Ekspor Nonmigas Melejit, Industri Pengolahan Jadi Kunci

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia pada awal 2026. Pada saat yang sama, sektor industri pengolahan menopang pertumbuhan tersebut.

Berdasarkan data terbaru, ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 tumbuh 4,38 persen secara tahunan (year-on-year). Selanjutnya, sektor industri pengolahan mendorong kenaikan dengan pertumbuhan 8,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di samping itu, nilai ekspor industri pengolahan mencapai US$18,51 miliar pada Januari 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan dari US$17,11 miliar pada Januari 2025.

Industri Pengolahan Jadi Motor Ekspor

Lebih lanjut, Kepala Badan Pusat Statistik menjelaskan peran penting industri pengolahan dalam menopang ekspor nasional pada awal tahun.

Dalam sektor komoditas, beberapa produk industri mencatat pertumbuhan tinggi, antara lain:

produk olahan minyak sawit

produk nikel

besi dan baja

semikonduktor

kendaraan bermotor

Selain itu, ekspor produk olahan timah melonjak hingga 191 persen. Kebijakan larangan ekspor bijih timah mendorong peningkatan ekspor produk timah bernilai tambah.

Baca Juga :  Produk AS Bebas Sertifikat Halal, RI–AS Perkuat Kerja Sama

Tiga Negara Tujuan Utama Ekspor

Sementara itu, tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 meliputi:

Tiongkok

Amerika Serikat

India

Secara keseluruhan, ketiga negara tersebut menyumbang 43,77 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Jika dirinci, ekspor ke Tiongkok mencapai US$5,27 miliar atau 24,80 persen dari total ekspor.

Kemudian, ekspor ke Amerika Serikat mencapai US$2,51 miliar atau 11,82 persen.

Selanjutnya, ekspor ke India mencapai US$1,52 miliar atau 7,15 persen.

Tidak hanya itu, ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat mencapai US$2,82 miliar pada Januari 2026. Nilai tersebut tumbuh 13,60 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya.

Impor Indonesia Turut Meningkat

Di sisi lain, Indonesia juga meningkatkan impor pada Januari 2026. Total impor mencapai US$21,20 miliar. Nilai tersebut naik 18,21 persen dibandingkan Januari 2025.

Selanjutnya, sektor nonmigas menyumbang nilai impor US$18,04 miliar. Angka ini tumbuh 16,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis

Sementara itu, sektor migas mencatat impor US$3,17 miliar. Nilai tersebut meningkat 27,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bahan Baku dan Barang Modal Dominasi Impor

Jika meninjau sisi penggunaan, Indonesia meningkatkan impor pada tiga kelompok utama.

Bahan baku/penolong: US$14,88 miliar (naik 14,67 persen)

Barang modal: US$4,49 miliar (naik 35,23 persen)

Barang konsumsi

Dengan demikian, peningkatan impor bahan baku dan barang modal menunjukkan peningkatan aktivitas produksi domestik. Kondisi ini juga menandakan ekspansi investasi pada sektor riil.

Negara Asal Impor Terbesar

Adapun, tiga negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia pada Januari 2026 meliputi:

Tiongkok

Australia

Jepang

Secara agregat, ketiga negara tersebut menyumbang 54,90 persen dari total impor nonmigas.

Terakhir, Tiongkok memasok impor terbesar dengan nilai US$7,89 miliar atau 43,71 persen. Komoditas utama meliputi mesin elektrik, mesin mekanis, serta plastik dan produk turunannya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?
Promo Shopee Hari Ini Bikin Keranjang Belanja Makin Murah, Diskon Rp1 Juta hingga Gratis Ongkir Jadi Buruan
Kabar Baik dari Jambi, Sumur Minyak Warga Dongkrak Produksi Nasional
Emmo JVX GT Masuk Pasar Fleet, Motor Listrik MBG Bisa Dicicil Mulai Rp478 Ribu
Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi
Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:47 WIB

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?

Senin, 8 Juni 2026 - 14:00 WIB

Promo Shopee Hari Ini Bikin Keranjang Belanja Makin Murah, Diskon Rp1 Juta hingga Gratis Ongkir Jadi Buruan

Senin, 8 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kabar Baik dari Jambi, Sumur Minyak Warga Dongkrak Produksi Nasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:00 WIB

Emmo JVX GT Masuk Pasar Fleet, Motor Listrik MBG Bisa Dicicil Mulai Rp478 Ribu

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi

Berita Terbaru

Oplus_0

Merangin

Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

Rabu, 10 Jun 2026 - 08:27 WIB