, Pemerintah Siap Periksa 300 Perusahaan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Juni 2026 Stabil, Pilih Antam, UBS atau Galeri24?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:04 WIB

Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:27 WIB

Harga Sawit Tak Wajar, 300 Perusahaan Masuk Radar Hukum: Pemerintah Turun Tangan Lindungi Petani

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:17 WIB

Bengkulu Catat Tren Positif Pengangguran, BPS Apresiasi dan Siapkan Sensus Ekonomi Baru

Berita Terbaru

Oplus_0

Merangin

Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

Rabu, 10 Jun 2026 - 08:27 WIB