Biaya Layanan UMKM Belum Naik, Pemerintah Pilih Percepat Integrasi SAPA dengan Marketplace

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah memilih memperkuat ekosistem digital bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) sebelum membahas penyesuaian biaya layanan di marketplace. Pemerintah bersama sejumlah platform perdagangan elektronik pun sepakat menunda rencana kenaikan biaya layanan sebagai langkah awal memperkuat ekosistem tersebut.

Selain menjaga stabilitas biaya bagi pelaku usaha, pemerintah juga mempercepat integrasi SAPA UMKM dengan sistem milik berbagai marketplace. Melalui langkah itu, pemerintah ingin mempermudah pelaksanaan program pembinaan, perlindungan, serta pengawasan terhadap UMKM dalam satu ekosistem digital.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan pemerintah dan platform digital telah mencapai kesepakatan untuk mendahulukan integrasi sistem daripada membahas perubahan biaya layanan. Menurutnya, pelaku UMKM perlu lebih dulu menikmati manfaat sistem yang saling terhubung.

“Platform dan Kementerian UMKM sepakat untuk menahan terlebih dahulu kebijakan tersebut sambil mengintegrasikan sistem agar prosesnya berlangsung lebih cepat,” kata Maman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Pemerintah Percepat Integrasi SAPA UMKM

Pemerintah menjadikan integrasi SAPA UMKM sebagai agenda utama dalam memperkuat ekosistem perdagangan digital. Sistem tersebut akan menyatukan data pelaku usaha sekaligus mempermudah pelaksanaan berbagai kebijakan.

Baca Juga :  Pasar Pekan Selasa Resmi Pindah, Warga Solok Selatan Kini Belanja Lebih Nyaman

Selain itu, pemerintah ingin menyalurkan program pembinaan secara lebih tepat sasaran. Data yang saling terhubung membantu pemerintah mengawasi pelaksanaan kebijakan sekaligus mengevaluasi berbagai program bagi UMKM secara lebih akurat.

Untuk mempercepat proses itu, Kementerian UMKM menggandeng Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, dan Blibli. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah menargetkan penyatuan sistem berlangsung lebih cepat tanpa menghambat aktivitas perdagangan digital.

Pemerintah Utamakan Kepentingan Pelaku UMKM

Sementara itu, pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi pelaku usaha. Oleh sebab itu, pemerintah belum membahas perubahan biaya layanan selama proses integrasi masih berlangsung.

Maman menegaskan pemerintah ingin membangun ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan. Setelah seluruh sistem saling terhubung, pemerintah dapat menjalankan program perlindungan, pendampingan, hingga peningkatan daya saing UMKM dengan lebih efektif.

Karena itu, pemerintah tidak ingin menambah beban pelaku usaha sebelum seluruh proses integrasi selesai.

Regulasi Perkuat Kepastian bagi UMKM

Kementerian UMKM sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan dan Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro dan Usaha Kecil dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Baca Juga :  Purbaya Dukung Efisiensi Besar MBG, Anggaran Berpotensi Hemat Rp67 Triliun dan Defisit APBN Tetap Aman

Peraturan tersebut mengatur hubungan bisnis antara penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE) dan pelaku UMKM. Regulasi itu juga mewajibkan marketplace dan pelaku UMKM mencapai kesepakatan sebelum mengubah jenis maupun besaran biaya kemitraan selama masa perjanjian masih berlaku.

Melalui aturan tersebut, pemerintah ingin menciptakan hubungan usaha yang lebih seimbang sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku UMKM yang memasarkan produknya melalui marketplace.

Kolaborasi Digital Dorong Daya Saing UMKM

Selanjutnya, pemerintah meyakini integrasi SAPA UMKM akan memperkuat fondasi perdagangan digital nasional. Integrasi itu juga mempermudah pemerintah menjalankan program pembinaan, perlindungan, serta evaluasi kebijakan secara lebih cepat.

Oleh karena itu, pemerintah bersama marketplace memilih menyelesaikan integrasi sistem lebih dahulu sebelum membahas kembali rencana penyesuaian biaya layanan. Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap ekosistem perdagangan digital semakin sehat dan daya saing UMKM terus meningkat.(Tim)

Berita Terkait

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional
Promo Shopee 3 Juli 2026 Capai Puncak, Diskon 70 Persen, Voucher Rp300 Ribu dan Hadiah Gratis Menanti
Harga LNG Anjlok hingga 43 Persen, Pertamina Langsung Tancap Gas Jalankan Aturan Baru Pemerintah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:00 WIB

Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi

Berita Terbaru