UMKM RI Makin Gahar di Pasar Global, Shopee FLEXI Buka Kendali Penuh Ekspor hingga 5 Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perdagangan digital lintas negara terus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM Indonesia. Kini, platform e-commerce Shopee memperluas skema ekspor dengan menghadirkan Program Ekspor Shopee FLEXI yang memberi kendali lebih besar kepada penjual untuk mengatur strategi bisnis di pasar luar negeri.

Sejak beberapa tahun terakhir, ekspor berbasis e-commerce mencatat pertumbuhan signifikan. Shopee melaporkan lebih dari 90 juta produk UMKM lokal sudah terjual ke berbagai negara di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin melalui program ekspor mereka. Lonjakan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar global digital.

Dari Ekspor Otomatis ke Model Fleksibel

Pada tahap awal, Shopee mengembangkan program ekspor yang sepenuhnya mengelola operasional penjualan lintas negara. Namun, kebutuhan pelaku usaha berkembang. Banyak penjual ingin lebih aktif mengatur harga, promosi, dan strategi pasar di tiap negara tujuan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Shopee meluncurkan Program Ekspor Shopee FLEXI pada 2025 sebagai inovasi lanjutan. Skema ini memberi ruang lebih luas bagi penjual untuk mengambil keputusan bisnis secara langsung tanpa meninggalkan sistem ekspor digital.

Seorang perwakilan Shopee menjelaskan konsep layanan ini dalam keterangan resmi:

“Lewat program ini, penjual dapat berjualan ke luar negeri dengan dukungan pengelolaan operasional secara otomatis oleh Shopee, mulai dari pengelolaan toko, akuisisi pembeli, hingga proses pengiriman dari Indonesia ke negara tujuan. Penjual hanya perlu memproses pengiriman pesanan ekspor layaknya pesanan domestik, sehingga proses ekspor menjadi lebih mudah dan praktis,”

Kendali Penuh di Tangan Penjual

Berbeda dengan model sebelumnya, Shopee FLEXI menempatkan penjual sebagai pengendali utama operasional toko luar negeri. Penjual dapat mengatur harga, strategi promosi, hingga pengelolaan toko sesuai karakter pasar masing-masing negara.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Akselerasi Smart City dan Transformasi Layanan Digital

Melalui sistem ini, pelaku UMKM tidak hanya mengekspor produk, tetapi juga mengelola strategi bisnis global secara mandiri dengan dukungan ekosistem digital Shopee.

Fitur Utama Shopee FLEXI

Program ini menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk meningkatkan daya saing penjual di pasar internasional, antara lain:

1. Akses Toko Luar Negeri Terintegrasi

Penjual dapat mengelola toko luar negeri melalui Seller Centre Indonesia tanpa perlu sistem terpisah.

2. Penentuan Harga Lebih Fleksibel

Pelaku usaha menentukan harga jual secara mandiri sesuai target margin, sementara Shopee tetap menyediakan referensi harga kompetitif.

3. Optimalisasi Promosi Digital

Penjual dapat memanfaatkan Iklan Shopee, Live Shopping, Affiliate Marketing Solution (AMS), hingga dekorasi toko untuk meningkatkan visibilitas.

4. Kontrol Operasional Penuh

Penjual mengatur aktivitas toko, termasuk komunikasi dengan pembeli di negara tujuan, secara langsung melalui sistem yang terintegrasi.

Saat ini, Shopee FLEXI sudah menjangkau beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand, dengan rencana ekspansi ke lebih banyak wilayah.

Syarat UMKM untuk Bergabung

Shopee menetapkan sejumlah kriteria agar penjual dapat mengikuti program ini, di antaranya:

Toko memiliki minimal 1 produk aktif dengan stok tersedia

Sudah aktif berjualan minimal 1 bulan

Minimal 3 transaksi dalam 30 hari terakhir

Rating toko minimal 4,6

Tingkat pembatalan maksimal 3%

Tingkat pengembalian di bawah 1% dalam 90 hari

Tidak menjual produk terlarang

Tidak dalam mode libur atau layanan dikelola Shopee

Baca Juga :  Tembus 1 Juta UMK, Sertifikasi Halal Gratis Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Rebut Pasar Lebih Luas

Menggunakan jasa kirim mitra resmi Shopee

Kriteria ini memastikan hanya penjual dengan performa stabil yang dapat masuk ke pasar ekspor.

Cara Mendaftar Shopee FLEXI

Proses pendaftaran berlangsung secara digital dan cukup sederhana:

Penjual mengakses laman edukasi Shopee atau halaman pendaftaran ekspor

Mengisi formulir pendaftaran sesuai data toko

Memilih opsi toko ekspor baru untuk negara tujuan

Melakukan verifikasi akun melalui email atau login Seller Centre

Menunggu konfirmasi aktivasi program dari pihak Shopee

Setelah aktif, penjual dapat langsung mengelola toko ekspor sesuai negara tujuan yang dipilih.

Dampak untuk UMKM Indonesia

Program Shopee FLEXI memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global dengan memberi ruang inovasi yang lebih besar. Pelaku usaha tidak hanya menjadi eksportir pasif, tetapi juga pengambil keputusan utama dalam strategi ekspor digital.

Dengan fleksibilitas ini, UMKM berpeluang meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan menyesuaikan strategi bisnis sesuai karakter konsumen di tiap negara.

FAQ

Apa itu Shopee FLEXI?

Shopee FLEXI merupakan program ekspor yang memberi kendali penuh kepada penjual untuk mengelola toko luar negeri secara mandiri.

Apa perbedaannya dengan program ekspor biasa?

Program biasa lebih banyak dikelola otomatis, sedangkan FLEXI memberi kontrol penuh pada penjual.

Negara mana saja yang sudah terjangkau?

Program ini mencakup Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Apakah semua penjual bisa ikut?

Tidak. Shopee menetapkan syarat performa toko seperti rating, jumlah transaksi, dan tingkat pembatalan.

Apakah penjual tetap dibantu Shopee?

Ya, Shopee tetap menyediakan infrastruktur, promosi, dan sistem pengiriman meski kontrol operasional ada di tangan penjual.(Tim)

Berita Terkait

Bermodal Motor Sendiri, Driver Ojol Bakal Jadi Pengusaha Mikro
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
DPR Ungkap Paradoks Ekonomi Digital RI, Nilai Rp1.654 Triliun tetapi Setoran Pajak Belum Maksimal
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Biaya Layanan UMKM Belum Naik, Pemerintah Pilih Percepat Integrasi SAPA dengan Marketplace
Mulai Berlaku: Seller Shopee, TikTok Shop, Tokopedia Wajib Punya NIB, Begini Cara Mengurusnya Gratis dalam 30 Menit
KUR BRI Bantu UMKM Gula Merah Sumenep Naik Kelas, Ekonomi Desa Makin Bergerak
Bukan Sekadar Pesta Rakyat, Jakarta Fair 2026 Jadi Mesin Uang UMKM dengan Target Rp8 Triliun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Bermodal Motor Sendiri, Driver Ojol Bakal Jadi Pengusaha Mikro

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPR Ungkap Paradoks Ekonomi Digital RI, Nilai Rp1.654 Triliun tetapi Setoran Pajak Belum Maksimal

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:00 WIB

Biaya Layanan UMKM Belum Naik, Pemerintah Pilih Percepat Integrasi SAPA dengan Marketplace

Berita Terbaru